Jumat, 18 Oktober 2019

author photo
JejakBeDe.online - Menikmati sunset dan menyusuri jejak kejayaan Kota Tua Ampenan  - Lombok. Cerita kilas balik saat bersama keluarga menikmati liburan selama 15 bulan di Lombok 😊.

Ampenan adalah satu kawasan di pesisir barat Kota Mataram, Lombok. Meski pantainya tidak seindah pantai lainnya di Lombok, Pantai Ampenan setiap sore ramai didatangi pengunjung. Umumnya pengunjung domestik atau juga warga asli Lombok.
Tentang Lombok:

Wisatawan asing kebanyakan akan berkunjung ke destinasi wisata lain yang memang sudah terkenal ke mancanegara seperti Pantai Senggigi dan Gili Trawangan.

Pasir di Pantai Ampenan berwarna kehitaman, kontras dengan pantai-pantai lain yang menjadi incaran para turis ke Lombok. Namun yang menjadi daya tarik adalah sensasi sunset di Pantai Ampenan karena saat matahari terbenam arahnya tegak lurus terhadap pantai. 
Pengunjung yang menunggu sunset di Pantai Ampenan Mataram Lombok

Hal ini karena memang Pantai Ampenan tepat di sisi barat pulau Lombok. Jaraknya hanya 8 kilometeran saja dari pusat Kota Mataram. Dari pantai ini, jika terus lurus mengarungi laut ke barat maka akan sampai ke Pulau Bali.
Tentang Bali: Menikmati Pesona Pantai Pandawa Bali

Pantai Ampenan ini menjadi salah satu alternatif tempat wisata bagi saya dan keluarga selama di Mataram. Selain untuk menghabiskan waktu, karena di sini terdapat satu-satunya penjual pisang goreng kesukaan kami😁.

Lokasi wisata di Pantai Ampenan ini dulunya adalah pelabuhan niaga terbesar di Lombok. Selain untuk aktivitas transportasi, awalnya sebagai pangkalan militer kerajaan Selaparang Lombok saat menghadapi serangan kerajaan Gel Gel dari Bali. Ini terjadi pada sekitar abad ke-17.

Jika air laut sedang surut, kita masih bisa melihat tiang-tiang bekas pelabuhan Ampenan. Tiang-tiang tersebut menjorok ke arah tengah, dari anjungan yang memang dibuat khusus untuk pengunjung.
Tiang-tiang yang terlihat di sisi kanan adalah bekas Pelabuhan Ampenan dulu

Laut dan suasana sunset merupakan bagian yang melekat dalam hidup saya. Sebagai anak pantai (tsaah) maksudnya anak yang rumahnya dekat pantai,  pantai menjadi hal yang selalu dirindukan. 

Menikmati suasana pantai, laut lepas dan nuansa sunset seolah menjadi pelepas rindu kampung halaman. Mengingat kembali masa kecil yang hampir tiap hari bermain sampan di laut. Sayangnya zaman itu belum ada fasilitas untuk selfie di atas sampan 🤣🤣🤣.
Sunset di tanah seberang: Mengejar Pemandangan Sunset dari Gedung Opera Sydney Australia

Eh inikan mau bahas sejarah kejayaan Kota Tua Ampenan yah... maaf jadi ngelantur🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️. Ya ya... lanjut.

Jadi untuk menuju Pantai Ampenan ini, kita akan melewati kawasan Kota Tua Ampenan. Kota ini dulunya ramai seiring ramainya aktivitas Pelabuhan Ampenan. Sekarang Kota Tua Ampenan merupakan Jaringan Kota Pusaka Indonesia karena nilai sejarahnya. Dapat dibaca di sini: Sejarah Kota Tua Ampenan

Jika kita baru pertama kali berkunjung baiknya mengaktifkan google maps yah, karena jalan menuju Pantai Ampenan tidak dilengkapi banyak rambu penunjuk.
Sisi kiri dari bekas pelabuhan Ampenan

Dari gerbang utama, kita akan melewati area terbuka yang pada malam hari akan penuh sesak dengan pengunjung. Di sisi kiri area terbuka ini terdapat sebuah mushola yang cukup besar. Jadi gak usah khawatir ketinggalan sholat magrib saat menunggu sunset di Pantai Ampenan.

Di sisi kanan adalah food court yang umumnya menjajakan makanan khas Lombok seperti Ayam Bakar Taliwang dan sate Rembiga.
Food court di area Pantai Ampenan. Sumber foto: https://www.balitourism.nl

Jika kita berjalan lurus ke arah pantai maka kita akan menemukan anjungan utama yang dinamakan Anjungan Satu Hati. Di sini merupakan letak Pelabuhan Ampenan yang dulunya menjadi tempat kapal-kapal bersandar.
Anjungan utama di Pantai Ampenan

Mengutip Britannica.com, disebutkan bahwa pada tahun 1894 Belanda menduduki Lombok karena melihat potensi pada Kota Ampenan ini. Selanjutnya pada 1924 Belanda terus mengembangkan kota tersebut mengandalkan kegiatan ekonomi dari aktivitas pelabuhan Ampenan.

Ampenan berkembang menjadi pusat perdagangan di mana pelabuhannya menjadi pelabuhan ekspor ternak ke wilayah di pulau-pulau lain.
Baca juga yah: Berkunjung Ke Taman Narmada Lombok, Taman Para Raja

Saat Jepang masuk menjajah, aktivitas pelabuhan Ampenan dihentikan. Sesudah Jepang angkat kaki, aktivitas di Pelabuhan Ampenan kemudian digiatkan kembali.
Salah satu sudut Kota Tua Ampenan, sebelum direvitalisasi. Sumber foto: http://explorlombokisland.blogspot.com

Pelabuhan Ampenan kemudian menjadi pelabuhanan penyeberangan yang menghubungkan Lombok dengan Bali. Namun karena alasan keamanan, aktivitas ini dipindahkan ke pelabuhan baru yang lebih baik di Lembar.
Wisata lain di Lombok: Eksotisme Gili Sudak Lombok

Berpindahnya pelabuhan ke Lembar secara perlahan membuat kegiatan ekonomi di kota tua Ampenan meredup. Menyisakan bangunan-bangunan lama yang menyimpan sejarah panjang terbentuknya kota Mataram.

Saat ini saat menikmati sunset di pantai Ampenan, kita hanya bisa menyaksikan tiang-tiang pancang pelabuhan Ampenan yang pernah dibangun Belanda. Bangunan tua dan tiang pancang tersebut menjadi saksi sejarah kejayaan kota tua Ampenan. 

This post have 67 komentar

Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel yah. Mohon maaf spam dan link aktif akan dihapus.
Terima kasih sobat...👍👍👍

  1. lombok is beautiful semoga bisa pulih duniap ariwisata disana setelah gempa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bang... butuh waktu untuk benar2 pulih seperti sedia kala

      Hapus
  2. Wah, baru tahu, ampenan itu sebuah kota tua. Belum pernah ke Lombok. Pengen suatu saat bisa ke sana. Setahu saya ampenan terkenal ayam bakarnya. Tfs, nice info

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buruan booking tiket mba. Gak bakal nyesal lo ^_^

      Hapus
  3. Sempat berkunjung ke kota tua nya ampenan, tapi sayang bagi saya aura kota tuanya tidak terlalu berasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Bli putu. Saat kami di sana memang belum direvitalisasi. Sekarang katanya sudah lebih ok

      Hapus
  4. kalau duduk tepi pantai, memang tak ada aktiviti lain kecuali tengok sunset...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sambil makan pisang goreng Cik

      Hapus
    2. dan secawan kopi warghhhhhhhhhhhhhh nikmat Tuhan mana nak kamu dustakan

      Hapus
  5. moga ada rezeki saya ke sini suatu hari nanti

    BalasHapus
  6. Menarik sekali. Ternyata di lombok juga ada kota tua. Nama anjungannya keren deh, satu hati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entah apa alasannya dinamakan demikian, gak ada penjelasannya hehee

      Hapus
  7. alami….luar biasa indah alamnya

    BalasHapus
  8. View sunset yang sangat mahal..cantik!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karunia Allah swt yang patut disyukuri yah

      Hapus
  9. Masya allah indahnyaaa. Uuwww doain bang biar bisa jalab2 ke lombok yaaa. Biar bisa nyunset gitu. Uhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin aamiiin... bakal puas deh mba kalo keliling Lombok

      Hapus
  10. semoga bisa mampir kesini kapan2 ya

    BalasHapus
  11. Duh ngelihat senja indah begitu rasanya langsung pengen putar lagu indie, hahaha. Lombok kece parah ya, semoga kelak ada kesempatan kesana ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin mba. Suasana sunset di pantai emg sesuatu banget ya

      Hapus
  12. Gapapa ngelantur, tetap saya baca. Hehehe (^^)

    BalasHapus
  13. wah keren banget mas pemandangannya

    BalasHapus
  14. Aku juga anak pantai loh. Tapi sudah lama nggak berburu sunrise maupun sunset. Biasanya suamiku lebih memilih sunrise karena kalau sunset takut ketinggalan sholat magrib. Nah, kalau di pantai Ampenan ini kayaknya nggak ya. Kan ada mushollanya, jadi pikiran lebih tenang, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu asyiknya mba. Abis liat sunset bisa lgsg sholat magrib trs lanjut kulineran

      Hapus
  15. Sambil jalan jalan, sambil bernostalgia sejarah ya...he he he

    BalasHapus
  16. Sunsetnyaaa cantiiik bgt! Tapi kota tuanya juga menarik hati. Saya itu sangat suka dengan peninggalan kota tua dan cerita sejarahnya.
    Semogaa..suatu saat bisa kesampaian pergi ke Lombok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah minat kita sama rupanya mba ^_^.
      Bisa jadi blog sejarah jalan2 nih heheh

      Hapus
  17. Apa kabarnya lombok Bang setelah dihantam gempa waktu itu? Pemandangan di pantai Ampenan di sore harinya indah ya. Keliatan indahnya di fotonya. MasyAllah membuat kita jadi memuji penciptanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami belum ke Lombok lagi setelah gempa mba.

      Iya sunset dan laut cerminan kita melihat keagungan Allah swt

      Hapus
  18. ah, lombok dan pantainya memang selalu memikat
    tak pernah membuat bosan apalagi hendak melupakan :D
    pasti selalu tersimpan rapi dalam memori

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmm sepertinya ada kenangan khusus nih di pantai or lomboknya :)

      Hapus
  19. Satu hal yg kudapat dr bewe ke blognya bang day ini

    Saya ngiler pingin punya keluarga yg bisa jj keliling indonesia maupun dunia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebetulan dapat jatah liburan abidin mba. Atas biaya dinas

      Hapus
  20. Liat kota tuanya ga kalah sperti di jakarta ya... Belum kesampaian mau ke Lombok.. Pas Agustus th yg lewat sy di Bali dan di Lombok sedang ada gempa... Jadi pas di kamar hotel jam 11 malem kita bangun semua dan turun... Smg sekarang ttp aman dan nyaman buat dikunjungi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah syukurlah mba saat di Bali gak kenapa2 yah.

      Padahal Bali ke Lombok udh dekat yah apa daya ada kekuatan alam yang lebih besar.

      Smg kelak mb Heni bisa ke sana

      Hapus
  21. Pantai yang cukup bersejarah sepertinya. Suka sedih kalau melihat geliat kota yang pernah jaya kemudian harus berjibaku kembali beradaptasi dengan dunia modern.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah sunatullah bang Doel. Kejayaan dan kemunduran akan silih berganti seperti siang dan malam.
      Eh malah ceramah. Maafken hehehe

      Hapus
  22. foodcourt-nya bagus banget bang...
    serasa nongkrong di luar negeri...
    jalannya bagus banget tuh dengan pola lantai yang bagus...
    keren..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bli Eka. Sayang saya gak pny fotonya terpaksa nyomot foto orang :)

      Hapus
    2. berarti harus beli kamera bang...
      wkwkwkwk...
      kalau semua tempat diatur dengan baik, wisata pasti bagus bang..
      yang di lombok sudah bagus ini pengaturannya..

      Hapus
  23. sunsetnya tjakep banget mas..
    duh, pengen banget bisa jalan-jalan ke lombok, kapan ya? huhu..
    dulu pernah ada rencana liburan ke lombok bareng teman2, tapi sayangnya hanya berakhir menjadi wacana aja.. syedih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa direncanakan ulang ma teman2nya mb biar gk hny wacana abadi :)

      Hapus
  24. Ampenan. Baru dengar nama itu. Kalo dengar kata Lombok, biasanya ga jauh2 dari tempat liburan hits. Waktu September 2016 kesana juga fuman eksplor Rinjani. Btw liburannya 15 Bulan Kak? Lama juga yaa 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Liburan abidin mba, atas biaya dinas :D

      Wah mantap dah kalo sempat naik Rinjani. kita aja yang 15 bulan malah gak sempat

      Hapus
  25. Sekilas mirip ancol yg airnya juga kehitaman mas LOL, tp ampenan ini punya nilai plus karna orang2 pgn liat sunset ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh bukannya di Ancol juga bisa liat sunset mba... saya punya fotonya tuh :)

      Hapus
  26. next trip plan kemana lagi bang semakin banyak tempat yang telah dituju selamat bang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh sebagai abdi negara pasrah aja ditugasin ke mana2 :(

      Hapus
  27. Saya suka banget lihat sunset😀, dan ternyata orang yang suka lihat sunset banyak juga ya sampai rame gitu. Saya suka sama food courtnya yang warna biru, kayaknya enak buat leyeh-leyeh😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya gak heran yah jika liat orang rela berburu sunset karena sensasinya ruarr biasa

      Hapus
  28. selalu suka kalau lewat Ampenan. deretan pertokoan tua dan sunsetnya.
    suka sama suasana kota tua di setiap kota dengan pemandangan yang berbeda

    BalasHapus
  29. wah keren mas tempatnya, apalagi saat senja, mantap

    BalasHapus
  30. wOW...Pengambilan fotonya kerenn Bang. Saya belum pernah nih Ke Lombok, :)

    BalasHapus
  31. Bisa dapet view foto yg mewah disini ya

    BalasHapus
  32. Foto foto dan spotnya keren banget ya bang.. mantap dan mantul

    BalasHapus
  33. Cakep banget sunsetnya, berharap suatu saat bisa ke Lombok dan Bali, aamiin

    BalasHapus
  34. So, Beautifful this palce...

    BalasHapus
  35. Wah, lengkap banget nih artikelnya. Saya dulu bisa ke Pantai Ampenan karena kebetulan ada tugas dari kantor ke Mataram. Jarang-jarang tuh ada tugas kantor ke luar kota. Dan yang saya ingat tentang Pantai Ampenan adalah saya mencobai banyak kuliner lokal di sana.

    BalasHapus
  36. Udah lama ga ke pantai, sunsetnya keren banget. Semoga bisa main ke Lombok bareng keluarga tahun depan, aamiin

    BalasHapus
  37. Pantes banyak pengunjungnya (meski penduduk sekitar), soalnya sunsetnya indah banget, ya.
    Btw salah satu alesannya Bang Day sekeluarga ke Pantai Ampenan unik juga, ya, sekadar nyari pisang goreng kesukaan 😁

    BalasHapus
  38. Saya belum lama tugas ke Lombok. Kota ampenan itu bagus yah ternyata. Bangunan tuanya masih terjaga semua. Cuman kusam doang. Coba kalo di cat ulang, pasti cantik banget. Pantainya juga asik banget kalo sore, Banyak jajanan murah di sini.

    BalasHapus
Next article Next Post
Previous article Previous Post