Kamis, 16 April 2020

author photo

Jejakbede.online - Salah satu fasilitas jadi PNS tuh biasanya dapat jatah rumah dinas. Bertahun-tahun tinggal di rumah dinas, begini cerita suka dan dukanya.
Kompleks rumah dinas saya saat ini, pada tempat yang sejuk dengan ketinggian 890an meter di atas permukaan laut. Hampir sama kayak ketinggian Bandung


Wabah Covid-19 saat ini bikin ngeblog soal jalan-jalan jadi gak pas yah. Semoga virus corona ini segera teratasi dan kita semua sehat dan aman, bisa kembali hidup secara normal. Aamiiin.

Berkaitan trending #dirumahaja dan #rebahanaja saya bahas soal rumah deh.Tepatnya rumah dinas yang penuh suka duka kami jalani selama ini.
Cerita ini anggap aja lanjutan dari: Pengalaman pertama ke Jakarta demi masa depan kau dan si buah hati

Yang pasti saat ini istri dan anak-anak terkunci di rumah saja karena pandemi covid-19. Memasuki minggu keempat ini mereka mulai bosan namun mau gimana lagi.

Mereka udah pengen balik sekolah lagi. Meski bu gurunya katanya galak tapi ternyata maknya lebih garang kalo lagi ngajarin tugas sekolah selama libur Covid-19 🀣🀣🀣.

Soal rumah dinas, jangan bandingkan dengan rumah dinas pejabat tinggi yang besar dan penuh fasilitas mewah. Yang untuk rehab kolam renangnya aja menghabiskan Rp1.5 M. Kebayangkan rumah dinasnya seperti apa.

Untuk PNS biasa ya rumah dinas umumnya tipe 36. Kalo tipe yang lama biasanya agak lebih besar. Jika beruntung dapat rumah yang masih baru yang masih bagus kondisinya.

Kalo lagi kurang hoki ya dapat rumah dinas tua yang kondisinya sudah pasti banyak rusak di sana sini. Tapi bergantung juga kepada penghuni sebelumnya, kalo dirawat ya kondisi rumah dinasnya akan tetap bagus.

Beberapa bulan lalu saya dan teman-teman seangkatan menerima Satya Lancana Karya Satya 20 tahun. Penghargaan dari pemerintah kepada PNS yang sudah mengabdi selama minimal 20 tahun.

Ini penghargaan biasa saja. Semua PNS yang tidak pernah kena sanksi disiplin bakal dapat ini kok.


Ini artinya saya udah 20 tahun jadi PNS dan udah 20 tahun juga tinggal di rumah dinas. Bulan madupun kami nikmati di rumah dinas.
Baca: Bulan madu yang gagal di Hotel Mercure Convention Centre Ancol


Dua puluh tahun itu kami lewati di rumah dinas pada empat kota berbeda di Indonesia. Selama itu pula kami nomaden dari satu rumah dinas ke rumah dinas yang lain.

Kebetulan lembaga tempat saya bekerja menyediakan rumah dinas untuk pegawai yang penempatan di daerah. Ini juga salah satu keuntungan lulusan sekolah kedinasan.
Baca juga: 4 Alasan memilih kuliah pada sekolah kedinasan

Gak semua sih bakal dapat rumah dinas karena jumlahnya terbatas. Biasanya pengaturan rumah dinas berdasarkan senioritas. 

Jadi yang lebih dulu datang prioritas dapat rumah. Yang junior harap menyesuaikan diri yah.

Selain itu didasarkan juga pada aspek pegawai operasional atau administrasi. Umumnya yang operasional dilebih diutamakan karena harus berdinas shift 24 jam.

Pada tempat tertentu diaturkan berdasarkan ke-jomlo-anπŸ™Œ . Selagi masih jomlo bisa menempati rumah dinas bersama jomlo yang lain. Kalo dah nikah ya musti keluar dari rumah tesebut.

Untuk kondisi begini, beruntunglah yang lama lakunya. Bisa menempati rumah dinas lebih lama. 

Ini biasanya dilakukan oleh unit kerja yang pegawainya sangat banyak, sehingga beberapa rumah dinas dijadikan semacam mess bujang.
Artikel terkait: Begini suka duka menjadi PNS

Kalo teman-teman yang kreatif biasanya kalo gak dapat rumah dinas maka akan cari jodoh dekat kompleks. So bisa tinggal di pondok mertua indah.



Cerita suka di rumah dinas


Puluhan tahun tinggal di rumah dinas tentu banyak cerita yang dialami. Saya mulai dari cerita sukanya dulu yah.


  • Hemat biaya tempat tinggal

Nah tentu saja jika dapat rumah dinas kita akan menghemat sewa rumah atau kosan.

Umumnya kita mendapat penempatan tugas bukan ke kampung halaman kita. Mau tidak mau kita harus memikirkan tempat tinggal di tempat tujuan berdinas.

Kalo ditempatkan di kampung halaman tentunya masih bisalah numpang di rumah ortu dulu sampai bisa mandiri. 

Jika tidak ya mnimal ngekost.  Terus kalo dah nikah ya pastinya jadi kontraktor. Kontrak rumah sana sini.

Berapa besar yang bisa kita hemat dengan tinggal di rumah dinas?

Kita pake angka sekarang yah. PNS baru sekarang ini gaji + tunjangannya kira-kira sekitar 4-5 juta sebulan. Di Jakarta kosan sekamar dengan fasilitas komplit sekitar 2jutaan sebulan. Udah hampir 40% dari gaji lo.

Kalo di daerah masih bersahabat, rumah kontrakan 2 kamar masih bisa dapat sejutaan. Itu saja sudah menghabiskan 20% penghasilan kita.

Sebenarnya rumah dinas tidak benar-benar gratis, ada biaya sewa yang dipotong setiap bulan dari gaji kita. Tapi nilainya hanya setara paket pulsa 1 bulan kok.



  • Hemat biaya transport

Nah biasanya rumah dinas tuh sekompleks ma kantor. So mo pergi kerja tinggal jalan kaki. Ngesot juga sampe kata orang-orang.

So salah satu  sukanya dengan mendapat rumah dinas biaya transpor dapat diminimalisir.

Tapi ini bagi yang di luar Jakarta sih. Kalo yang di Jakarta ya tetap jauh bahkan tidak dapat rumah dinas sama sekali. Tapi biasanya ada fasilitas bus antar jemput yang disediain kantor.


  • Ada fasilitas olahraga


Minimal lapangan voli. Ya milik kantor sih, tapi kita di kompleks tentunya bisa ikut menikmati. Apalgi kalo pegawai kantor cuman dikit, tentunya untuk meramaikan yang ngajak keluarga pegawai untuk ikut main.

Selain lapangan voli, yang biasanya ada tenis meja. Kalo pegawai pada hobi badminton biasanya suka swadaya bikin lapangan badminton. Yang outdoor tentunya.


  • Aman

Karena umumnya rumah dinas sekompleks dengan kantor jadinya satpam kantor juga ikut mantau keamanannya. 

Tentu saja rumah dinas berada dalam area pagar kantor juga, sehingga lalu lintas orang keluar masuk terpantau semuanya.

Kebayangkan tempat tinggal kita dengan keamanan 24 jam. Gak beda ma tinggal perumahan elit dengan fasilitas cluster atau juga di apartemen deh.


  • Tidak perlu khawatir ninggalin keluarga saat dinas luar

Sebagai PNS tentu saja kadang kita mendapat dinas luar atau juga mengikuti training di luar kota atau luar negeri hingga beberapa hari atau beberapa minggu.
Seperti ini: Mondok sebulan di Wageningen - Belanda

Tentunya karena berada di kompleks dengan teman-teman yang sama sekantor jadinya gak khawatir ninggalin keluarga. Ada apa-apa banyak teman buat dimintai tolong.

Nah adabnya kalo pulang jangan lupa dong oleh-oleh untuk teman-teman sekantor. 
Cerita oleh-oleh ada nih: Bugis Street, pusat oleh-oleh di Singapura


Cerita duka di rumah dinas

Nah tidak semua cerita hanya ada sukanya, dukanya juga ada. Berikut gak enaknya tinggal di rumah dinas.


  • Gak ada rahasia

Karena kita tinggal sekomplek dengan orang sekantor dan akses keluar-masuk yang sama, maka apa yang kita punya di rumah dinas yang terlihat oleh teman-teman kita.

Kita gak bisa nyembunyiin abis beli Lamborghini atau juga Alphard. Orang sekompleks pasti taulah. 

Beli karet untuk tabung gas aja kepantau kok 🀣. Nah di sini dukanya di rumah dinas, gosip dengan mudah menyebar. Istri ngambek aja sekantor bisa langsung tau.


  • Gak bisa pura-pura sakit biar gak ngantor

Ya kalo ngaku sakit teman-teman sekantor langsung pada jenguk tentunya karena dekat dari kantor. Harus pintar akting mah kalo mau pura-pura sakit.

Kalo lagi sakit beneran pun dan harus ngirim surat sakit biasanya gak saya lakukan. Karena percuma, surat sakit saya gak pernah dibalas ma kantorπŸ˜‚.


  • Siaga 24 jam

Salah satu konsekuensi menempati rumah dinas adalah siaga kapan saja. 

Meski jadwal dinas sudah dibuat, pada keadaan tertentu bisa saja petugas yang harusnya berdinas berhalangan karena tiba-tiba sakit atau hal lainnya.

So pegawai yang tinggal di kompleks rumah dinas harus siap menggantikan, jam berapapun itu. Tanpa harus nikah pun, PNS yang di rumah dinas udah jadi cowok siaga.



  • Bikin terlena

Ini terjadi pada beberapa senior dan rekan kerja. Karena keasikan menempati rumah dinas sampe lupa membangun rumah pribadi.

Tiba masa pensiun, jadi bingung karena harus keluar dari rumah dinas namun belum punya tempat tinggal lain. 

Bagi yang cuek dan gak mau keluar dari rumah dinas, ini akan jadi dilema buat orang kantor.  

Mo ngikut peraturan ya pensiunan tersebut harus diminta keluar dari rumah dinas.  Mau ditegesin gak tega juga karena masih teman sendiri bahkan senior pula.

Based on masalah seperti di atas, saya dan istri sepakat untuk tidak terlena. Namun karena masih dinas di tempat jauh, home sweet home kami masih kosong jadinya.
Bukan rumah dinas - home sweet home yang jauh di sana

----00000----

Begitulah sobat suka dukanya tinggal di rumah dinas. Ada yang punya pengalaman yang sama?

This post have 85 komentar

Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel yah. Mohon maaf spam dan link aktif akan dihapus.
Terima kasih sobat...πŸ‘πŸ‘πŸ‘

  1. Banyak suka dukanya juga ya bang day tinggal di rumah dinas. Enaknya tidak usah bayar sewa, ada satpam yang jaga, ada fasilitas olahraga, dan juga dapat mobil Alphard untuk pergi ke kantor.😁

    Susahnya, kalo dapat Alphard teman sekantor lainnya jadi ngiri, kan jadi kepikiran. Mau ijin sakit jadinya susah.πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Agus, susah ngumpetin alphardnya... paling tidak tiap sore kita bis olahraga sekompleks

      Hapus
    2. Betul bang, apalagi kalo olahraga bareng ibuk ibuk kompleks, enak ya, olahraga jadi semangat ya bang.πŸ˜‚

      Hapus
  2. Asik ya punya rumah dinas bisa hemat banyak pendapatan sebenarnya bisa sekalian nyicil rumah tapi yah terlena juga deh haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, kalo dapat rumah dinas baiknya asumsi biaya ngontrak dijadikan cicilan rumah aja

      Hapus
  3. Wah, bang tetap aja rumah dinasnya lebih nyaman kalau deket kantor. Di tempat suami gak ada yang deket kantor. Tapi kalau yang di kota besar disediakan bus jemputan. Gak ada fasilitas apapun (olah raga, taman). Yang baru ini di rumah dinas Gresik. Katanya masih baru, iya baru direnovasi. Tapi apa? Dindingnya aja gak bisa dipake buat nyender. Rontok mulu dan catnya nempel. Keluar duit buat renovasi. Belum lagi masalah air yang barengan dengan 3 tetangga rumdin.
    Etapi kalau rumdin di kantor suami itu ada uang sewa per bulannya. Jumlahnya kecil. Daripada ngekos lebih baik tinggal di rumdin, sambil jalan sambil renovasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo gak salah mb Rochma pernah nulis soal rumah dinas yah. Sepertinya bergantung pada pengelolaan lembaga masing2 yah. Kalo rumah dinas jadi perhatian ya ada dukungan dana untuk rehab.

      Memang susah sih ngusulin perbaikan rumah dinas soale kadang bukan perhatian utama dari pengelola keuangan,

      Hapus
    2. Rumdin daerah Gresik mana Mb? Aq jg tinggal di Gresik, tp di pondok mertua indah 🀣🀣🀣 rumdin ditempatin sm penjaga sekolah.

      Hapus
  4. saya lebih suka di kasih jatah rumah dinas atau tempat kost, dari pada di naikin uang transport. cape kalo PP rumah kantor :) tapi selagi masih sendiri jalanin aja dulu. harus ada persiapan cicil rumah sndiri berarti mas, status rumah dinas ngga bisa jadi Hak milik kan yak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih kalo kayak di Jakarta energi habis di jalan. Betul mas, harus ada persiapan nyicil rumah

      Hapus
  5. photo bukan rumah dinasnya bagusss bangetttt...hmmm

    "Kita gak bisa nyembunyiin abis beli Lamborghini atau juga Alphard"--- Aamiin ya Allah, semoga Lamborghini nya bisa disimpen ditempat lain biar nggak ketahuan org kantor
    eh tapi buat apa beli mobil mewah ya bila orang-orang nggak liat?? nggak bisa pamer deh kita hahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan kata pak guru gak baik kalo suka pamer, nanti bikin sirik orang. Kan dosa mba

      Hapus
    2. hahahaha bener juga. nggak jd juga deh saya beli lamborghini haha #alasangakadauangnya

      Hapus
  6. dinikmati saja bang tinggal di rumah dinasnya, yang terpenting kan tinggal dengan keluarga, itu sebenernya yg lebih penting heheh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu dia poinnya mas. makan gak makan tetap kumpul

      Hapus
  7. Mantap sekali. Dirumah saja tetep bisa ngeblog dan sharing pengalaman. Sukses gan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trims mba, mengisi waktu selama #dirumahaja

      Hapus
  8. Wah ini ternyata rumah tempat tinggal nomadennya ya, rumah dinas😊

    "Sampe istri ngambek, sekantorpun tau" duh ketawa baca yang ini. Ya gimana lagi, kita tinggal satu area yang sama, mana deketan juga itu kayaknya. Semangat terus untuk hidup nomadennya, gapapa tinggal di rumah dinas asal bareng keluarga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, semua terasa indah jika tetap ngumpul sekeluarga

      Hapus
  9. Waaaah home sweet homenya kayaknya nyaman banget itu Bang Day. Postingannya menarik. Hehe. Di rumah sudah mati kutu nggak bisa ke mana-mana, takut kena razia polisi juga hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah itu segera bisa kami tempati setelah fase nomaden tuntas dijalankan

      Hapus
  10. Sebagai pegawai swasta, dan orang tua saya swasta juga, saya nggak pernah kenal dengan yang namanya rumah dinas. Menarik juga ceritanya. Btw, beneran tuh ya, gosip rumah tangga bisa terbawa sampai kantor? Serem banget. Bisa bikin julid seharian di kantor, tuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibawa santuy mba, setiap orang pny jalan hidup berbeda maka dunia jadi bermakna

      Hapus
  11. Rumah dinas yang nyaman bang day. Klo di tempat saya, untuk mendapatkan rumah dinas itu sangat susah. Salah satu sebabnya, pegawai yang sudah pensiun pun tidak mau meninggalkan rumah dinas, padahal sudah memiliki rumah pribadi.

    Dan rata-rata rumah pribadi mereka itu di kontakkan, jadi untuk pegawai yang belum mempunyai rumah, terpaksa harus ikut dulu orang tua atau ngontrak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itukan memang dilema mas. Harusnya sih yang udah pensiun bisa menempatkan diri dengan baik ya. Dan kitapun tetap respek ma mereka sebagai senior yang telah berjasa banget pada lembaga kita

      Hapus
  12. Udah lama juga ya bang Day jadi abdi negara, memang salah satu ga enaknya itu kalo jadi betah alias keterusan ga memiliki rumah pribadi, saat pensiun jadinya kebingungan, btw gambar dibawah itu apakah rumah pribadi bang Day? Kepo saya 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhehe... Alhamdulillah mba, kami gak terlena di rumah dinas, bisa nyiapin home sweet home buat anak2

      Hapus
  13. tapi sepertinya banyak sukanya ya mas, dan yang paling penting itu sejarahnya.
    Semoga selalu sehat mas, dan tetap megabdi untuk negaara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas Aldhi... ya nanti akan jadi cerita menarik di kemudian hari ya

      Hapus
  14. Semua pasti ada kekurangan dan krlebihannya ya bang day. Tp kalau disuruh milih enakan rumah sendiri yaa.. privasi terjaga hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum tentu jg mba, kalo kayak di Jakarta rumah mepet2 ya suara kita kedengeran di sebelah hehehe

      Hapus
  15. Walaupun ada gak enaknya, tapi enaknya lumayan banyak ya, Bang. Wah, aku jadi kepingin nih. Oke fix, tahun ini bakal ikut tes sekolah kedinasan. Eh, tapi gak bisa ya, soalnya sudah nikah dan usia terlalu tua.☹️😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya hanya liat wajah mereka bakal percaya kok kalo mb Roem ngaku baru lulus SMA.. ea ea eaa

      Hapus
  16. hahaha, mama saya juga pernah tinggal di rumah dinas, tapi nggak sampai 10 tahunan sih :D
    Rumahnya juga kecil, bekas puskesmas pula.

    lebih parah lagi kata orang agak seram, untungnya selama tinggal di sana kami baik-baik aja :D

    Enak sebenarnya ya, tapi jangan sampai terlena, banyak banget tuh, khususnya tentara, keenakan nempatin rumah dinas, sampai pensiun pun nggak mau pindah, lebih parah lagi, karena udah senior, pada takut kalau mau diusir hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rumah dinas anggap aja pertolong pertama pada pasangan baru nikah yang belum bisa punya rumah sendiri.

      Kalo yang bisa menej, dia langsung nyicil rumah asumsinya seolah lagi ngontrak tapi hasilnya ada

      Hapus
    2. Nah bener ya, secara kalau ada rumah dinas, minimal biaya sewa rumah nggak ada, itu bisa ditabung.

      Jadinya minimal bisa beli tanah dulu kek, lalu bangun pelan-pelan.
      Dulu mama saya juga gitu, beli tanah dan bangun sendiri.

      Berbahagialah orang-orang yang dapat rumah dinas, membantu banget, karena sekarang memang biaya sewa rumahpun mihil :D

      Hapus
  17. Aamiin. semoga covid-19 ini segera pergi.

    beli lamborgini jgn dibawa ke rumah dinas bang. titipin dulu. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Titipin ke tetangga ya sama aja mas, di rumah dinas juga :)

      Hapus
  18. tinggal sendiri dah mantap tuh aku masih tinggal dengan mertua bang hiksss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bersyukurlah masih bisa kumpul dengan orang tua atau juga mertua. Bayangin yang nabung bertahun2 hanya ut mudik

      Hapus
  19. Ada suka dukanya ya mas. Tapi enak juga ada fasilitas olahraganya, cuma terlenanya ini ngeri2 sedap, bisa2 sadarnya pas uda pensiun..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fasilitas olahraga jadi penunjang yang bikin betah, apalagi kalo dinasnya di pelosok bang. Hanya dengan olahraga bareng bisa menghibur hati

      Hapus
  20. Serba-serbi rumah dinas yaa.. ada untung dan ruginya juga.. apalagi yang gosip cepat beredar itu.. haduuhhh gimana yaa.. semacam privasi jadi berkurang yaa.

    tapi apapun itu, sebagai PNS semoga selalu amanah menjalankan tugas negara ya bang. Sukses selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin. Trims ya doa dan supportnya.

      Soal gosip rasanya di mana2 bakal sama yah. mo di rumah dinas, kompleks rumah pribadi bakal tetap ada

      Hapus
  21. Dulu bapakku juga sering dinas antar pulau Bang. Waktu itu masih kecil sih jadi seneng2 aja sih. Tapi sedih banget kalau pindah harus adaptasi lagi, cari teman2 lagi. Sampe pernah protes sama Bapak, gak mau ikut pindah. Tapi dicuekin hahaha ya terpaksa ikut deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa kecil saya juga gitu, ngikut ortu pindah2. Saya sih gak pernah protes. Giliran skrg pny anak dan pindah2, mereka pada protes hehe.

      Wah umur brp mb Kartika menjalani pindah2 ikut ortu?

      Hapus
  22. bagus ya ada rumah dinas lengkap kemudahannya. Suka duka hidup dijadikan kenangan :) tetap bersyukur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh iya Cik, harusnya disyukuri semua yah. Trims sudah mengingatkan

      Hapus
  23. Home sweet home nya cantik banget!
    Sabar ya, jangan mudik dulu. Mari bersama sama berdoa agar pandemi ini segera usai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin mba, semoga kita semua juga sehat dan aman terhindar dari infeksi wabah ini

      Hapus
  24. Beaya tinggal di rumah dinas hanya sekitar beaya pulsa 1 bulan ?.
    Wah, terbantukan sekali kalo begitu, mas.

    Nabung duitnya jadi lebih gampil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terbantu banget lha mas asal jangan sampe terlena

      Hapus
  25. Beberapa kali ikut tes cpns, tapi belum rejeki. Pola-polan baru lolos sampai SKD, setelah itu bakal kalah di perangkingan xD Yah, jadi masih jadi anak kos-kosan saja ini saya.

    Misal mau renovasi rumah dinas, itu nanti biaya sendiri atau bakal ada bantuan dari kantor bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat mas Wisnu. Klo emang rejeki gak akan tertukar.

      Kalo rumah dinas renovasinya dari kantorlah tapi bisa 5 tahun hingga 10 tahun sekali.

      Kalo mau benerin dengan biaya sendiri jg bisa asal tidak merubah bentuk dan ukurannya

      Hapus
  26. Kalau aku dulu sukanya di rumah dinas itu aman apalagi kalau banyak pekerjaan yang mengharuskan keluar kota, ninggalin keluarga di rumah dinas gak kepikiran karena kalau ada apa-apa dengan keluarga banyak yang bantuin, sama banyak temen ngobrol

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, jadinya kita dinas luar jadi gak terlalu kepikiran mereka yah

      Hapus
  27. Iya juga ya ga bisa pura2 sakit 🀣🀣 aku blm pernah tinggal di rumah dinas, tp dulu pernah tinggal di asrama pas trainee di kantor. Yagitu deh sama jg, ga ada rahasia n ga bs pura2 sakit 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo sakit trs kirim surat sakit suka dibalas gak suratnya mba?

      Hapus
  28. Bener juga ya mas,jadi susah lok mau bolos. Berarti harus rajin terus nih apalagi udah deket kantor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Adi, udah konsekuensi dapat fasilitas

      Hapus
  29. Jangan sampai kantor membalas surat ijinnya bang, ntar malah berabe, hehehe.

    Waktu kecil saya juga tinggal di rumah dinas sekolah, serasa punya halaman yang lebar, karena halaman rumah juga halaman sekolah, hahaha. Sayang, sekarang untuk sekolah sudah tidak ada rumah dinas lagi, padahal banyak guru-guru yang lokasinya cukup jauh dengan sekolah.

    Oh ya, selamat atas pengabdiannya yang sudah mencapai angka 20.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo gak dibalas serasa bertepuk sebelah tangan. di tempat saya malah rumdis guru gak pada tempati sampai rusak dan hancur sendiri. Sayang banget liatnya.

      Makasaih bu guru, semoga kita semua selalu sehat hingga puncak pengabdian

      Hapus
  30. Belum pernah merasakan tinggal di rumah dinas bang day.
    Tapi kan, suamiku dulu saat kecil selalu menempati rumah dinas.
    Ceritanya, setelah ayahnya meninggal barulah mereka buat rumah sendiri.

    Sebaiknya memang nabung duluan ya bang sebelum ketemu kejadian kehilangan atau sudah pensiun.

    BalasHapus
  31. jadi inget pensiunan di kantor ku.. susah banget diminta keluar dari rumah dinas. padahal udah dikasih surat peringatan berkali-kali, tapi malah galakan mereka. huhu..

    oh ya, suka nya ada satu lagi nih kayaknya.. kalo semisal kerjaan udah kelar, bisa melipir sebentar rebahan di rumah ya.. wekekek.. atau mau makan siang tinggal pulang ke rumah aja, gak perlu jajan. jadi hemat pengeluaran.. hehe

    BalasHapus
  32. Looks like a really home sweet home :)

    BalasHapus
  33. bikin ngakak pas pura-pura sakit, hahahaha

    mirip2 ama sha waktu tinggal diasrama jaman kuliah :)

    BalasHapus
  34. Home Sweetnya biar saya aja yang huni Bang, hihi...mantaplah bang tinggal di rumah dinas lebih banyk sukanya siih, dukanya dikebelakangin aja dlu, yang penting happy dan pandai2 mengatur strategi agar tak terlena buat hari tua.

    BalasHapus
  35. Meski ada suka dukanya, namun pulang kerumah adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Betapa lega rasanya setelah seharian lelah bekerja dan akhirnya bisa menginjakkan kaki kembali di rumah.

    BalasHapus
  36. Bapak saya dulu PNS juga mas, jadi saya ngalamin ikut pindah ke beberapa kota dan tinggal di rumah dinas. Bener tuh, biasanya deket sama fasilitas olahraga. Di deket rumah dinas bapak dulu, ada tempat badminton lumayannn gede, malah jadi tempat mainan saya sama teman-temen sepulang sekolah, buat lari-larian, saking luasnya

    Selain itu, karena bapak dulu Ajun di kehutanan, rumah dinas itu deket sama semacam penjara buat para maling kayu. Eh saya dong, tiap sore main karambol sama napi-napi kayu itu, wkwkkk

    BalasHapus
  37. Aku geli baca yang nggak ada alasan untuk pura-pura nggak ngantor. Bisa an banget nih Bang Day, hehehe. Memang sih asik ya nggak mikir kontrak apalagi ribet. Bersukur banget dapat rumah dinas Bang, bisa hemat banyak pengeluaran...

    BalasHapus
  38. ya ampun dah lama sekali gak main kesini, sampe kangen

    sumvah tulisannya bikin ngakak, ada ada saja mess untuk jomblo wkwkkw

    Btw rumah idamannya lokasinya dimana bang?

    BalasHapus
  39. wah menarik juga ya idenya, cari jodoh yg dekat dg rumah dinas biar bisa tinggal di pondok mertua indah. wkwkwk
    home sweet homenya bikin kangen mudik pasti ya bang

    BalasHapus
  40. Saya juga dulu tinggal di kompleks rumah dinas karena alm ayah saya PNS di luar Jawa. Wah lumayan ya di perumahan dinas ini ada fasilitas lapangan buat olsh raga. Meski tinggal di rumah dinas bang Day nggak terlena karena sudah punya home sweet home untuk pendiun bersama keluarga nanti..

    BalasHapus
  41. Beruntung banget yah Bang Day, karena udah menjadi PNS. :) dapat rumah dinas lagi, walau dahulu pernah "beda keyakinan " wkwkwkwk. # ingat cerita beda keyakinan,bikin saya jadi tersenyum.

    BalasHapus
  42. Namanya hidup banyak suka dukanya ya bang, termasuk tinggal di rumah dinas. Tapi lucu juga karena nggak ada kesempatan buat pura-pura sakitπŸ˜‚

    BalasHapus
  43. Belum pernah merasakan tinggal di rumah dinas karena bukan dari keluarga PNS, he, he...

    Rumah dinas itu biasa dekat dengan kantor yΓ ? Jadi kalo sakit, pasti teman2nya nengokin. Lucunya beli apa saja pasti teman sekomplek jadi tahu, he, he.

    BalasHapus
  44. Tinggal di rumah dinas ada suka dukanya, tapi yg jelas lebih menghemat biaya banyak.... btw home sweet homenya nyaman sekali Bang, tinggal nunggu kapan bisa ditempatin

    BalasHapus
  45. hahahaha suka dukanya relate banget ya, aku dulu juga gitu nih Bang. Tapi nomadennya cuman seputaran kota itu doang, waktu bapak masih dinas. Dan memang kita nggak boleh terlena, begitu pensiun pindah ke Jawa deh hihihi.
    Sehat selalu bersama keluarga, Bang.

    BalasHapus
  46. orangtua aku pns semua, kalau tinggal di rumah dinas enggak, seringnya main kerumah dinas hahaha, ya temen-temennya bapak yang tinggal di rumah dinas.
    rumah bapak aku sekarang, tetangganya ya temen kantornya juga, kayak semacam kompek kantor,lagi lagi orang kantornya.

    anak-anaknya bang day udah bisa ngebedain galaknya bu gurunya sama mamaknya ya hehehe, sama kayak adik aku, dirumah adaaa aja teriakan teriakan tiap hari, paling kalo di sekolah, dia diam nggak banyak tingkah

    BalasHapus
  47. wkwkwkwk...
    ga bisa bolos dengan alasan sakit ya bang...
    πŸ˜„

    home sweet home-nya keren bang..

    BalasHapus
  48. saya bimbang kalau menginap di sini, saya tak nak balik rumah hehehe sebab tempatnya tampak selesa dan bersih

    BalasHapus
  49. Mas-mas, mau nanya. Maap nih kalo pertanyaanya receh. Selama mas pindah-pindah tugas, KTP-nya ikut pindah apa tetep domilisi pertama mas?

    BalasHapus
  50. Bagian "Bikin terlena" jadi inget pemberitaan kisruh pengosongan rumah dinas tni. Mudah2an masnya karirnya naik + gajinya naik, konten yang bagus saya suka.

    BalasHapus
Next article Next Post
Previous article Previous Post

---------- Label -----------

Cenderamata (3) course (3) Danau (3) Experience (18) Festival (2) Finance (5) Flight (4) Formal Dinner (2) Heritage (16) Hotel (16) Info (2) Journey (9) Kuliner (4) Lounge (7) Pantai (8) Reward (3) Spirit (7) Story (41) Study (5) Sunset (3) Taman (7) Tips (10) Vacation (28)