Rabu, 08 Mei 2019

author photo
Monumen Avro Anson

JejakBeDe.online - Berburu Takjil Buka Puasa Di Kawasan Monumen Avro Anson Dekat Bukittinggi. Pemandangan lumrah setiap Ramadhan adalah berdirinya tenda-tenda Ramadhan yang menjajajakan berbagai kuliner untuk berbuka puasa.
Takjil menurut KBBI memiliki dua makna yaitu sebagai kata kerja yang berarti menyegerakan buka puasa dan sebagai kata benda yang berarti makanan untuk berbuka puasa. Cek di sini.

Kamipun tak ingin melewatkan kesempatan ini, rasanya hambar jika berbuka puasa tanpa kue-kue basah. Karena kami juga baru di sini, rasanya penasaran juga untuk mencicipi takjil buka puasa khas Sumatera Barat.

Berdasarkan info teman-teman, salah satu pusat takjil buka puasa yang ramai berada kawasan Monumen Avro Anson dekat Bukittinggi. Kenapa saya menulis dekat Bukittinggi ? Karena secara administratif masuk wilayah Kabupaten Agam namun tepat berada di pinggiran Kota Bukittinggi. Bukittinggi coret kata orang-orang 😎.
Jejak terkait :

Dari rumah dinas kami ke Monumen Avro Anson hanya sekitar tiga kilometer. Adapun ke pusat kota Bukittinggi yang lebih banyak pilihan kuliner takjil buka puasa berjarak enam kilometer. Kami memilih yang terdekat saja dulu, besok-besok ganti selera 😊😊😊.
Monumen Avro Anson
Tenda yang menjajakan takjil buka puasa di kawasan Monumen Avro Anson

Hari pertama puasa saat kami berburu takjil di kawasan Monumen Avro Anson terlihat masih sepi, pedagang yang berjualan masih sedikit. Berbeda dengan hari kedua, sudah sangat ramai. Jenis takjil buka puasa yang dijajakan makin beragam.

Favorit istri saya adalah es cendol durian. Anak-anak memilih es buah dan jus alpukat. Saya sendiri takjil buka puasa wajibnya adalah pisang goreng. Namun karena tidak ada di sini jadi saya mencarinya di luar kawasan Monumen Avro Anson. Alhamdulillah dapat 😍😍😍.

Para pedagang takjil buka puasa di tempatkan oleh pengelola di area parkir Monumen Avro Anson yang memang cukup luas. Para pedagang berjejer membelakangi monumen ke arah jalan masuk, hingga menutupi papan nama monumen ini.
Monumen Avro Anson
Papan nama Monumen Avro Anson - Foto : Yori Yuliandra - Google Maps

Oh iya karena berburu takjil buka puasa di kawasan ini, jadinya saya penasaran tentang keberadaan Monumen Avro Anson ini. Pastinya ada sejarah khusus kenapa dibangun.

Monumen Avro Anson terletak di jalan lintas Sumatera Bukittinggi - Medan, tepatnya di Desa Gadut kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Kecamatan Tilatang Kamang ini menjadi batas antara Kab. Agam dengan Bukittinggi. 

Kawasan Monumen Avro Anson dulunya adalah Bandar Udara Gadut yang menjadi pangkalan udara pejuang kita melawan penjajah Belanda. Dari bandara ini juga Belanda menerjunkan pasukan untuk menghancurkan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang berkedudukan di Bukittinggi. 

Menurut om Wiki secara "de jure" Bandara Gadut masuk wilayah Bukittinggi, sehingga dalam catatan sejarah namanya adalah Bandara Gadut Bukittinggi. Namun karena penolakan masyarakat Agam maka wilayah tersebut tidak lagi menjadi wilayah administratif Bukittinggi.

Lanjut tentang Monumen Avro Anson. Ini merupakan replika dari pesawat Avro Anson yang dibeli dari hasil pengumpulan emas rakyat Sumatera Barat. Emas yang terkumpul saat itu mencapai 14 kg. Jika dikurskan sekarang sekitar 7 milyar rupiah. 

Harap dicatat jumlah penduduk saat itu sangat sedikit dan kondisi ekonomi yang hancur karena perang.  Maka nilai 14 kg emas sangat fantastis tentunya untuk ukuran saat itu.

Jejak menarik lainnya :

Pesawat Avro Anson dibeli guna mendukung perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI yang sedang dilanda agresi militer Belanda kedua pada 1947. Saat itu Jawa diblokade oleh Belanda, Presiden dan Wakil Presiden RI di tangkap. Yang belum diduduki Belanda adalah Bukittinggi.
Monumen Avro Anson
Replika pesawat Avro Anson RI-003

Pada Desember 1947 pesawat tersebut berhasil mendarat pertama kali di Bandara Gadut dan diberi register RI-003. Nasib nahas, sekembali dari Thailand untuk kembali ke Bukittinggi, pesawat Avro Anson yang dipiloti Iswahyudi dengan Halim Perdanakusuma sebagai navigator jatuh di perairan Singapura. 

Jenazah Halim Perdanakusuma berhasil ditemukan, namun pilot Iswahyudi tidak temukan hingga kini. Nama kedua pahlawan tersebut diabadikan menjadi nama Bandara Iswahyudi di Madiun dan Halim Perdanakusuma di Jakarta. Sumber di sini.

Nah untuk mengenang sumbangsih masyarakat Sumatera Barat, maka didirikanlah Monumen Avro Anson ini. Dibangun pada tahun 2000 oleh pemerintah Kabupaten Agam.

Monumen ini berbentuk replika pesawat Avro Anson dengan dibagian bawahnya enam buah patung manusia. Dasar monumen ini dikeliling relief-relief yang menggambarkan perjuangan masyarakat Minang saat melawan penjajah dahulu. 
Monumen Avro Anson
Relief pada Monumen Avro Anson

Monumen Avro Anson
Relief pada Monumen Avro Anson

Patung-patung yang berada di bawah replika pesawat Avro Anson tersebut terdiri dari patung amai-amai yaitu sebutan bagi kaum ibu di Minang. Terdapat pulang patung niniak mamak yaitu tokoh masyarakat Minang. Semua patung juga dicat putih sebagaimana warna keseluruhan monumen Avro Anson tersebut.

Monumen Avro Anson dikeliling halaman rumput yang luas dengan bunga-bunga  dan pohon palem. Sayang kondisi sat ini semuanya kurang terawat, mulai dari warna monumen yang mulai berlumut hinggar rumput dan bunga yang kurang terawat.

Untuk mencapai Monumen Avro Anson ini, kita akan melewati jalan atau koridor masuk sejauh kurang lebih 50an meter. Dari arah sini kita bisa menikamati keindahan gunung Singgalang yang berada jauh di belakang monumen.
Monumen Avro Anson
Koridor menuju Monumen Avro Anson

Kondisi koridor inipun 11-12 dengan kondisi monumen Avro Anson utama. Semoga pemerintah setempat bisa memperhatikan dan memperindah kembali tempat bersejarah ini. Dengan demikian generasi berikutnya bisa tetap tahu bagaimana sumbangsih masyarakat Sumatera Barat dalam mendukung kemerdekaan RI.

Begitulah sobat, dari sekedar berburu takjil buka puasa, saya jadi tertarik menggali latar belakang adanya Monumen Avro Anson ini. 

This post have 83 komentar

Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel yah. Mohon maaf spam dan link aktif akan dihapus.
Terima kasih sobat...👍👍👍

  1. Selain bisa berburu takjil, bisa juga nih menikmati monumen Avro Anson. Jadinya, dapat dua-duanya nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya. View dari monumen saat saat cukup bagus karena kita bisa melihat gunng Singglalang

      Hapus
  2. inin tempat keliahatannya udah lama ya mas, tapi masih keren kok, kelihatan seperti peninggalan jaman belanda dulu yang udah lama sekali,..buka puasa disitu enak tuh sepertinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo landasan pacunya masih jaman Belanda. Monumennya masih baru, dibangun tahun 2000 tapi kurang terawat

      Hapus
    2. Tapi baguslah masih bisa berdiri kokoh mas ya,..he-he

      Hapus
    3. Kalo dibiarin lama2 bisa roboh juga hehehe

      Hapus
  3. Aduh aku sering banget ke bukittinggi tapi nggak pernah ke sini masa -____-
    Ini di sebelah mana yah bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ke arah Simpang Gadut mas, lepas pacuan kuda ke arah medan

      Hapus
  4. Seru banget berburu takjil sambil menggali sejarah, keren penjabarannya aku dapat inspirasi

    BalasHapus
  5. Salam kunjungan dan follow :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mba. Saya yakin pasti susah mengerti artikel ini karena tata bahasa kita berbeda hehehe

      Hapus
  6. Tenda merah mirip stand promo jualan pulsa ya he he he..

    BalasHapus
  7. Wah asyik juga lokasi berburu takjil-nya deket dengan lokasi wisata.. kalau dulu aku berburu takjil-nya datang ke mesjid yang nyediain takjil gratis hahahahaha

    BalasHapus
  8. terima kasih kerana beritahu saya tempat ini. nanti saya boleh masukkan dalam itinerary saya ke Bukittinggi tak lama lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali Mak Cik. Welcome to Bukittinggi

      Hapus
  9. Wah enak juga ya bisa berkunjung wisata sambil berburu takjil apalagi tempatnya belum pernah dikunjungi jadi pengalaman yang berkesan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba. Sambil menyelam minum air. Eh lagi puasa gak bole yah :)

      Hapus
  10. Bagus mas ulasannya. Tapi kok kaya gak terawat gitu yah? Coba di rawat yang baik terus dikasih lampu-lampu yang cetar, pasti bagus banget kalo malam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuja mas, kemudian diberi booth yang instagrammable, bakal lebih populer lagi

      Hapus
  11. wah suka banget nih ane kalau berburu takjil di bulan ramadhan memang asyik banget, di jogja juga banyak masjid2 yang sediakan takjil buat buka, dan gratis tapi harus ikut pengajian dulu di masjid :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jaman saya kuliah saya aktif PPT mas, para pencari takjil hhehe

      Hapus
    2. cocok banget itu gan, seru banget ngabuburit nya ya sambil menyelam minum air, ikut pengajian dan sambil nunggu takjilan buat buka puasa hehehe :D

      Hapus
  12. sayang banget ya ini kurang terawat, padahal kalau dilihat-lihat kayaknya tempatnya enak untuk didatengin semisal istirahat sejenak liat yang hijau-hijau. btw walaupun judulnya berburu takjil, aku lebih dapet info tentang avro ansonnya sendiri, bahkan baru tau juga tentang halim perdana kusuma loh :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi kalo sore mba, view di belakangnya ke arah barat adalah puncak Gunung Singgalang.

      Avro ansonnya dari berbagai sumber mba hehehe

      Hapus
  13. Selain untuk menanti saat buka puasa, kita juga bisa liat monumen dan pemandangan alam sekitar ya Mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berburu takjil saat ramadhan memamg jadi kesenangam tersendiri, terlebih takjilnya geratis....

      Hapus
    2. Iya betul nggak salah itu mas

      Hapus
    3. Masak Komen saya sendiri saya jawab sendiri...aneh?

      Hapus
    4. Itu serunya bang Asnaji, takjil dapat trs bisa menikmati pemandangan

      Hapus
  14. Iya sayang banget ga terawat gitu.
    Pertanyaan saya, kenapa para bapak sukanya pisang goreng? Soalnya paksu juga demennya sang goreng, wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sayang banget biaya pembangunannya pasti besar banget terus gak dirawat.

      Salam tos ut paksunya sesama penggemar pisgor

      Hapus
  15. Wah... Pengetahuan baru nih, belom banyak tau kisah saat PDRI.
    Btw, cantik banget langitnya... Salah fokus. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejarah PDRI karena ibukota RI di Yogya jatuh ke tangan Belanda.

      Iya langit biru emg pasti menarik hati hehehe

      Hapus
  16. Pemandangan sore nya indah banget sob
    Oya berbuka puasa di area monumen avron banyak tenda itu yg jualan atau semacam hanya pas momen puasa ya

    Sayang banget yah perawatan nya dari pemerintahan setempat padahal dilihat sekilas bagus banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang jualan hanya pas puasa aja mas.
      Iya sayang banget kurang perawatan padahal menyimpan sejarah luar biasa

      Hapus
  17. Selain pisang, ngga ada gorengan lain yang bisa klop masuk ke pencernaan, mas ?.
    Eh, kepoooo ..
    Wwwkkk

    Sekilas lihat foto pesawat monumen Avro Anson, jadi keingetan sama display pesawat asli di museum angkut jatimpark ..., model pesawat dan posisi displaynya hampir mirip.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak ada mas. Buka puasa harus pisang goreng hehehe

      Mungkin tipe pesawatnya emg sama dengan yang di sana mas. Kan emg pesawat populer jaman itu

      Hapus
    2. Wuuaaah ..., pecinta pisang sejati ini namanya :)

      Pisang tanduk juga enak ha ternyata dibikin pisang goreng .., hmm .. , tapi ya dipotong kecil-kecil ukurannya.
      Kalau digoreng sepanjang itu .. , ya kayaknya ngeri juga tampilannya, wwwkkk

      Bisa jadi, model pesawatnya memang dibuat semasa keduanya, ya .., pantesan kalau diamati ada kemiripan

      Hapus
  18. kalo lagi bulan puasa tempat seperti itu memang paling sering di jadikan tempat untuk berjualan takjil, selain tempatnya oke juga bisa melihat tempat bersejarah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan yang paling beruntung adalah PPT. Para Pencari Takjil hehehe

      Hapus
    2. bener banget bang :D

      Hapus
  19. Berkah Ramadhan mang biasanya takjil selama Ramadhan ada saja yang mengasih disetiap kota dan jalan2..😄😄

    Cuma lebih enak kalau kita di bukit tinggi bisa sekalian berwisata sambil berburu takjil gratis..😄😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah saya malaj belum ketemu takjil gratis di sini mas. Mungkin di masjid2 ada kali yah

      Hapus
  20. Berburu takjil memang enak di minggu pertama, karena masih fresh dan segar2, kalau sudah minggu2 selanjutnya, kadang jadi gk segar, karena kolak2 nya hasil panasan sisa kemarin. Ya umumnya begitu si, maka ny jgn heran kalau jajan takjil bikin sakit malah, krn makanan ny gk fresh. Gk smw, tp ya sllu ad pedagang nakal, mengingat yg jual banyak, yg beli kan jumlahnya kadang gk seimbang, ada yg ludes cpt, ad yg sisa bnyk, nah yg sisa bnyk itu kdang yg dpanasin lalu djual lg sampai hbs, kapan hbs ny y trgntung psr menyerap.

    Owh begitu sejarahnya, jadi tahu. Kenapa Halim Perdana Kusuma dan Iswayudi wafat, karena ini. Luar biasa juga perjuangan rakyat kala itu mengumpulkan emas sampe berkilo-kilo buat beli pesawat. Mereka belinya kemana ya, ada dealernya kah? Baru apa 2nd?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh bro kayaknya trauma yah dengan takjil basi hehe. Kami sih belum ngalamin takjil dengan kualitas buruk.

      Betul mas sumbangsih masyarakat demi NKRI kala itu luar biasa. Tentunya tidak akan pernah terbayar oleh generasi penerusnya seperti kita

      Hapus
  21. Asik juga ya, selain berburu takjil juga bisa foto-foto sekaligus bisa buat postinga ya, Mas. Tempatnya kalau sore memang asik gak panas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukittinggi dan sekitarnya emang sejuk mas utamanya sore hingga pagi. Kalo ke sini jangan lupa bawa jaket ya

      Hapus
  22. Daripada berburu, kalau saya mah palingan jualan juga disitu Bang Day! Haha.. 😁

    BalasHapus
  23. Pemandangan Gadut indah...takjilnya pasti enak...=D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo sore view ke arah gunung Singgalang emg indah dari monumen Avro Anson ini

      Hapus
  24. berburu takjil
    paling enak untuk anak kos, bisa hemat hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jaman saya kuliah dah apal menu takjil di beberapa masjid. Jadi tinggal diatur aja jadwalnya hari ini dimana,besok dimana ut buka puasanya

      Hapus
  25. Ya Allah, itu replika pesawtnya sampe ttumbuh subur tanaman hijaunya.. karena peninggalan belanda apa karena dk terawat ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena tidak terawat mba. Smg pemerintah setempay bisa segera memberi perhatian yah

      Hapus
  26. Saya baru tau kalau Halim Perdanakesuma itu pahlawan mas, padahal dulu pas kerja di jakarta saya sering ke bandara HLP kalau mau kemana-mana, taunya saya baru sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pernah baca sih bahwa beliau gugur di usia belia. Ternyata dalam misi yg terkait pesawat ini

      Hapus
  27. menunya asli bikin ngiler ...

    BalasHapus
  28. sejarah monumen avro menarik, dan baru tau juga asal usul nama bandara halim dan iswahyudi.
    nilai duit 700 juta saat itu memang terbilang fantastis untuk taun segitu ya, ngebayangin perjuangan rakyat waktu itu pasti sangat berat

    kalau view buat nyari takjil ada gunung singgalang gini apik juga, ahh jadi pengen kesana deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngumpulin 14 Kg pada saat jaman susah tentunya sangat emejing yah.

      Monggo mampir mba. Paket wisata Bukittinggi rame lo

      Hapus
  29. Waduh dari baca artikel trus cari kolom komentar panjang kayak nunggu lebaran hehehe, ngomong-ngomong berburu takjil jadi inget masa kuliah sukanya ikut berburu takjil maklum anak kos hehehehe menunya juga sangat istimewa kebetulan emang masjid komplek perumahan elite. Sayang sekali ya replika pesawatnya kurang terawat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi gak sepanjang saat nunggu jodohkan ? :D

      Iya sayang banget gak terawat monumennya.

      Wah anak kost dmn2 sama yah... jaman saya kuliah dulu ya gitu jg mba hehehe

      Hapus
  30. Wah padahal berharap ada gambar es cendol yang berbinar-binar hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya takut dosa mas, bikin org yang puasa jadi ngiler hehehe

      Hapus
  31. Ngak bisa tinggal pisang goreng yah bang kalau buka Puasa ? ✌😀

    kalau menu saya sawi pahit bang..hahaha.aneh bukan....😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kang Nata. Wajib hukumnya berbuka dengan pisang goreng.

      Wah aneh jga berbuka dengan sawi pahit hehehe. Emg doyan sawi yah ?

      Hapus
  32. Mantaaf sekali nih kue basah ditemani es cendol durian, sayangnya nggak ada pisang gorengnya ya Bang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, es cendol duren makyusss. Di tempat takjil yang lain kebetulan ada. jadi aman mas heheeh

      Hapus
  33. itu pesawatnya cuma monumen qtau pesawat beneran trus dipasang disitu bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari beberapa literatur ini hanya replika karena yang asli hilang

      Hapus
  34. wah keren mas, beli takjil untuk bukber sambil meningat sejarah dan perjuangan pahlawan bangsa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar kita-kita paham latar belakangnya mas hehehe

      Hapus
  35. Hahaha baca kata jus-jus jadi ngiler.. doyan banget ama pisang goreng bang day ampe rela nyari keluar kawasan..

    BalasHapus
  36. hehehehe, padahal niatnya berburu takjil ya.
    Eh malah sibuk berburu pengetahuan tentang sejarah lokasinya :D

    Terus jadi tulisan pula :D
    Sampai-sampai takjilnya sedikit terabaikan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklum mba saya sejarawan yang nyasar masuk fisika.

      Eh iya yah saya jg jadi lupa ma takjilnya wkwkwk

      Hapus
Next article Next Post
Previous article Previous Post