Senin, 26 Agustus 2019

author photo
JejakBeDe.online - Pekan kemaren kesampaian juga menikmati LRT Palembang yang canggih dan nyaman. Mungkin agak telat yah, tapi tetap senang karena ternyata teman-teman saya orang Palembang sendiri masih ada juga yang belum pernah naik LRT Palembang ini. Ironis yah hehe.

Soal warga Palembang yang belum semuanya sempat naik LRT Palembang ini ya sama juga dengan sebagian warga Jakarta yang belum pernah naik ke Monas. Atau sebagian orang Bogor yang belum pernah masuk Kebun Raya Bogor. Tetap ada ajakan yah hehe.
 Jejak di Bogor:

LRT singkatan dari "light rapid transit" atau diserap resmi menjadi "lintas rel terpadu", sebuah moda transportasi masal yang berbasis rel. Sekilas sih dari segi bentuk tidak ada beda antara LRT, MRT dan KRL. Perbedaan adalah pada kapasitas angkut, LRT paling sedikit. Kata mbah gugel lo yah.

Nah warga Palembang perlu berbangga karena merupakan kota pertama di Indonesia yang memiliki LRT canggih ini. Jakarta sebenarnya lebih awal membangun LRT, namun selesai belakangan.

LRT Palembang dikebut pembangunannya karena untuk menunjang event Asian Games 2018 tahun lalu. Asian Games inilah yang menjadikan moda transportasi ini menjadi terkenal. LRT akhirnya menjadi salah satu ikon baru Kota Palembang di samping Jembatan Ampera dan Stadion Jakabaring.

Pekan lalu bersama beberapa teman kantor kami mendapat tugas negara ke Palembang. Kurang lebih tiga hari di sana.

Suatu sore lepas urusan kantor di Palembang, kepikiran untuk mencoba LRT Palembang yang katanya canggih dan nyaman ini. Ngajak teman-teman, ternyata dah pada punya agenda masing-masing. Jadilah saya pergi sendiri. Sendiri? 😎😎😎
Urusan kantor lainnya:

Keinginan untuk mencoba LRT Palembang ini karena saat tiba di sini, sudah terlihat rel LRT layang yang membelah kota Palembang dengan lalu lalang LRT di atasnya. Seperti rel layang KRL dari Stasiun Cikini hingga Stasiun Jayakarta di Jakarta.

Dengan dipandu seorang kawan di Palembang, saya naik dari stasiun LRT Palembang di mall Palembang Icon (PI), karena ini stasiun terdekat dari hotel tempat kami menginap.

Saat membeli tiket ternyata LRT yang akan saya naiki merupakan kereta terakhir hari itu.
Hore keretaku tiba 

Kadung dah pengen mencoba LRT Palembang ini, saya tetap membeli tiket dengan tujuan stasiun paling akhir ke arah Stadion Jakabaring, tepatnya Stasiun DJKA. Toh balik hotel bisa naik taksi onlen pikir saya. 

Beberapa catatan saya nih saat  mencoba LRT Palembang yang canggih dan nyaman ini saya rangkum seperti di bawah ini nih.


Canggih

Kecanggihan LRT Palembang sih udah terlihat dari desain body dan interiornya yang modern dan aerodinamis. Sudah pasti pintu yang terbuka otomatis seperti pada KRL Jabodetabek terpasang di sini. Kemudian sistem informasi kedatangan dan keberangkatan yang sudah terintegrasi.
LRT Palembang saat di Stasiun DJKA

Kecanggihan lain yang ada pada LRT Palembang adalah sistem pengereman. Saat saya naik ini, tidak terasa adanya guncangan karena efek pengereman LRT saat hendak berhenti. Hal ini berbeda sekali saat kita naik KRL.
Cerita lain: Memantau Status Penerbangan dengan Aplikasi FlightRadar24

Pada KRL, saat kereta hendak berhenti ataupun hendak melaju akan terasa hentakan pada tubuh kita. Mengutip liputan.com, kecanggihan LRT Palembang ada pada sistem "automatic train protection". Kereta akan otomatis mengurangi kecepatan saat mencapai kecepatan ambang batasnya.



Nyaman

Selain canggih, LRT Palembang sangat nyaman. Mulai dari stasiun-stasiun yang modern dan lapang hingga desain kursi dan interiornya.

Secara umum stasiun LRT Palembang terdiri dari dua lantai. Karena menggunakan sistem jalur rel layang, untuk mencapai loket kita harus naik satu lantai dulu ke lantai satu dari jalan raya atau akses masuk lainnya.  Jalur LRT berada pada lantai dua

Untuk membeli tiket kita bisa secara tunai atau juga menggunakan e-money. Jika baru pertama kali, maka kartu e-money kita harus diregistrasi dulu pada loket baru kemudian dapat dikenali oleh sistem LRT.
Lantai satu  yang merupakan ruang tunggu LRT Palembang

Lantai satu ini juga merupakan ruang tunggu. Saat menunggu jadwal LRT, penumpang dihimbau menunggu di lantai satu ini. Setelah LRT hampir tiba maka para penumpang baru diminta untuk menuju lantai dua.

Kita bisa saja menunggu kedatangan LRT Palembang ini di lantai dua, namun harus berdiri. Fasilitas tempat duduk hanya untuk kelompok prioritas seperti ibu hamil, lansia dan disabilitas.

Stasiun LRT Palembang dilengkapi  eskalator dan lift untuk akses dari ruang tunggu ke lantai jalur LRT, selain tangga manual. Tentunya hal ini menjadikan LRT Palembang nyaman bagi para penumpangnya.

Bagian dalam LRT Palembang terdiri dari jejeran kursi yang berhadapan dengan warna biru muda untuk penumpang yang ingin duduk.
Fasilitas dalam LRT Palembang 

Jika penuh, terdapat fasilitas gantungan untuk penumpang yang terpaksa berdiri. Saat ini sih katanya masih jarang jika penumpang sampai harus berdiri. Mungkin suatu saat LRT Palembang akan sepadat CL di Jabodetabek.


Murah Meriah

LRT Palembang yang canggih ini ternyata tiketnya murah meriah. Jarak dekat hanya Rp.5.000 saja dan jarak jauh ke bandara Rp.10.000. 
Tiket LRT Palembang yang murah meriah

Jarak dari Stasiun PI ke DJKA sekitar 12 kilometer, tarif LRT Palembang hanya Rp. 5.000 saja. Jika saya bandingkan dengan taksi online saat balik, saya membayar Rp. 33.000. Untuk ojek online kalau tidak salah sekitar Rp. 17.000.

Jauh lebih murah bukan dengan LRT Palembang ini...

Gitu deh cerita pengalaman saat mencoba LRT Palembang yang canggih, nyaman dan ternyata murah meriah.

This post have 89 komentar

Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel yah. Mohon maaf spam dan link aktif akan dihapus.
Terima kasih sobat...👍👍👍

  1. LRT yang dibangun untuk persiapan event olah raga kemarin ya
    Wah tiketnya murah sekali/
    Saya yang di Jakarta belum pernah naik kereta ini, habis bingung mau kemana karena tak ada tujuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iya, ditunggu channel youtubenya biar lebih seru

      Hapus
    2. iya mas, ut asian games kemaren.
      wah saya gak bakat bikin video mas hehehe.
      btw channel mas djangkaru apa yah, kayaknya pernah saya tengok tapi lupa

      Hapus
  2. LRT dan terminalnya keren dan nyaman Bang Day, ongkosnya juga murah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba. Meski belum secanggih kayak di usa yah

      Hapus
  3. Kalo udah ada transportasi umum yang nyaman dan murah, apalagi aman, jadi gak bakal khawatir lagi mau naik apa ya kan mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba, kalo transportasi masal sudah tersedia, nyaman dan integrated perlahan masyakarakat akan beralih dari kendaraan pribadinya. Jangka panjang kemacaten sedikit berkurang dan polusi bisa lebih minim

      Hapus
  4. tiba2 saya terfikir. kalau palembang tidak menjadi host asian games, adakah LRT akan dibina juga? ;-) sebab hal yang sama juga berlaku di sini ketika malaysia jadi host commonwealth games 1998...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata teman2 sih kalo tidak ada asian games gak akan dibangun LRT cik hehe. So beruntunglah teman2 di Palembang

      Hapus
    2. so, dah ada kemudahan sebegini, pastikan ia dimanfaat sebaik mungkin...

      Hapus
  5. p/s mas, Inul juga popular di sini walaupun tidak sehebat Rossa dan KD ;-)


    para penontonnnnnnnn... hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah gitu yah... negara serumpun seleranya sama hehehe

      Hapus
  6. udah pernah nyobain MRT Jakarta donk pas msh gratisan hahahaha..btw LRT rame gakkk yang naik juga
    klo di Jakarta kan, apa sih angkutan umm yang gak penuh huhuhu..
    semoga suatu saat bisa nyoba jg :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ibu kota dah pindah nanti di jkt dah gak sesak2an lagi mba hehe

      Hapus
    2. Hahaha bener juga. Langsung cuz beli tanah d kaltim

      Hapus
  7. wahhh, mewah tempatnya ya mas!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya stasiunnya mewah dan keretanya juga modern

      Hapus
  8. Saya harap LRT juga bisa ada di Garut, khusus untuk komuter agar jalur wilayah Nagreg tidak macet mulu karena masalah utama transportasi adalah orang lebih suka naik kendaraan pribadi.
    Udara di jalur sepanjang Balubur Limbangan sampai ke Cicalengka untuk menuju stasiun kereta saja sekarang penuh polusi dan pengap.
    Saya harap, LRT tidak hanya ada di kota besar saja, kota kecil sub-urban pun harus ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebayang yah mba kalo semua kota-kota kita terhubung dengan transportasi masal yang nyaman dan canggih. Kemacetan sedikit berkurang dan udara jadi lebih bersih

      Hapus
  9. Palembang beneran beruntung gara-gara Asian games kemaren ya bang, jadi kota yang modern banget.
    Dan tiba-tiba saya ngiler kepengen pempek Palembang di tengah malam buta gini hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan mba.. LRTnya cmn sampe jam 6 sore :)

      Hapus
  10. heheh mantap djiwa bang day.. saya malah belum coba lrt dan sejenisnya.. maklum busui riweh nyoba kereta sekarang hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ntar klo baby dah bisa dibawa ke mana2 jadi seru tuh petualangannya mba

      Hapus
  11. akhirnya bisa icip LRT juga ya, bang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba... keliatan ndeso banget yah hehehe

      Hapus
  12. wahh wahh kesampaian juga ya mas nyobarin LRT , memang sih moda transportasi ini patut jd kebanggan bagi warga Palembang, nyaman dan modern, plus murah lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih jadi malu, keliatan banget ndesonya saya wkwkwkw.

      Hapus
  13. Waduh, saya bahkan yang MRT di Jakarta aja belum nyobain sampe sekarang, abis masih enakan pakai ojol ke mana-mana. Tapi keren yah, harus nyobain nih kapan-kapan, tapi LRT yang di sini, palembang kejauhan, kekeke.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jgn keseringan pake ojol bang, menambah polusi :)

      Hapus
  14. Wow, ternyata ini LRT pertama di tanah air toh?!. Keren... Keren... BTW, saya juga belum pernah nyobain naik MRT, padahal udah cukup lama MRT go public.

    Pergi (((sendiri)))?? Terus yang motoin siapa yak?

    Ini baru namanya transportasi alternatif, selain murah, juga nyaman.. siip deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Psst jgn dibahas soal siapa yang moto :)

      Iya mas, murah dan ramah lingkungan

      Hapus
  15. keren disain LRT nya....siip deh

    BalasHapus
  16. Saya yang tinggal di provinsi sebelah (Jambi) belum nyobain nih. Baca ini jadi kepengen. Terimakasih sharingnya, Bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lompat dikit dah sampe deh ke Palembang mba.. cus langsugn naik LRT

      Hapus
  17. Wah bagus yaa.. Saya belum pernah numpak LRT mas, semoga tahun depan LRT bisa masuk desa hehee

    BalasHapus
  18. Akhirnya mencoba juga LRTnya ya, ya mas enak bgt nyaman pas naik LRT asal dapat tempat duduk yang kosong, 2x naik penuh terus jadinya berdiri deh hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo lagi jam berangkat n pulang kerja katanya emang suka penuh yah...

      Hapus
  19. Terakhir ke Palembang akhir tahun 2017. LRT waktu itu masih dibangun. Semoga kapan-kapan bisa mencoba kecanggihan LRT ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin mba. Seklian nyoba MRT n LRT jakarta deh

      Hapus
  20. Dulu malah sempet baca, kalau MRT itu relnya biasa (nggak melayang), sementara LRT, jalur relnya melayang. Tapi luoa baca dimana. Kalau MRT kapasitas sekali jalan, berapa penumpang mas?

    Bener sih, kadang masih banyak orang-orang lokal yang belum mencoba sesuatu asli di daerah mereka sendiri. Ya seperti saya yang belum pernah masuk ke Keraton Solo. Padahal hampir 8 tahun di Solo :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo dari gugel sama aja sih relnya bisa melayang bisa gak keduanya.

      Wah buruan mas main ke keraton solo biar bisa jadi bahan blog

      Hapus
  21. Bang Day, Juli kemarin saya pulang, eh pas mampir ke PI cuma mendongak ke atas tapi belum ada kesempatan mencoba naik LRT.

    Jadi penasaran, kalau pulang mau coba juga ah naik LRT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sibuk banget yah waktu itu sampe gak sempat naik LRT.

      Agendakan saat mudik berikut yah :)

      Hapus
  22. Wah, saya belum pernah naik LRT Palembang. Pas saya main ke Palembang, belum ada LRT, hehehe. Kereta malam gitu, yang naik berapa orang, Bang? Jangan-jangan cuma berdua doang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak malam sih mba. Senja gitu dan kereta terakhir.

      Haha jadi ingat kereta hantu deh klo bilang kereta malam

      Hapus
  23. Sangat nyaman enak dan murah ya bang, dengan fasilitas eskalator juga jadi memudahkan akses, gak perlu naik tqngga manual walaupun tetap disediakan sehingga mengurangi rasa capek kita hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, selain eskalator ada juga liftnya. Cmn biasanya ut priority person

      Hapus
  24. Canggih bener kereta dan bangunannya, ntar kalo ada kesempatan ke Palembang nyobain juga aahh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin mba semoga bisa liburan ke sana mba

      Hapus
  25. ehemmmzzz...yang sudah menjejakan kakinya di Ibu Kota Propinsi saya. #Selamat yah Bang...!

    Ohy,Dompet, aman kah...? ngak kecopetan...?

    Ngak mampir ke Punti Kayu, Pulau Kemaro ....?

    Sudah Nyicip Pempek Palembang...?

    #kabar terkini, saya juga belum naik LRT di Palembang, tapi lewat dibawah jembatannya pernah sih, hahahah....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah wong kita belum naik LRT... duh di situ saya merasa sedih :)

      Alhamdulillah aman selama di sana kang. Soale biang rusuhnya lagi di luar wkwkkw

      Hapus
  26. Waahh LRT dikota Palembang boleh dikatakan hebat banget selepel sama MRT yang ada dijakarta.😄😄

    Tata ruang serta bangunannya juga menarik dan bersih.😄😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mas, kota yang hebat karena adanya fasilitas ini.

      Hapus
  27. Mantap kali Palembang udah ada LRT-nya. Semoga bermanfaat buat hilir mudik warga Sumsel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sempat sih ada rumor bangkrut karena sepi penumpang. Ternyata tetap eksis

      Hapus
  28. Udah enak, nyaman pula. Canggih-nya pas baca bagian pengeremannya, bikin penumpang tidak merasakan adanya guncangan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyas bang. Beda banget dengan KRL lama di jabodetabek

      Hapus
  29. wah udah nyobain LRT yang di palembang..
    saya yang di jakarta aja belum nyobain.. huhu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sih mba, blm nyobain juga MRT jakarta hehehe

      Hapus
  30. Mantap sekali Bang bisa nyoba LRT Palembang, nyaman dan tiketnya murah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penasaran mas sama viralnya waktu Asian games. ternyata emang nyaman n canggih

      Hapus
  31. kabarnya ini buatan dalam negeri ya PT. INKA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah saya belum gugling soal itu. Keren jg klo emang bener buatan dalam negeri

      Hapus
  32. tiket terjangkau bangett, apalagi stasiun dan keretanya bersih kayak gitu, masyarakat indo sendiri masih sering keluar pakai kendaraan pribadi, coba kalau kemana2 warganya seneng naik LRT atau semacamnya, seruu kayak di luar negeri gitu liatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Butuh edukssi jangka panjang untuk mengubah kebiasan kita mba.

      Smg dgn fasilitas transport masal yg makin nyaman pelan2 masyarakt sdh bisa beralih

      Hapus
  33. Masih sepi ya bang LRTnya?
    Di Bali harus ada yang kaya gini nih..
    Minimal dari bandara ke kuta atau sanur, pasti mantap tuh...
    hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepi karena kereta terakhir sih. Kalo saat jam kerja lumayan padat kata teman2.

      Hapus
    2. kota besar memang layak banget memiliki lrt..
      saya masih berharap di daerah saya ada satu..
      biar turis gampang kemana-mana..

      Hapus
  34. kayaknya nyaman banget ya mas, murah meriah lagi. Jadi pengen, tapi saya naik kereta biasa aja saya belum pernah. Dan di madiun nggak ada LRT juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, nyaman karena masih baru juga. Smg sih tetap terawat seterusnya sehingga masyakarat pada beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi masal

      Hapus
  35. Bagus dan nyaman ya. Tiketnya murah. Ini sih transportasi umum yang bisa diandalkan karena tepat waktu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba, lumayan murah meriah tiketnya dibanding naik ojol tau taksi onlen

      Hapus
  36. yaampun, setelah baca artikelmu yg informatif ini, jadi pengen banget coba naik LRT Palembang! >.<
    murah banget harganya, nyaman dan bersih yaaa.
    semoga bisa disegerkan berkunjung ke sana, nanti pasti langsung naik LRT :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin mba smg kesampaian ke palembang. Yang dekat di jakarta aja kali mba

      Hapus
    2. mb Liana alamat blognya please biar saya bisa berkunjung balik

      Hapus
  37. Sy baru tau kl Palembang udh ada LRTnya... Jkrta mlh ketimggalan selangkah yaa... Telat... Tiketnya jg murah kali... Udh psti nyaman ini mh... Lumyn ngirit ongkos.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sbnrnya Jakarta udh duluan hanya kalah prioritas aja. Sorg bisa nyobain yang Jakarta aja mba udh eksis tuh hehehe

      Hapus
  38. Wah keren udah nyobain LRT... di solo sini belum ada LRT hehehe... Pas ke jakarta juga belum sempat nyobain MRT :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti di solo ada MRT ke bandara jugakan?

      Hapus
  39. Yeee.... Panjang scroll nya, hahaha. Semoga beberapa tahun lagi angkutan publik yang murah meriah dan istimewa kayak LRT di Palembang ini menyebar ke semua daerah. Khususnya daerah saya agar bisa santai kemana-mana tanpa harus berpikir transportasi, hehehhe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin... kalo ini terwujud wow banget yah. Udara bisa lebih bersih karena kendaraan pribadi berkurang

      Hapus
  40. LRT belom ada di Batam, tapi perlu gak ya di kepulauan sekecil ini? he he he. Lari saja satu hari setengah bisa kelilinginya, (kudu lari kayak cheetah)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan2 LRTnya ujung ke ujung udah sepanjang batam mas hehehe

      Hapus
  41. murah banget ya, beda jauh dengan ojek dan taksi online, plus tempat dan suasananya juga nyaman banget :D

    BalasHapus
  42. Selain canggih dan nyaman, mungkin bebas dari ngetem ditempat sembarangan.. hahah

    BalasHapus
Next article Next Post
Previous article Previous Post