Kamis, 20 Juni 2019

author photo
Jejakbede.online - Menikmati Keindahan Jalan Layang Kelok Sembilan Sumatera Barat. Akhir pekan kemaren kami menghadiri suatu acara kerabat kami di Payakumbuh, salah satu kota di Sumatera Barat. Berjarak 140an kilometer dari Kota Padang.

Selepas acara mereka menyarankan kami untuk menyempatkan menikmati wisata yang ada di sekitar Payakumbuh. Menurut mereka yang paling sering dikunjungi wisatawan adalah Jalan Layang Kelok Sembilan dan Geopark Lembah Harau. 

Memperhitungkan jarak maka yang kami tuju pertama adalah Jalan Layang Kelok Sembilan. Baliknya kemudian kami mampir ke Geopark Lembah Harau tepatnya pada Kampung Eropa. 
Tentang Kampung Eropa ceritanya di sini : Liburan Akhir Pekan, Berkunjung Ke Kampung Eropa dekat Payakumbuh - Sumatera Barat
Kelok sembilan awalnya merupakan ruas jalan yang berkelok tajam yang menjadi akses penghubung antara kota-kota di Sumatera Barat dengan Pekanbaru Riau. Letaknya 30an kilometer dari pusat kota Payakumbuh.

Kelokan tajam yang terbentuk pada ruas kelok sembilan tersebut karena untuk melandaikan tebing terjal yang dilaluinya. Jalan ini  berada diantara dua perbukitan yang merupakan dua cagar alam yaitu Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau.
Kelok sembilan tahun 2010 sebelum adanya jalan layang. Sumber http://minanglamo.blogspot.com/2011/04/seabad-kelok-9-1910-dan-2010.html 

Panorama Jalan Layang Kelok Sembilan

Sebelum adanya pembangunan jalan layang kelok sembilan, maka jalur ini selalu macet karena jumlah kendaraan yang melewatinya tidak sebanding lebar jalannya.  Ditambah lagi medannya yang berat maka kendaraan yang melintas tidak dapat melaju dengan kecepatan optimum.

Saat ini dengan adanya jalan layang yang menggantikan ruas asli jalan kelok sembilan, ruas jalannya menjadi lebih lebar serta lebih landai dengan kelokan yang lebih nyaman. Hal ini berhasil mengatasi permasalahan kemacetan yang sering terjadi sebelumnya.

Arsitektur jalan layang kelok sembilan yang indah ditambah panorama pada dua tebing, ruas jalan ini kemudian malah menjadi tujuan wisata. Tidak sedikit pengunjung yang berhenti untuk mengambil foto-foto di area ini.
Satu sudut Jalan Layang Kelok Sembilan

Oh iya untuk berhenti dan berfoto hanya boleh pada ruas jalan kelok sembilan yang bukan jalan layang. Selalu ada patroli yang tidak segan-segan menilang kendaraan yang berani berhenti pada ruas jalan layang.
Tampilan utuh Jalan Layang Kelok Sembilan. Sumber foto

Jika kita perhatikan pada foto utuh Jalan Layang Kelok Sembilan di atas, mulai dari jalan penghubung dengan jalan layangnya tersusun menjadi tiga tingkat. Tingkat pertama adalah jalan penghubung dari arah Padang.

Tingkat kedua adalah kelokan pertama yang tersambung dengan jembatan pertama jalan layang. Dari sini jalan layang akan terhubung dengan ruas jalan penghubung berikutnya secara perlahan terus menanjak.

Kemudian akan menemukan kelokan memutar ke kanan yang menjadi tingkat ketiga dari jalan layang kelok sembilan ini.

Kita hanya boleh berhenti pada ruas jalan pada sisi tebing yang bukan jalan layangnya. Hasilnya kemudian bermunculan tenda-tenda yang menjajakan makanan dan cemilan untuk pengunjung yang ingin menikmati panorama dari ruas penghubung pada Jalan Layang Kelok Sembilan. 

Pada sisi-sisi tersebut sudah ada tempat duduk dan area bersantai juga photobooth yang disediakan oleh pemilik tenda makanan. Yang berwarna biru, kuning dan oranye pada gambar di bawah ini adalah tenda-tenda tersebut.
Tebing yang mengapit ruas jalan yang terhubung dengan Jalan Layang Kelok Sembilan. Nampak tenda-tenda yang menyediakan makanan dan cemilan bagi pengunjung

Jalan Layang Kelok Sembilan ini mulai dibangun sejak tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2013 oleh Presiden SBY. Menurut om Wiki, total panjang jembatan dan jalan yang dibangun adalah 2.537 meter.

Ruas kelok sembilan tersebut terdiri dari enam jembatan yang menjadi jalan layangnya dengan panjang 959 meter. Kemudian ditambah  jalan penghubung sepanjang 1.537 meter. Nah kita hanya bisa berhenti pada jalan penghubung ini.
Dibelakang kami adalah tiang-tiang penyanga Jalan Layang Kelok Sembilan
Jejak kami lainnya :


Riwayat Jalan Layang Kelok Sembilan

Mengutip berbagai sumber, ruas jalan kelok sembilan dibangun oleh Belanda sekitar awal 1900an. Diberi nama Kelok Sembilan karena memang mempunyai 9 buah kelokan dengan sudut memutar mencapai 180 derajat. 

Kelokan ini merupakan teknik yang dibuat oleh Belanda agar beda tinggi yang mencolok antara jalan bagian bawah dan bagian atas tidak terlalu terjal. Teknik ini cukup efektif untuk memperpendek jarak tempuh karena kendaraan yang melintas tidak perlu memutar mengelilingi bukit.
Kelok sembilan jaman Belanda : Sumber Wikipedia

Hingga tahun 2000an awal, menurut laman Minang Lamo lebar jalan kelok sembilan tetap sama dengan saat pertama dibangun Belanda. Sementara jumlah kendaraan yang melintas semakin banyak. Akhirnya menambah waktu tempuh Padang - Pekanbaru menjadi lebih lama.

Atas inisiatif Pemda Sumbar, maka pemerintah pusat mulai membangun jalan layang kelok sembilan pada November 2003 dan baru selesai pada tahun 2013. Total hampir 11 tahun pembangunannya.

Sekarang jalan layang kelok sembilan merupakan jalan layang kebanggaan warga Sumatera Barat. Berada pada ditengah dua hutan lindung yang sedang diperjuangkan menjadi Geopark Global.

---000---

Demikian cerita kami saat menikmati keindahan Jalan Layang Kelok Sembilan dan sedikit ulasan riwayatnya. Semoga bermanfaat.

This post have 89 komentar

Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel yah. Mohon maaf spam dan link aktif akan dihapus.
Terima kasih sobat...👍👍👍

  1. Beautiful kelok sembilan!!

    Thanks buat update info dan foto kelok sembilan. Makin cantik aja...;=)

    Walaupun saya bukan berasal dari ranah minang, terasa juga "Ranah Minang Maimbau"...:)buat visit Kelok Sembilan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mba.. saya juga pendatang di sini. Mumpung bisa liburan karena pindah tugas. Hehehe

      Hapus
  2. Pernah dengar ttg jalan layang ini, tapi nggak nyangka sebagus ini Bang, wah bangga sekali orang Sumatera Barat bisa punya Jalan Layang Kelok Sembilan yg keren ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan ini membuka lapangan pekerjaan baru mas. Munculnya warung-tenda yang menjual cemilan menambah perekonomian meski kecil2an

      Hapus
  3. Ngeri-ngeri sedap yaaa. Hehe
    Pemandangan samping jalannya itu loh adem banget diliatnyaaa.
    Semoga kapan2 bisa ke situ wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin mba. smg bisa main ke sini.
      Iya seru tuh ada jalan layang megah ditengah rimba

      Hapus
  4. Wah keren banget. Pasti lewat jembatan layangnya sambil kagum ngeliat pemandangan dan serem karena di ketinggian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena jalannya dah lebar mba, jadi udah gak keliatan klo kita lagi di ketinggian

      Hapus
  5. Lewat disini sepertinya kendaraan harus benar-benar fit ya mas, karena tanjakan dan belokannya cukup ekstrim sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak juga mas, karena adanya jalan layang, kelokan ekstrim udah gak ada lagi

      Hapus
  6. Dilihat pake drone, keren juga nih pemandangannya padahal cuma jalan layang. Jadi pingin nyoba kembali kesana nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih cuman jalan layang yah mas, namun karena di tengah hutan viewnya jadi indah

      Hapus
  7. pengen lewat sana pakai motor,jd kalau belok bisa miring banget kaya MotoGP hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih mantap juga niatnya nih hehehe. Ayo mba, nanti saya yang videoin :)

      Hapus
  8. Waduh dulu semenjak ada pemberitaan pembangunan kelok sembilan pingin banget kesana
    Sekarang dari foto foto nya sudah semakin keren view nya
    Semoga saja banyak pengemudi lewat sini nggak ugal ugalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada polisi yang rajin patroli mas, bisa mencegah sopir ugal2n kayaknya

      Hapus
  9. Keren banget ya, tapi harus ekstra hati2 ya kalau berkendara, jalannya kelok2 gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sopirnya harus pengalaman dan SIMnya gak nembak hehehe

      Hapus
  10. kyaknya emang bagus tuh kelok 9 hehe

    BalasHapus
  11. Nah kalau ini.... Kereeeennn banget Bang Day. Ajeng sering lihat foto-fotonya di instagram, pengen sempat ke sana nantinya, aamiin hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin. Semga terwujud ke sini mba... Banyak lo destinasi wisata keren di sini

      Hapus
  12. Jalannya keren ya kalo diliat dari atas :D

    BalasHapus
  13. Nah ini waktu adekku sepulang dari Padang, dia pamer2in foto jalan kelok sembilan, keren2 banget. Tp aku nggak bisa bayangin kl lewati jalan ini kayaknya bisa mabok berat. Wjwjwj

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dijamin gak mabuk mba. Karena pemamdamgam sekelilimgmya imdah dan udaranya sejuk

      Hapus
  14. Wooo

    Berkelok-kelok cantik
    Sungguh elok dan apik

    BalasHapus
  15. Dari dulu pengen banget deh bisa melewati kelok sembilan, apalagi skrg udah ada jalan layangnya tambah cakep aja, tapi penampakan dr atas seperti sirkuit f1 ya, keren, tapi serem gimana gitu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emg sekilas terasa seram mba. Tapi kalo kita melwatinya gak terasa karna jalannya lebar bisa 4 jalur.

      Hapus
  16. mashaallah mantaappp..
    arsitektur yang ok ditambah suguhan pemandangan yang memanjakan mata, istilahnya paket komplit lah yaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe bisa aja paket komplit. Jalan layang di tengah kota biasa yah. Nah di tengah hutan pastinya luar biasa

      Hapus
  17. makasih kak informasinya...
    mampir ke blog ana juga yaa

    BalasHapus
  18. Sungguh luar biasa pemerintahan sekarang ya. Pembangunan benar-benar digalakan. Dibuatlah jalan layang, demi keamanan pengguna jalanan.
    Saya takut berhenti, takut kena tilang. Kalau dari atas pemandangganya super indah sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, kalo jalan lancar maka ekonomi juga akan lancar. Gitu kata mereka.

      Musti pake drone klo mo liat dari atas

      Hapus
  19. Membuat saya jadi kepengen main kesana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mas. Medan ke Riau via lintas tengah pastinya akan melewati ini

      Hapus
  20. Keren banget ya bang, kayak di luar negeri aja, sepadan lah sama lamanya pembangunan.
    Saya jadi inget jalan di tempat saya yang belok-belok kayak gitu, tapi nyeremin banget, banyak juga kecelakaannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang sih jalan kelok-kelok dengan sisi kiri kanan jurang pastinya rawan kecelakaan.

      Kondisi sopir harus fit n mobilnya jg harus ok hehehe

      Hapus
  21. Pertama kali tahu foto jalan ini beberapa tahun lalu di akun medsos teman saya yang orang Padang, rasanya keren banget ya, jadi pengen ke sana cuman buat foto-foto doang hahaha.

    Saya pernah baca di blog siapa ya, lupa.
    Ada juga jalan yang kelok-kelok namun viewnya indah di bagian Jabar.
    Indah viewnya tapi angker juga saking banyak yang kecelakaan di situ :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah klo penggemar selfie bakal puas di sini mba. Banyak spot2 keren ut kita narsis.

      Di sumbar masih ada 1 lagi kelok2 44. Nanti saya posting tersendiri

      Hapus
  22. bagi yang tidak terbiasa menyetir bisa ketakutn nih,..he-he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pastinya bang Anyu. Harus yg jam terbang tinggi klo mau ke sini hehehe

      Hapus
  23. Bagus sekali ya viewnya kalau dari atas pantes sangat terkenal kelok sembilan ini apalagi kalau dari jalan layang saat melintas pasti lebih seru hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo org kota besar pasti biasa liat jalan layan yah. Nah ini megah tapi di tengah hutan. Viewnya emg pasti keren

      Hapus
  24. ngeliatnya ngeri tapi kalau fokus ke pemandangannya bagus bingit viewnya yaa.. emang cukup terkenal tapi saya gapernah kesana hehehhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah mb Vika terlalu cinta ma bogor sih hehehe

      Hapus
  25. Bahkan di kelok sembilan pun rejeki-Nya dilimpahkan, alhamdulillah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terlihat dari banyaknya booth untuk memfasilitasi pengunjung untuk sekedar berfoto. Indah nian sih emang kelok sembilan ini, padahal 'cuma' jalan aja ya. Masya Allah.

      Hapus
    2. Betul bang Doel. Menjadi lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar

      Hapus
  26. halo mas, saya ingin pamitan, blog saya kena jigling mas dan setelah saya pertimbangkan jadi saya non aktifkan dulu kolom komentrnya dan semoga aja yang jigling dapat balasan yang setimpal ya,...kudoakan hidupnya enggak pernah berkah,..biarlah mereka menjigling dan biarkan karma mendatangi mereka dan say juga enggak akan bw lagi mungkin dan terima kasih kepada mas aris dan teman-teman yang selama ini sudah mau berkomentar di blog saya

    saya bukanlah orang yang baik tapi saya akan memberikan yang terbaik, jika mungkin ada kata-kata saya yang menyinggung perasaan dan hati, selama saya bw saya minta maaf dan saya akan tetap ngeblog

    dan bagi para pelaku jigling tunggulah karmanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bang Anyu kok jarang keliatan sekarang ?

      Hapus
  27. eh, bang daya maksudnya, terima kasih tas suppornya selama ini bang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh turut prihatin bang Anyu. Smg segera bisa di atasi

      Hapus
  28. Melihat gambar yang dipasang
    Sudah nikmat dan senang
    Apalagi ketempat langsung datang
    Indahnya membuat bahagia tak ingin pulang

    :)

    BalasHapus
  29. Sering deh lewat sini
    Tapi berhenti dan makan-makannya cuma beberapa kali sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Urang awak pastinya sering melintasi ini yak hehehe

      Hapus
  30. bagus banget bang jalanya, bisa jadi tempat wisata ya malahan, tapi kalo di lihat dari atas jalan nya kayak ular ya, meliuk liuk di bukit, foto nomer dua dari atas :D.

    BalasHapus
  31. Teman teman saya banyak yang merantau ke daerah sumatra sana...dan sering bercerita juga tentang kelok 9...ternyata ini ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih seru kalo datang n liat sendiri mas Eko :)

      Hapus
  32. Kebayang kalo ndak ada patroli, jalan layang macet gegara orang-orang yang pepotoan 😁😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba. saat saya ke situ ada 3 mobil dan motor kena tilang

      Hapus
  33. Jalanan yang berkelok kelok seperti itu amat indah sekali dilihat. Tapi kalau dilalui, mungkin bisa membuat orang mabok darat yah Mas. Mudah2an Pak Sopirnya ngak mabok darat ketika melalui jalanannya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ada yang mabok darat tinggal didorong keluar mobil aja Kang Nata ehehe

      Hapus
  34. Awal-awal diresmikan fotonya banyak berseliweran di media sosial. Keren dan ternyata aslinya jauh lebih keren ya. Jadi pengen lihat langsung, hehehe.

    BalasHapus
  35. Sebelumnya aku pernah baca soal Kelok Ampek Puluh Ampek. Ternyata ini beda lagi ya? Bagus banget ya, apalagi setelah ada jalan layang. Semakin pingin ke Sumatera Barat, semoga tahun ini bnr2 terwujud, amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada nih, nanti saya posting deh soal kelok 44

      Hapus
  36. wahhh laluannya macam dalam anime Initial D!

    BalasHapus
  37. Indah sekali kalau dilihat dari atas itu jembatannya bang day, berkelok kelok mengikuti kontur tanah..

    BalasHapus
  38. Kalau lewat sini kayaknya selain perlu persiapan kendaraan yg kuat dan pengendara yg mahir.. Juga perlu kekuatan perut nih ya mas. Berpotensi mabok darat kayaknya 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan adanya jalan layang dijamin gak bakal mabok darat mba, karna kelokannya sudah tidak setajam yang sebelumnya

      Hapus
  39. Bagus ya... tapi ngeri juga, dijamin sepanjang jalan gak bisa tidur dan mabuk darat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah belum dicoba mba. Aman dan nyaman kok :)

      Hapus
  40. wah keren banget bang, pengen banget ke sana tapi belum ada rejeki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari Medan ke Riau lewatlah ini bang :)

      Hapus
  41. Panoramanya indah sekali bang

    BalasHapus
  42. Waduh, melintas diatasnya pastinya bikin hati dag dig dug ser.. Secara saya ngeri sama ketinggiaan..
    tapi pemandangan yang diperoleh luar biasa..
    Keren..

    BalasHapus
  43. Rutenya menantang banget tuh. Kayaknya perlu dijajal. Berbeda banget dengan Pantura yang datar. Mirip lah dengan jalur selatang Jawa, yang banyak kelak kelok meski tidak semenantang yang ini.

    Pemandangannya juga "menantang" untuk "diburu" dengan kamera neh..

    Hahaha .. ini kayak mau nantang berantem saja

    BalasHapus
  44. Mbaca ini saya jadi ingat waktu sowan ke padang liwat jalan yang puanjaaaaang kali pun berkelok kelok
    Yg mau ke danau apa ya aku lupa namanya
    Yg jelas sampe dg saat ini sy ga bisa move on pengen ke padang lagi, sy juga pengen ke lembah harau, istano pagaruyung dan rumah bung hatta juga bang, aduh cantik kali klo ku ingat padang dan sumatera baratnya yg terkenal akan cokelat

    BalasHapus
  45. Wah saya juga pengen maen kesini, tapi pengen photoannya malem gitu, jadi kelihatan lampu- lampu kendaraan bergerak di malam hari

    BalasHapus
  46. lha ini yang aku udah bertahun-tahun penasaran. liat penampakannya udah kayak naik roller coaster, ya

    BalasHapus
Next article Next Post
Previous article Previous Post