Selasa, 18 Juni 2019

author photo
JejakBede.online - Liburan akhir pekan, berkunjung ke Kampung Eropa di dekat Payakumbuh - Sumatera Barat. Halo sobat blogger dan para pembaca 😊... ke mana menghabiskan liburan akhir pekan kemarin? Semoga menyenangkan yah.

Kami sekeluarga kemarin menghabiskan liburan akhir pekan dengan berkunjung ke Kampung Eropa. Ini cara termurah ke "Eropa"  😁😁😁. Kita bisa berswafoto dengan replika menara Eifel, kincir angin khas Belanda serta landmark ala Eropa lainnya di sini.

Kampung Eropa letaknya di dekat kota Payakumbuh Sumatera Barat. Secara administratif sih kawasannya masuk ke Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Jejak liburan lainnya :

Kampung Eropa ini tepatnya berada pada Kecamatan Harau, ibu kota dari Kabupaten Lima Puluh Kota. Namun bagi masyarakat dari luar Sumbar sepertinya lebih familiar mengaitkan Kampung Eropa dengan Kota Payakumbuh. 

Jarak dari pusat kota Payakumbuh ke Kampung Eropa di Lembah Harau sekitar 15 kilometer. Jalan yang dilalui merupakan akses utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Pekanbaru Riau dengan melewati Kelok Sembilan.

Karena merupakan akses utama maka pada saat liburan akhir pekan, jalanan ke Payakumbuh hingga kawasan Kampung Eropa cukup padat. Kepadatan ini akan mulai terasa sejak masuk ke kota Bukittinggi. Kedua kota ini memang menjadi tujuan wisata utama di Sumatera Barat.


Akses Menuju Kampung Eropa Lembah Harau

Bagaimana cara berkunjung ke Kampung Eropa di dekat Payakumbuh ini? Jika dari Padang maka kita akan menempuh perjalanan darat ke arah utara sejauh 140an  kilometer. Kita akan melewati  bagian timur Padang Pariaman, Kota Padang Panjang dan sebagian wilayah kabupaten Agam.

Kita juga akan melewati Kota Bukittinggi yang juga memiliki banyak destinasi wisata. Baca di sini  yah : Berkunjung Ke Menara Jam Gadang Bukittinggi Sumatera Barat.

Saya sih merekomendasikan jika ingin menikmati liburan akhir pekan ke Kampung Eropa Payakumbuh, sebaiknya menginap di Bukittinggi dulu.

Waktu tempuh Padang ke Bukittinggi saja bisa ditempuh 4-5 jam. Tentunya liburan akhir pekan kita tidak akan maksimal  di Kampung Eropa di Lembah Harau jika kita berangkat dari Padang langsung ke Payakumbuh.

Misalnya kita berangkat pukul 7 pagi dari Padang maka sebelum jam 11an kita sudah sampai di Bukittinggi. Di sini kita bisa menikmati destinasi wisata Bukittinggi yang juga cukup terkenal.

Setelah itu besoknya lanjut ke Payakumbuh. Jarak Bukittinggi ke Kampung Eropa Payakumbuh sekitar 50 kilometer. Pada hari biasa bisa kita tempuh sekitar 1 jam saja. Tetapi pada saat  liburan akhir pekan bisa lebih dari 1 jam.
Akses jalan Padang, Bukittinggi, Payakumbuh - Kampung Eropa hingga ke Pekanbaru


Pilihan berikutnya kita menginap di cottage yang ada di sekitar Kampung Eropa. Ada banyak penginapan yang nyaman dengan desain instagramable banget di sini. Besok paginya baru kita habiskan mengeksplore wahana yang ada di Kampung Eropa tersebut.

Atau jika kita berangkat dari Pekanbaru Riau maka perjalanan darat akan berkisar sekitar 180an kilometer untuk sampai ke Payakumbuh. Namun sebelum masuk ke Payakumbuh kita akan lebih dulu melewati Geopark Harau yang menjadi pintu masuk ke Kampung Eropa.


Keunikan Kampung Eropa

Kampung Eropa terletak di dataran lembah Harau, yang dikeliling tebing-tebing tinggi dengan beberapa air terjun di sela-sela tebingnya. Tebing pada lembah Harau ini benar-benar lukisan alam yang eksotis dari Sang Pencipta.

Kawasan lembah Harau ini sedang diperjuangkan menjadi sebuah bagian "Unesco Global GeoPark" . Tentunya sebagai branding dan juga agar lebih menarik wisatawan untuk berkunjung.
Geopark adalah singkatan dari kata Geological Park, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Taman Geologi atau taman bumi
Foto panorama Kampung Eropa dengan latar tebing-tebing yang menjadi "dinding" lembah Harau

Tebing-tebing yang nampak memiliki ketinggian 100-500 meter dengan kemiringan hampir 90 derajat. Ini menjadi daya tarik bagi penggemar olahraga panjat tebing.

Di dalam kawasan Lembah Harau terdapat beberapa objek wisata yang dikelola terpisah oleh pemilik Resort. Untuk Kampung Eropa sendiri berada di tengah kawasan Kampung Sarosah. Dari jalur utama masuk ke Lembah Harau kita harus belok ke ke kanan untuk mencapainya.

Kampung Eropa menyajikan beragam spot foto dengan nuansa Eropa, yang ditempatkan pada sebuah area persegi dengan dikelilingi parit yang cukup lebar. Parit ini menjadi wahana wisata tersendiri karena menyedikan perahu untuk di sewa oleh pengunjung.

Parit yang membatasi Kampung Eropa dengan area sekitarnya

Untuk masuk ke area Kampung Eropa kita harus melewati sebuah jempatan kecil di atas parit tersebut. Sayang jembatan ini agak kecil sehingga pengunjung terkadang harus berdesakan.

Setelah melewati jembatan masuk tersebut maka ke arah depan terdapat "Menara Eifel" pada bagian tengah. Menara Eifel ini menjadi titik sentral dari Kampung Eropa karena merupakan persimpangan ke semua sisi.
Ny. Bede bersama baby girl depan "Menara Eifel" Kampung Eropa

Sebelum mencapai menara Eifel, pada sebelah kanan jalan masuk kita akan melihat cottage dengan warna yang cerah yang dapat disewa oleh pengunjung untuk menginap. Adapun pada sisi kiri jalan menuju menara Eifel terdapat spot foto dengan background banner bergambar landmark di Eropa.
Cottage  warna warni yang dapat disewa pengunjung Kampung Eropa

Ramainya pengunjung yang juga ingin menghabiskan liburan akhir pekan, menjadikan antrian pada spot foto tersebut sangat padat. Kami memilih langsung berkeliling ke bagian-bagian yang lain pada Kampung Eropa ini.

Jika berjalan lurus mencapai menara Eifel maka di sisi kiri kita adalah jejeran kincir angin yang seperti pada pembangkit listrik tenaga angin di Belanda. Saya tidak yakin jika kincir angin ini bisa berputar atau hanya hiasan saja. Namun bentuknya benar-benar memberi nuansa seperti negeri asalnya.

Replika kincir angin

Adapun di sisi kanan seberang dari kincir angin ini adalah dinding yang didesain seperti bangunan-bangunan di Eropa. Warnanya cukup cerah berani yang tentunya menarik untuk menjadi latar swafoto kita.

Antara Menara Eifel ke sisi kanan yang menyerupai bangunan di Eropa tersebut terdapat sebuah telepon umum dengan model era jaman dulu.
Kotak telepon umum di antara bangunan ala Eropa dengan Menara Eifel pada bagian seberangnya


Kincir angin kuno yang sering menjadi logo tentang Belanda terdapat pada pojok kanan Kampung Eropa di Lembah Harau ini.  Terdapat spot foto dengan tulisan : I ❤ Amsterdam.
Jejak terkait Amsterdam :

Pada sebelah kiri kincir kuno tersebut terdapat bangunan yang menjadi ciri kota Inggris. Bangunan ini bersebelahan dengan replika Big Ben Inggris.
Beberapa ikon Eropa pada Kampung Eropa Lembah Harau

Si sulung dan si bungsu di "Amsterdam"

Yang tak kalah menarik adalah replika batu "Stonehenge" di Inggris. Letaknya pada pojok kiri Kampung Inggris. Patut diapresiasi, pengelola wisata Kampung Eropa ini benar-benar serius menghadirkan nuansa Eropa pada Lembah Harau. 
Replika batu "Stonehenge" Inggris

Tarif Masuk

Secara keseluruhan biaya tiket masuk untuk mencapai Kampung Eropa di Lembah Harau ini meliputi :
  • Tiket masuk kawasan Geopark Harau : Rp.5.000 per orang;
  • Tiket pintu masuk Kampung Sarosah : Rp.5.000 per orang;
  • Tiket masuk Kampung Eropa : Rp.15.000 per orang.
Jadi total untuk berkunjung dan menikmati nuansa Eropa pada Kampung Eropa kita harus merogoh kocek rp.25.000 per orang. 

Jika kita tidak ingin masuk ke Kampung Eropa dan hanya menikmati wahana wisata lain yang disediakan oleh pengelola Resort Kampung Sarosah maka kita cukup membayar rp.5.000 saja ditambah rp.5.000 pada pintu masuk Geopark Harau di pintu masuk sebelumnya.

---000---

Demikian sobat blogger liburan akhir pekan kami dengan murah meriah bisa ke "Eropa". Tepatnya Kampung Eropa di Lembah Harau dekat Payakumbuh.

This post have 43 komentar

Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel yah. Mohon maaf spam dan link aktif akan dihapus.
Terima kasih sobat...👍👍👍

  1. Beautiful miniature Europe !!

    BalasHapus
  2. Auwwooh ..ketjeeh ...
    Bayangin areanya dikelilingi beberapa air terjun kecil ..,kebayang gimaja tjakepnya view disana 😍

    Ikut senang lembah Harau ikut 'ketularan' dibikin spot kekinian...,ini menandakan banyak daerah sadar pentingnya pariwisata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga proses perjuangan Geopark Harau menjadi Global Geopark bisa terwujud yah mas

      Hapus
  3. kerwn banget nih bang, kadi gak perlu jauh2 ke eropa ya, karna di indonesia juga ada :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, murah meriah sudah bisa pepotoan depan eipel hehehe

      Hapus
  4. wah aku terkesan sama suasana bukit nya bagus banget
    ditambah beberapa ada bunga seperti di negri dongeng cocok bawa keluarga sama anak anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, paling seru ya ngajak keluarga ke sini

      Hapus
  5. Wah ada menara eifelnya...pasti serasa di paris nih wkwkw

    BalasHapus
  6. Harau berkembang pesat banget ya. beda banget sama tahun 2013 :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mantap si mbak udah menjangkau Sumatera Barat

      Hapus
  7. Bisa menikmati alamnya sekaligus ikon eropa nih. Tinggal nentuin jadwalnya aja nih biar bisa pergi bersama keluarga..

    BalasHapus
  8. Semuanya dibuat minimalis mas ya, jadi lucu dan enak ngrliatnya bahkan mungkin lebih bagus ini dari yang aslinya,..he-he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak mas, kalo dekat2 keliatan kok kw hehehe

      Hapus
  9. wah baru tahu nih ternyata di sumatera barat ada kampung eropa ya, jadi pengen juga nih sekali kali mampir kesana, pengen tahu rasanya hidup di eropa kayak gimana :D
    Mohon maaf lahir dan batin ya gan, atas segala khilaf dan salah dari ane ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ke Eropa ini bang Zunif, murah meriah lo

      Hapus
  10. Kalau buat rencana pansos di IG ini memang cucuok mas, soalnya saya suka gitu hahah, tapi well indonesia soal wisata lengkap, apa aja ada.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangsa kita emang kreatif yah mas hehehe

      Hapus
  11. Lengkap disana bang..
    Ada paris, amsterdam, tambah bigben lagi satu..
    hehe..
    saya belum pernah ke sumatra nih, mudah-mudahan nanti kesampaian..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin mas Eka, semoga kesampaian ke sini yah. Murah lo untuk sampai ke Eropa

      Hapus
  12. kalau menurut saya, harga masuknya tergolong murah ya bang day. Oh iya, yang selalu jadi uneg-uneg saya kalau melihat wisata-wisata buatan di Indonesia yang menjamur akhir-akhir ini, seperti spot-spot selfie, bangunan-bangunan buatan di tengah sawah/pemandangan alam/tebing-tebing begitu justru menggeser kealamian alam indonesia yang sudah bagus sejak awal. Eheheh... entahlah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak pendapat demikian mba namun sepertinya emg pada pergeseran selera wisatawan domestik.

      Beda dgn wisatawan luar justru mencsri yang asli dan alami.

      Imho

      Hapus
  13. Weleh keren bingit ini mah, bagus plus murah lagi masuknya, sayangnya kl dr Bali mahal "ongkir" kesananya wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Mending langsungke Eropa beneran hehehe

      Hapus
  14. Cakep banget ini mah, jadi gak perlu jauh2 travel ke eropa deh cuman 25ribu aja bayarnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Org Eropa nanti bingung yah. Eifel ada dmn2 :)

      Hapus
  15. Alhamdulillah, Indonesia menggeliat dengan parawisata. Era digital membawa segi positif juga, kita bisa tahu lebih banyak tempat dan informasi lebih mudah tersebar.
    Dampaknya bagus bagi pendaparan suatu daerah dari sektor parawisata. Seperti Lembah Harau ini. Keindahan panorama alam dihiasi dengan sarana dan prasarana lengkap untuk masyarakat agar bisa berwisata dengan harga terjangkau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang harus diakui yah medsos membuat daerah2 yang dulu kurang dikenal menjadi lebih dikenal.

      Dampak ekonomi bagi masyarakat setempat cukup baik. Meski perlu juga tetap mempertahankan keaslian wisatanya

      Hapus
  16. Unik ya, ada "kampung Eropa" wkwkwkwkwk. Mana ada Eiffel-nya lagi =))

    BalasHapus
  17. wkwkwk baca judulnya kirain eropa beneran cuzzz bang day sering hala2 keluar negerii.. ternyata di sumatera yach.. tapi kece bdai lokasinya yahh... apalagi ada eifel acu jadi pengen selfie hahahay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mba. Murah meriah lo.kayaknya di area Bandung ada deh yang kayak gimi

      Hapus
  18. Ternyata di Sumbar, ada tempat yang indah kayak gini yah, saya jadi terpesona, ingin lihat dan berfhoto2. tapi ...sayakan di sumsel , jauh bang, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dekat kang... Cuma sekali doang naik bus sehari semalam..😂😂😂

      Hapus
    2. Hooh betul tuh. Dekst kang Nata. Seperti kata om Satria. Sekali aja naik bis tapi 24 jam yah wkwkw

      Hapus
  19. wahhh boleh masuk dalam itinerary saya ke bukit tinggi kelak! thanks mas!

    BalasHapus
  20. Waahhh unik dan menarik yaa bang Eropa ala ranah minang. Namun tetap rumah gadang nan jadi pujaan..😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bang. Bagusnya jg mereka mbuat rumah gadang ut photoboothnya yah

      Hapus
  21. Sekilas seperti tempat wisata Taman Bunga Celosia di Bandungan Kabupaten semarang. Meski di Celosia sebenarnya lebih ke taman bunga. Namun ada juga kincir2 belanda, dan menara eifel, juga bangunan-bangunan ikonik yang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah mungkin inspirasinya sama. Atau pemiliknya sama

      Hapus
Next article Next Post
Previous article Previous Post