Kamis, 12 Desember 2019

author photo
Kelok Empat Puluh Empat dengan latar Danau Maninjau
Jejakbede.online - Jalan Kelok Empat Puluh Empat, Puncak Lawang dan Danau Maninjau merupakan tiga destinasi wisata berbeda di Sumatera Barat, namun dapat dinikmati sekali waktu. Hal ini karena ketiganya berada dalam satu jalur perjalanan.

Awalnya sih saya kurang tahu tentang Kelok Empat Puluh Empat ini. Seingat saya yang ada hanya Kelok Sembilan yang terkenal dengan jalan layangnya. Sepertinya saat guru geografi SMP menerangkan bab ini saya sedang ke toilet saat itu😁.
Kelok lainnya: Menikmati Keindahan Jalan Layang Kelok Sembilan Sumatera Barat

Setelah si Sulung cerita kalo di Sumatera Barat juga ada jalan dengan kelok-kelok yang lebih menantang, baru deh saya gugling.

Ternyata jalan kelok Empat Puluh Empat ini atau "ampek puluah ampek" dalam bahasa Minang merupakan salah satu jalan akses menuju ke Danau Maninjau dari arah Bukittinggi. Jumlah kelokannya memang sejumlah 44 buah kelokan.

Kamipun merencanakan untuk dapat menjajal sensasi Kelok Empat Puluh Empat ini. Saat itu kami berangkat dari Bukittinggi.

Menurut teman-teman keindahan Danau Maninjau akan lebih terlihat pada setiap kelokan Empat Puluh Empat jika kita mengarah dari atas di Puncak Lawang.

Kemudian menurut mereka pula perlu perlu kehati-hatian ekstra untuk orang yang baru pertama kali melintasi Kelok Empat Puluh Empat. Akan lebih aman jika berkendara dari arah atas menuju danau. Kendaraan dari arah depan akan mudah terlihat.

Dari Bukittinggi kami mengambil rute melewati Ngarai Sianok. Sebenarnya ada tiga rute yang bisa ditempuh salah satunya melalui Ngarai Sianok yang terkenal ini. Jadinya kami bisa sekaligus menikmati keindahannya. Mungkin akan saya posting berikutnya nih tentang ngarai tersebut.
Wisata Bukittinggi:

Baiklah, mari kita bahas satu persatu wisata "three in one" ini yang juga merupakan salah satu paket wisata andalan di Sumatera Barat.


Puncak Lawang

Puncak Lawang adalah sebuah area pada ketinggian sekitar 1.300an meter di atas permukaan laut. Dari Puncak Lawang ini kita bisa menikmati keindahan keseluruhan Danau Maninjau.
Puncak Lawang dengan latar Danau Maninjau
Si Sulung di Puncak Lawang dengan latar Danau Maninjau

Danau Maninjau sendiri elevasinya hanya sekitar 400an meter dari permukaan laut. Nah jalan penghubung dari ketinggian di Puncak Lawang ke Danau Maninjau yang jauh lebih rendah tentunya harus dibuat berkelok guna melandaikan kemiringan.

Hasilnya jadilah jalan dengan jumlah kelokan sebanyak empat puluh empat tersebut. Profil ketinggian dan kontur jalan kelok Empat Puluh Empat dari Puncak Lawang ke Danau Maninjau seperti terlihat pada gambar ini.
Profil ketinggian dari Puncak Lawang ke Danau Maninjau
Jalur Puncak Lawang ke Danau Maninjau melalui Kelok Empat Puluh Empat

Saat itu kami tiba sekitar pukul 9 pagi di Puncak Lawang. Pada ketinggian 1.300an meter, pagi hari tentunya terasa sangat dingin. Tetapi jika menunggu siang kata teman-teman akan keburu berkabut, keindahan Danau Maninjau tidak akan terlihat.

Pada Puncak Lawang terdapat beberapa spot untuk mengambil foto ke arah Danau Maninjau. Kita hanya perlu bayar parkir saja.
Danau Maninjau dari arah Puncak Lawang
Danau Maninjau dari salah satu spot foto di Puncak Lawang

Pemandangan ke arah Danau Maninjau dari sini memang sungguh indah. Beningnya air danau seperti hamparan kaca cermin. Kemudian suasana pemukiman di sekitar danau masih terlihat hijau karena masih banyak pepohonan di sekitarnya.

Ditambah suhu udara yang sudah pasti sangat sejuk karena berada di ketinggian, membuat kita betah berlama-lama di Puncak Lawang ini.
Danau Maninjau dari arah Puncak Lawang
Tukang foto yang kena foto di Puncak Lawang


Sisi tempat berfoto di Puncak Lawang tersebut merupakan puncak dari lembah yang tinggi. Lembah ini terbentuk antara Puncak Lawang di ketinggian dan tepian Danau Maninjau yang lebih rendah. 

Kita musti berhati-hati saat mengambil foto karena di sini masih minim pagar pengaman. 

Setelah puas jepret-jepret kami sempatkan menikmati sarapan di warung dekat kami parkir. Hitung-hitung penghargaan atas mereka yang menyediakan spot untuk berfoto tersebut.


Kelok Empat Puluh Empat

Selesai sarapan, perjalanan sesungguhnya segera dimulai. Menyusuri kelok Empat Puluh Empat menuju Danau Maninjau. Bagaimana tajamnya kelokan yang ada dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Kelok Empat Puluh Empat
Jalur Kelok Empat Puluh Empat. Foto sc dari: https://www.youtube.com/watch?v=RiSFx8km6-w

Semua menggunakan safety belt karena sopirnya yaitu saya sendiri baru pertama kali menjajal kelokan ini. Anak-anakpun cukup antusias dan mulai menghitung jumlah kelokan.
Salah satu penunjuk urutan pada Kelok Empat Puluh Empat

Namun karena ternyata di setiap kelokan ada nomor keloknya, akhirnya anak-anak fokus pada pemandangan ke arah Danau Maninjau.

Jalan pada kelok Empat Puluh Empat cukup ramai karena merupakan akses utama dari dan ke Bukittinggi. Peraturan berkendara di sini adalah mengutamakan kendaraan yang dari arah bawah.
Pemandangan ke arah Danau Maninjau pada salah satu kelokan di Kelok Empat Puluh Empat 

Jadi jika berpapasan pada salah satu kelokan maka kita yang dari arah atas harus menepi dan berhenti untuk memberi kesempatan kendaraan dari arah bawah tersebut.

Dan karena kelokannya cukup tajam, kendaraan panjang seperti bus dan truk besar biasanya akan kesulitan berbelok di sini. Kita yang dari arah atas mesti sabar menunggu hingga mereka dapat melewati setiap kelokan.



Danau Maninjau

Setelah menempuh hampir satu jam menyusuri kelok Empat Puluh Empat, tibalah kami di pertigaan Danau Maninjau. Jalur utama mengitari danau adalah yang ke kanan.

Jalur ke arah kiri juga mengitari tepian danau namun lebih kecil, tidak selebar jalur yang ke arah kanan.
Salah satu sudut Danau Maninjau. Foto: https://selalucintaindonesia.wordpress.com

Danau Maninjau adalah salah satu danau terbesar di Sumatera Barat yang berada di Kabupaten Agam. Danau lainnya adalah Danau Singkarak di Kabupaten Solok.

Jarak dari Padang ke Danau Maninjau sekitar 140 kilometer atau sekitar 3 jam perjalanan. Jalannya cukup landai dan tidak banyak kelokan tajam.
Danau Maninjau
Danau Maninjau

Berbeda  jika dari Bukittinggi yang kami lalui, jarak ke Danau Maninjau hanya 50an kilometer. Namun kita harus melewati kelok Empat Puluh Empat di atas. Jalur yang menantang namun memberikan sensasi pemandangan yang indah.

Danau Maninjau dikelilingi perbukitan yang indah, salah satunya ya Puncak Lawang tersebut. Di danau ini banyak objek wisata yang berada di tepian danau. Di sini terdapat pula PLTA Maninjau yang menyokong sumber listrik di Sumatera Barat.

Begitulah cerita saat kami menyusuri Kelok Empat Puluh Empat menuju Danau Maninjau dari Puncak Lawang. Sayangnya dokumentasi kami tidak banyak karena musnah di hp si Sulung yang rusak.

This post have 80 komentar

Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel yah. Mohon maaf spam dan link aktif akan dihapus.
Terima kasih sobat...πŸ‘πŸ‘πŸ‘

  1. Kelokan sebanyak itu, 44, aduh saya tak sanggup.
    Nyerah deh, bisa pusing dan pening
    Lebih amannya, kalau saya sewa sopir yang punya pengalaman medan saja
    Pemandangnya indah juga ya
    Sungguh menakjubkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo nyetir sendiri gak bakal pusing mas.
      Kalo disupirin malah tidur ntar. Pemandangannya ya kelewat deh

      Hapus
  2. Mantap kelokannya banyak sekali bang. Untung pemandangannya menarik ya, jado bisa rehat sejenak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya lumayan 44 kali harus banting setir kiri dan kanan. Nah emg daya tariknya ya pemandangan ke arah danaunya

      Hapus
  3. Perasaan wakty itu sdah pernah post jalan kelok sembilan bang, apa postingan beda yah hehe
    Sy pernah sekali ke padang dan melalui jalan yang panjaaaang banget di padang panjang, kanan kirinya kebun kakao
    Trus mampur kelok empat puluh empat buat ke puncak lawang juga,dan waktu tu sy ga ngeh takkirain yang sy kunjungi dana singkarak ternyata danau maninjau, bener2 pemandangan terdebest, sampai sekarang aja sy masi blom muvon pengen melancong ke koto bukittinggi dan sumbar lagi, kapan2 post legenda lembah harau dan macannya dong bang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah, mbak mbul ke Padang diem diem wae

      Hapus
    2. Iya mba, postingan yang beda soal kelok sembilan. Wah mb Gust mainnya jauh juga yah dah sampe sumatera segala.
      Kalo Singkarak ada di bagian pegunungan sebelah timur mba. Pemandangannya juga ok. Tapi kayaknya emg Maninjau lebih indah

      Hapus
    3. Bang Aul gak bisa dikontak kali saat itu hehehe

      Hapus
  4. Saya sudah beberapa kali baca tentang kelok empat puluh empat. Tapi belum pernah ke sana. Kalau kelok sembilan sih sudah pernah. Boleh juga nih, tapi harus cari sopir handal; kalau gak, serem juga ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah dari mana ke mana waktu itu mba sampai ke kelok sembilan?
      Yup harus ngajak sopir yang handal buat ke kelok 44 :)

      Hapus
  5. Seminggu lalu ke sini
    Muaaal

    Hahahahhaa

    Berhenti hampir setiap 8 kelok
    Ngambil napas dan foto-foto hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah rugi kalo lewat sini nutup kaca. Selain mual ya pemandangannya jadi gak optimal. Ya gak bang Aul

      Hapus
  6. Mantap banget nih kelokannya banyak banget. Udah kayak arena balap ya. Tapi kalau hasilny pemandangan cantik ya mau aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. beberapa kali event balap sepeda Tour de Singkarak pernah ngambil rute di sini, termasuk yang tahun 2019 ini mba.

      Hapus
  7. aku nyerah lihat jalannya MUNGkin aku akan langsung kena vertigo kalau kesini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba jajal sebagai driver bang, pasti seru

      Hapus
  8. Membayangkan berpapasan dengan Truk Tronton panjang tepat pada tikungan ke 44... Pasti akan sukar untuk dilupakan, seperti kenangan terhadap mantan... salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Truk-truk panjang sepertinya gak lewat sini mas. Mereka takut ketemu mantan. $eh

      Hapus
  9. Gak kebayang saya naik mobil lewat kelok 9 ga tahan, tapi liat danau maninjaunya keren banget jadi pengen ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelok 9 dengan adanya tol udah gak berasa apa yah mba. Nah kelok 44 masih jalur aslinya nih

      Hapus
  10. Bang, kenapa gak ngjak. Mau numpang ke pemandiang air hangat Maninjau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini beberapa bulan lalu bang, pas hari kedua lebaran

      Hapus
  11. Saya sering mendengar keindahan danau Maninjau tapi sayangnya belum pernah kesana, ternyata harus melewati jalan kelokan empat puluh empat ya.πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak juga mas. Kalo dari arah Padang kita gak akan bertemu kelok 44 ini. Jalannya lurus dan rata

      Hapus
  12. Waduhh, Bang Day. Itu jalan unik banget, Kelokan 44. Kalau saya berkesempatan bisa datang kesana, saya harus pastikan driver nya udah profesional. Apa Bang Day ga merasa was² melewati nya....??!!
    Tapi, takjub saya, itu pemandangan di sepanjang perjalanan nya bener² indah ya.. πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya was-was juga mba. Apalagi kami bawa bayi heehhe. Ya kami jalan santai aja, gak ngebut biar bisa menikmati pemandangannya juga.

      Hapus
  13. Keren pemandangannya om.. asik jalan2 aja nih omπŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Liburan yah jalan2 lah. Masak kerja kerja mulu hehehe

      Hapus
  14. Enaknya liburan sambil menikmati pemandangan yang menyejukan mata ya bang day.. jd pengen kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Liburan jangan dipake kerja :)

      Hapus
  15. The most beautiful lake! Kelok 44 memang luar biasa.
    Haha, the photograph was so serious, unaware a person shot him :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. How about in USA mba. Is there any kelok-kelok like this 44?

      Hapus
  16. Balasan
    1. Tentunya mas, makanya banyak yang berkunjung sekedar menikmati pemandangannya

      Hapus
  17. Sangat mencabar laluan perjalanannya. Kena berhati hati memandu di selekoh tajam begini. View di puncaknya sungguh cantik sekali.

    BalasHapus
  18. Bih...
    Danaunya keren banget euy...
    Bersih gitu..
    Coba dibuatin videonya bang, pasti keren lah..

    BalasHapus
  19. 44 kelokan.. terbayang sebelum pergi saya harus minum antimo dulu kayaknya..:(

    BalasHapus
  20. Sama bang, aku taunya kelok 9. Lha ini ada kelok empat puluh empat. Nggak bisa bayangin nglewati jalan ini, pasti aku mabok. Huhu

    BalasHapus
  21. Uwauuuww....
    seru tapi bahaya juga bentuk kelokannya, ya?
    Berjumpa satu kelokan jurang terjal di Kawasan Lintas Selatan Malang tempo hari saja bikin istughfar ga henti-henti, hehehe

    BalasHapus
  22. mungkin bukan rezeki kami. kami datang ketika Bukittinggi masih diselubungi jerebu. so bila sampai puncak lawang, kamu cuma nampak jerebu sahaja. langsung tidak kelihatan view yg cantik2. then melalui kelok 44, otw pergi kami sanggup mengira kelok tp bla blk, semua tidur hahaha

    BalasHapus
  23. Wow kelok 44, pak sopir diuji bener nih nyalinya,...Viewnya keren sekali ya Bang

    BalasHapus
  24. Wiii asyik banget pemandangan kelok 40 dari atas, sensasinya tuh... apalagi disopirin sama yang malas ngerem bisa muntah abis.. btw pemandangan-pemandangannya layak banget dikunjungi. Bayangin viewnya pas pagi..

    BalasHapus
  25. Kalau kelok sembilan sering kesana aku mas, cuma kelok empat puluh empat baru dua kali kalau nggak salah ... Yaa sempat mampir juga kedanau maninjau yang katanya bisa mencari jodoh...Berhubung udah punya bini jadi nggak nemu2 dah..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  26. membayangkan saja ngos-ngosan, tapi kalau liat fotonya keren banget hahaha.
    Di tempat ortu saya juga ada kayak gini, tapi nggak sampai 40 kelokan sih, dan lebih indah ini karena hijau, di sana mah gersang penuh batu.

    Melihat semua keindahan alam dari blog aja, saya udah merasa betapa cemennya saya, udah segini usianya, cuman berputar di daerah ortu saya dan di Jatim hahaha

    BalasHapus
  27. Antara pen menikmati pemandangan indah tapi juga konsentrasi tingkat dewa ya nyetir di sini. Kebayang seremnya kalo film fast n furios syutingnya di sini dan mereka ngedrift sambil kebut-kejutan.

    BalasHapus
  28. Kalau naik motor, sepertinya saya masih oke kalau harus melewati kelok 44 ini. Tapi kalau pakai mobil atau kendaraan roda empat lain, saya nyerah mas. Pusing dan nggak kuat sepertinya :D

    BalasHapus
  29. kelok 44? ampun dah.. saya pusing gak ya kalo kesana. hihi..

    tapi pemandangannya buaguusss bangeett gak boong bang day. danau maninjau nya tjantikss banget masyaallah.. belum pernah liat yang kayak gitu saya. di jakarta gak ada bang day.. hehehe

    BalasHapus
  30. ada beberapa kali saya pernah kemari memang bagus. Eh keren.

    BalasHapus
  31. kirain cuma ada kelok sembilan aja nih,, keinget striker timnas jadinya hehee

    BalasHapus
  32. Belum ada update terbaru nya ya kang, balik dulu ah.πŸ˜„

    BalasHapus
  33. Nah jadi tahu, pengen ke Danau Maninjau... kapanlah yaa :D

    BalasHapus
  34. Indah sekali yah Bang, Penampakan jalan berkeloknya kalau dilihat dari Atas. Tempat ini pasti dingin banget yah Bang..? Saya ngak kuat nih kalau dingin.

    Eee.....ada Bu Kumendan yah di dalam Foto diatas...?

    BalasHapus
  35. Begitu cantik dari puncak
    Indahnya sungguh layak

    BalasHapus
  36. berkali-kali saya ke Agam, 2 kali kelilingin Danau Maninjau. tapi belum pernah ke puncak lawang & lewat kelok 44. ahhhaha
    dendam banget saya

    BalasHapus
  37. sumbar itu penuh kelokan asyik ya bang hadu kapan bisa ke sana
    dan danau maninjau itu bagus banget ya allah

    BalasHapus
  38. Pemandangannya keren ya bang, apalagi pas diliatin dari atas :D.

    BalasHapus
  39. Subhanallah, indah betul bang pemandangan danau Maninjau-nya. Tapi ngeri juga yah trek kelok 44-nya, gak boleh meleng nih kalau lagi lewat situ.

    BalasHapus
  40. Pemandangannya indah sekali. Kalau ada kesempatan ke sana mungkin akan sewa sopir saja, biar bisa full menikmati keindahan pemandangan di jalanan kelok 44 ini tanpa pusing-pusing nyetir.

    BalasHapus
  41. kelok sembilan aja sudah menegangkan apalagi kelok 44 gimana rasanya ya bang, tapi panorama alamnya sungguh mengagumkan

    BalasHapus
  42. Wah ternyata kelok sembilan punya saingan yang lebih dahsyat ya, empat puluh empat. WOW! Gak kebayang mengendarai kendaraan harus profesional dan super hati-hati deh.

    Dan menariknya, ternyata ada alasan utama kenapa dibuat sebanyak empat puluh empat, untuk menyesuaikan ketinggian dan kontur jalan. Good job lah.

    BalasHapus
  43. Saya sudah follow blog keren ini Bang Day

    BalasHapus
  44. Ini kisah Gue, tau gak? Gara-gara Menjanda, Gue Gak Bisa Ikut Kibo Robot Programming Challenge :D :D

    https://asroteknologi.net/gara-gara-menjanda-gue-gak-bisa-ikut-kibo-robot-programming-challenge/

    Share semoga tembus sama minat anak SMA dan anak Kuliahan!

    BalasHapus
  45. Widiii bang day mainannya jauh2 mulu di sumatera.. mantappp dah... kapan2 saya ingin ksna banh

    BalasHapus
  46. Aku trakhir ke Danan maninjau itu pas SD. Ya Allah udh lama bangettttt. Kangeeen ih. Dan pemandangannya memang luar biasa. Kelok 44 nya menantang to Alhamdulillah ga bikin mabok.

    Btw, mau yg lebih menantang mas? Ada kelokan yg jumlahnya 1200. Itu dari tarutung ke Sibolga, full tanpa henti kelokan semua dan totalnya 1200. Lama perjalanan kurleb 2 jam lebih. Suamiku pas pertamakali bawa mobil ksana, keder lgs wkwkwkwkwk... Mata hrs awas luar biasa Krn jalannya LBH jelek drpd kelok 44 :D. Monggo dicoba :D

    BalasHapus
  47. Eah, kelok 44 ini yang pingin banget kuliat dan kunikmati. BTW sopir yang handal dan tahu medan adalah koentji ya?

    BalasHapus
  48. Sayaa pernah kesini untung nggak mabok. Pemandangannya luar biasa

    BalasHapus
  49. kereen sekali pemandangannya. selalu penasaran, tapi kesempatan kesana belum ada.semoga suatu hari nanti.doain yaaa

    BalasHapus
  50. Ini benar-benar menantang, kelokan sampai 44. Kebayang kalau berpapasan dengan kendaraan lain, kalau aku jadi penumpang pasti deg-degan.

    BalasHapus
  51. MasyAllah bagus ya pak. Saya jadi iri hihihi. Saya orang padang tapi belum pernah menikmati tempat-tempat di atas itu seperti danau maninjau. Semoga nanti aku bisa jalan-jalan ke sana biar nggak kayak padang murtad aku dibilang orang-orang hihihi

    BalasHapus
  52. kalau denger nama Danau Maninjau itu jadi inget waktu pelajasan IPS SD. Pertanyaannya sebutkan 2 pulau besar di pilipina. Salah satu jawaban saya adalah Pulau Maninjau, mestinya Mindanau. duh.

    BalasHapus
  53. kayaknya enak turing kesini dah

    BalasHapus
  54. Sangat menambah wawasan. Walau foto kelok 40 lumayan bikin jantung berdegup kencang.

    Salam edukasi.
    Owner esaiedukasi.com

    BalasHapus
  55. Indah sekali. Semoga bisa berkunjung kesana.

    BalasHapus
  56. Keloknya banyak bener ya sampai 44. Baru tau ada aturan berkendaranya kalau mengutamakan kendaraan yang dari bawah. Ada penjelasan logisnya kenapa mengutamakan kendaraan dari bawah ya kak?

    BalasHapus
  57. Mas, kok anaknya udah gede yah?

    Wkwkwkwk

    BalasHapus
  58. jauh juga ya kalo dari padang
    semoga nanti ada kesempatan explore sumatra, selamaini cuma baca baca cerita danau maninjau aja

    BalasHapus
Next article Next Post
Previous article Previous Post

---------- Label -----------

Cenderamata (3) course (3) Danau (3) Experience (18) Festival (2) Finance (5) Flight (4) Formal Dinner (2) Heritage (16) Hotel (16) Info (2) Journey (9) Kuliner (4) Lounge (7) Pantai (8) Reward (3) Spirit (7) Story (40) Study (5) Sunset (3) Taman (7) Tips (10) Vacation (28)