-->

Pengalaman Menjadi Dosen Melalui Platform Praktisi Mengajar

Oktober 06, 2022

Jejakbede - Saya menyenangi dunia belajar mengajar. Sedikit berbagi pengalaman saat menjadi dosen praktisi melalui platform Praktisi Mengajar.

Sebelum adanya platform Praktisi Mengajar, dunia perguruan tinggi sudah biasa mengajak kolaborasi berbagai pihak yang memiliki pengalaman kerja di bidangnya masing-masing.

Saya pernah diajak membantu mengajar pada jenjang S1 fisika dan klimatologi pada jenjang S2. Hitung-hitung menyalurkan hobi. Biasanya kolaborasi tersebut terbangun melalui jaringan personal dari pengelola perguruan tinggi dengan para praktisi.

Kini kolaborasi tersebut diformalkan oleh pemerintah agar semakin banyak para praktisi yang bisa berkontribusi pada dunia perguruan tinggi.



Apa Itu Praktisi Mengajar?

Praktisi Mengajar ini merupakan sebuah Program yang dirintis oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dengan tujuan supaya lulusan perguruan tinggi lebih siap untuk masuk ke dunia kerja. 

Melalui program Praktisi Mengajar, pemerintah mendorong kolaborasi aktif dari para praktisi ahli dengan dosen juara sehingga tercipta pertukaran ilmu dan keahlian yang mendalam dan bermakna antar sivitas akademika di perguruan tinggi dan profesional di dunia kerja. 

Kolaborasi tersebut dapat dilakukan dalam mata kuliah yang diberikan di ruang kelas baik secara luring maupun daring.


Tujuan Praktisi Mengajar

Setidaknya terdapat tiga hal yang ingin dicapat melalui program praktisi mengajar ini yaitu:
  • Menutup kesenjangan kompetensi lulusan baru dengan kebutuhan dunia kerja
  • Mendorong kolaborasi perguruan tinggi dan industri
  • Mempersiapkan SDM unggul bagi Indonesia


Syarat Menjadi Dosen Praktisi Mengajar

Menjadi dosen pengajar pada praktisi mengajar sebenarnya cukup mudah, pertama pendidikan minimal cukup D3 saja. 

Karena yang ingin kita bagi adalah pengalaman kerja, bukan teoritis. Jadi tidak memerlukan latar belakang yang tinggi-tinggi amat.

Sudah pasti sebagai praktisi artinya sedang bekerja atau berwirausaha dengan minimal pengalaman selama 3 tahun dibidang terakhir. Syarat ini dikecualikan untuk kalian yang atlet atau seniman karena ada kualifikasinya masing-masing.


Nah bagi kalian yang terdaftar sebagai dosen  Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau Nomor Induk Tenaga Kependidikan (NITK) tidak dibolehkan mengikuti program ini. Lha kan sudah jadi dosen hehe.




Dosen Praktisi Mengajar Dibayar?

Terdapat pilihan bagi kita, ingin dibayar atau mengajar secara gratis. Jika memilih dibayar, standar honornya mengacu pada aturan yang dibuat oleh Kementerian Keuangan.

Saya sendiri awalnya memilih untuk tidak dibayar, namun ternyata dari pihak penyelenggara menyampaikan jika paket kolaborasi yang mereka tawarkan adalah yang berbayar.

Alhamdulillah, menyalurkan hobi dan dapat cuan hehehe.



Langkah-langkah Mengikuti Program Praktisi Mengajar

Pertama, sudah pasti pasti harus terdaftar dan memiliki akun pada https://praktisimengajar.id. Untuk pendaftaran dibuka secara berkala. Saat ini sudah sampai pada gelombang tiga. 

Jadi pantengin aja pada web tersebut jika gelombang empat pendaftaran praktisi mengajar sudah dibuka.

Jika sudah terdaftar maka kita perlu melengkapi profil kita pada dashboard akun kita. Berisi biodata kita, pengalaman kerja dan latar belakang pendidikan. Ini penting karena menjadi daya tarik bagi perguruan tinggi untuk mengajak kita.

Selanjutnya, proses kolaborasi bisa dua arah. Pertama kita sendiri yang mencari mata kuliah yang sesuai bidang kita dan dibuka oleh perguruan tinggi.

Atau, bisa jadi perguruan tinggi akan menghubungi kita karena tertarik dengan profil kita yang ada pada platform praktisi mengajar tersebut.



Bisa Mengajar Sebanyak Apa?

Program praktisi mengajar membatasi setiap praktisi hanya boleh ikut satu paket kolaborasi intensif atau  dua paket pendek.

Paket intensif memiliki komitmen waktu minimal 15 jam per semester. Untuk paket pendek adalah minimal 4 jam persemester. Dosen praktisi  dapat mengajar pada dua mata kuliah untuk paket pendek.

Saya sendiri mendapat tawaran dua paket pendek pada mata kuliah yang sama namun pada dua kelas yang berbeda.


Proses Belajar Mengajar

Jika kita sudah berhasil mendapat kolaborasi, kita dapat berdiskusi dengan pihak dosen penanggung jawab mata kuliah berkolaborasi tersebut untuk menentukan teknis proses pembelajaran. 

Misalnya kita akan masuk mengajar pada topik berapa saja dan jadwalnya pada hari apa dan jam berapa. Termasuk apakah daring atau luring.

Sebagai dosen praktisi kita wajib mengisi logbook pertemuan dengan mahasiswa pada dashboard akun praktisi mengajar kita.

Menu logbook pada PraktisiMengajar.id


Hal-hal yang wajib diisi antara lain
  • Jadwal mata kuliah seharusnya
  • Tanggal serta jam mulai  dan selesai saat proses pembelajaran
  • Dokumentasi saat mulai dan selesai dengan tanggal dan jam-menit terlihat
  • Modul materi
  • Ringkasan materi

Jika sesi pengajaran kita lebih singkat dari jadwal seharusnya, maka honor kitapun akan diperhitungkan sesuai menit yang hilang.

Oh iya, pada akun kita terdapat menu untuk mengisi rekening bank guna penerimaan honor kita. Jika kita memilih menjadi praktisi yang berbayar ya.


Begitulah sobat blogger, pengalaman saya menjadi dosen melalui platform Praktisi Mengajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

48 Komentar untuk "Pengalaman Menjadi Dosen Melalui Platform Praktisi Mengajar"

  1. Waah hebat Bang Day sudah menjadi dosen.😁😁👏👏 Yang diajarkan juga sesuai dengan bidang pekerjaan yang bang Day tekuni.

    Enak mengajar mahasiswa atau bekerja bang...😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengajar tuh seperti makan pizza di antara makan siang dan makan malam :)

      Hapus
  2. Hobi yang sangat bermanfaat ya bang, selain bertugas mencerdaskan para pelajar, juga bisa mendapatkan cuan dari kegiatan tesebut, hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Smg misi utamanya mencerdaskan tercapai ya bang

      Hapus
  3. Punya basic akan suatu ilmu, terus hobi mentransfer ilmu, memang rugi kalau tidak ikutan praktisi mengajar. Saya baru tahu ada aplikasi/program ini. Saya setuju dengan program ini, karena mahasiswa (maupun pelajar) sesungguhnya membutuhkan sebanyak-banyaknya ilmu dan informasi, tidak hanya tentang ilmu akademik saja. Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Tuteh bisa gabung tuh, pengalamannya banyak. Saatnya diajarkan ke banyak orang lewat metode ini

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Wah, saya malah pengin ikutan jadi pelajar saja. Sayangnya udah terlalu tua... Tapi kalau kalau buat mengajar kayaknya belum layak deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mb Dyah suka merendah, pengalamannya banyak. Wajib dibagi2 lo

      Hapus
  6. Sehat selalu bang day...mudah-mudahan semakin banyak orang orang berilmu yang selalu dengan senang hati membagikan ilmunya seperti bang day ini...

    BalasHapus
  7. Bukan mudah untuk jadi pensyarah ni. Tahniah! Semoga terus berjaya dalam menyebarkan ilmu.

    BalasHapus
  8. Keren nih bang day ikut berprofesi dosen juga, yang menurut saya gak semua orang bisa karena butuh public speaking yang bagus, terima kasih infonya ya 🙏😊

    BalasHapus
  9. Bagus juga programnya ya mas... Jadi seseorang yang memang ada keahlian tertentu, walopun bukan pengajar, jadi bisa sharing ilmunya. Dan bagusnya ada pilihan berbayar juga yaaa 👍.

    BalasHapus
  10. Mantap...saya juga pernah jadi pengajar selama 1th tapi d SD hehehe...dan akhirnya saya menemukan kalo passion saya bukan disitu...meski saya bisa mengajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin klo ngajar tingkat mahasiswa passion mas Alfan jadi terlihat

      Hapus
  11. Wah udah merambah ke dunia pendidikan niih
    Sepertinya cocok nih jadi BD- Bang Dosen :))

    BalasHapus
  12. Jadi sekarang manggilnya bang dosen nih? ehh gimana

    BalasHapus
  13. Keren banget, Bang Day :D Menjadi dosen di platform Praktisi Mengajar seperti ini, dibayar pula ya. padahal abang pilihnya tidak dibayar. Berarti memang rezeki sekali tuh hehe. Oh gitu, jadi lulusan D3 juga bisa ngajar ya. Mantap. Suskses terus ya bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mencoba menyalurkan hobi saja :). Aamiiin. Sukses juga ut mb Nurul

      Hapus
  14. Congratulations ya.... !! Cool banget kalo udah praktisi yang ngajar...

    BalasHapus
  15. Keren Bang Day. Berbagi ilmu itu menyenangkan. Apalagi kalau mengajar ini adalah hobi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mb, menyalurkan hobi pastinya sangat menyenangkan

      Hapus
  16. wahhhh hebat hebat!! kalau saya nak mengajar juga boleh tak? heheh

    BalasHapus
  17. Wah keren tuh, bisa ngajarin banyak hal berkaitan regulasi keuangan ya

    BalasHapus
  18. Aku baru tau ada program itu, bagus jg metode pertukaran ilmu begini. Jadi berdasarkan pengalaman ya ilmunya yg dibagi.
    Keren jg bang day, dosen dg makul yg banyak dianggap 'ngeri' karena susah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dicoba mb, daftar ut gelombang 4 aja. Masa' ngeri bu hehe

      Hapus
  19. Penasaran dengan kuliah klimatologinya, pasti seru, hehehe. Program ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena bisa mengetahui dunia kerja yang sebenarnya dari para praktisi sebab teori terkadang berbanding terbalik dengan kenyataan,

    BalasHapus
  20. wah kereen bgt jadi dosen.dr dl cita2 saya yang gak kesampaian nih hahaha. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, dengan praktisi mengajar bisa terwujud tuh mas:)

      Hapus
  21. Nah begini baru bagus bang day. Harusnya sudah dari dulu dosen praktisi dilibatkan mengajar untuk memberikan pengalaman lebih ke mahasiswa, lebih terbuka wawasannya. Mantap bang day, sudah jadi dosen... Lanjutkan terus bang!!

    BalasHapus
  22. siip deh, mau berbagi ilmu dan keahliannya....
    👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trims kembali mas, gmn kabar di US sana? kapan terakhir mudik nih

      Hapus
  23. baru tau nih. seru juga ya kalau bisa ngajar online begini sekadar beRbagi pengalaman

    BalasHapus
  24. Mantap, BD. Ilmu terasah, dapat duit. BD pasti salah satu orang pilihan (juara).

    BalasHapus
  25. Keren kali Abang satu ini. Share juga dong Bang gimana rasanya mengajar. Bagaimana kelasnya, feedback para mahasiswa sesuai ekspesktasi atau tidak. Lalu kendalanya apa saja? Kepo nih hahaha, karena pengen nyobain juga menjadi praktisi yang mengajar *ehem*

    BalasHapus
  26. Ternyata buat jadi dosen ga hanya di perguruan tinggi aja. Banyak jalan untuk menebar ilmu. Keren 👍🏻

    BalasHapus

Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel yah. Mohon maaf spam dan link aktif akan dihapus. Terima kasih sobat...👍👍👍

:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100

Next article Next Post
Previous article Previous Post