Rabu, 17 April 2019

author photo
Menara Jam Gadang Bukittinggi

JejakBeDe.online - Berkunjung Ke Menara Jam Gadang Bukittinggi Sumatera Barat. Menara Jam Gadang merupakan ikon wisata di Sumatera Barat. Banyak orang mengira Menara Jam Gadang ini berada di Padang. Padahal letak sebenarnya berada di Kota Bukittinggi.

Kota Bukittinggi sendiri berjarak sekitar 90 kilometer dari Kota Padang, ibukota Sumatera Barat. Berada pada ketinggian sekitar 900an meter di atas permukaan laut.

Karenanya suhu udara di Bukittinggi sangat sejuk. Jika nanti sobat ingin berkunjung ke Jam Gadang Bukittinggi ini, baiknya membawa pakaian hangat yah.

Jejak terkait : Transit Semalam Di Hotel Basko Premier Padang

Dari Padang menuju Bukittinggi, sampai sejauh 50 kilometer akan melalui jalanan yang landai. Memasuki Kota Padang Panjang hingga 10 kilometer sebelum masuk kota wisata Bukittinggi kita akan melewati jalanan dengan tanjakan lumayan tinggi serta berkelok-kelok.

Kurang lebih seperti kita dari Jakarta menuju Bandung dengan melewati daerah Puncak. Perbandingan ketinggian antara Padang yang merupakan daerah pesisir dengan kota wisata Bukittinggi di mana menara Jam Gadang berada dapat dilihat pada gambar berikut.
Profil ketinggian Padang - Bukittinggi dengan Google Earth.

Bukittinggi, Bung Hatta Dan Jam Gadang


Bukittinggi merupakan kota tujuan wisata utama tidak hanya wisatawan dari sekitar Sumatera Barat namun tidak sedikit juga merupakan wisatawan mancanegara. Selain karena udaranya yang sejuk, di sini banyak situs-situs bersejarah. Diantaranya menara Jam Gadang yang sangat terkenal tersebut, Lobang Jepang, Museum Bung Hatta serta benteng Fort De Kock.

Satu lagi yang membuat Bukittinggi terkenal adalah karena merupakan kota kelahiran Bung Hatta, salah satu proklamator RI. Di sini terdapat museum rumah kelahiran Bung Hatta, Taman Bung Hatta serta Istana Bung Hatta. Terdapat juga perpustakaan daerah yang dinamakan Perpustakaan Bung Hatta.

Karena menjadi kota wisata, tidak heran di Bukittinggi banyak berdiri hotel-hotel mulai dari yang berbintang hingga hotel kelas melati. Konsentrasi terbesar hotel-hotel tersebut berada di sekitar Menara Jam Gadang Bukittinggi. So gak usah khawatir soal penginapan jika ke sini.

Di dekat Menara Jam Gadang Bukittinggi terdapat juga kebun binatang dengan koleksi satwa yang beragam. Jaraknya cukup dekat, tidak sampai 1 kilometer.



Suasana Di Menara Jam Gadang Bukittinggi 


Kembali ke Jam Gadang, letaknya berada di kawasan tertinggi di Bukittinggi. Ada dua lokasi yang merupakan kawasan tertinggi di kota wisata Bukittinggi ini, selain Jam Gadang satunya adalah tempat kedudukan Benteng Fort De Kock yang terhubung dengan Kebun Binatang Bukittinggi.
Menara Jam Gadang Bukittinggi
Satu sudut Menara Jam Gadang Bukittinggi


Tinggi Menara Jam Gadang menurut om Wiki sekitar 36 meter di mana pada  bagian bawah atap puncak terdapat empat buah jam pada ke empat sisi menara. Jam Gadang menurut bahasa Minang artinya jam besar, karena memang diameter jam tersebut mencapai 80 centimeter. 
Menara Jam Gadang Bukittinggi
Menara Jam Gadang pada sore hari

Yang unik pada jam di Menara Jam Gadang Bukittinggi tersebut adalah penulisan angka jam empat romawi bukan  dengan "IV" tetapi "IIII".  Saya belum menemukan literatur resmi yang menjelaskan tentang ini. Mungkin sobat blogger ada yang tahu jawabannya ?
Menara Jam Gadang Bukittinggi
Keunikan angka empat pada Jam Gadang Bukittinggi

Menara Jam Gadang Bukittinggi dikelilingi taman-taman di antara area untuk pengunjung. Pada beberapa titik terdapat kolam air mancur yang dilengkapi lampu warna-warni. Tentunya akan terlihat sangat indah pada malam hari.
Menara Jam Gadang Bukittinggi
Area pengunjung dan taman di sekeliling Menara Jam Gadang Bukittinggi













Satu hal yang kami amati, Jam Gadang ini selalu ramai dengan pengunjung setiap sore hingga malam hari. Tidak hanya pada hari libur saja.  Sepertinya hal ini karena Jam Gadang di kelilingi pusat pertokoan dan sentra bisnis kota wisata Bukittinggi ini.

Pada sebelah barat Menara Jam Gadang terdapat Plaza Bukittinggi. Ini merupakan pusat perbelanjaan terbesar di sini. Pada sebelah timur merupakan kawasan terbuka yang dapat untuk memandang sisi lain kota wisat Bukittinggi yang letaknya lebih rendah dari Jam Gadang.

Pada sisi selatan terdapat Istana Bung Hatta yang berada sejalan dengan Hotel Novotel Bukittinggi. Adapun pada sisi utara berjejer pertokoan yang menjual aneka macam barang.

Pada malam hari, Menara Jam Gadang dihiasi dengan lampu-lampu beraneka warna. Cahaya lampu ini membuat Jam Gadang tetap terlihat dari kejauhan. Kerlap kerlip lampu hiasnya membuat pesona tersendiri.

Di sekitar area pengunjung juga terdapat beberapa lampu sorot dan lampu taman yang berwarna-warni. Tentunya ini semakin menambah eksotisme Menara Jam Gadang Bukittingi.

Menara Jam Gadang Bukittinggi


Satu hal lagi yang akan memanjakan pengunjung adalah air mancur di sekitar Jam Gadang. Pada malam hari lampu warna warni akan menghiasi air mancur tersebut. Sangat indah.
Menara Jam Gadang Bukittinggi
Lampu warna warni pada air mancur di sekitar Menara Jam Gadang Bukittinggi


Keunikan Menara Jam Gadang Bukittinggi 


Beberapa keunikan Menara Jam Gadang Bukittinggi yang menjadi daya tariknya adalah pertama, merupakan bangunan tertinggi di Bukittinggi. Peraturan setempat melarang ada bangunan yang melebih tinggi Jam Gadang.

Menara Jam Gadang Bukittinggi bentuknya sama dengan Menara Big Ben di Inggris. Bahkan disebutkan mesin penggerak jam pada kedua menara jam tersebut menggunakan mesin yang sama.
Menara Jam Gadang Bukittinggi
Menara Jam Gadang dari arah Plaza Bukittinggi.
Jejak bersama keluarga :

Keunikan Menara Jam Gadang Bukittinggi lainnya seperti saya sebutkan di awal adalah angka empat romawi pada jam tersebut. Sampai sekarang hal tersebut masih menjadi teka-teki. Ada yang menyebut angka 4 romawi ditulis dengan IIII adalah untuk mengenang empat orang pekerja yang jatuh pada saat pembangunannya.

Literatur lain menyebut penulisan IIII karena jika IV bisa diartikan I Victory atau saya menang. Ini dihindari Belanda karena dianggap dapat memicu perlawanan terhadap mereka.

Sejarah pembuatannya juga menjadi keunikan Menara Jam Gadang Bukittinggi ini. Menurut om Gugel, Jam Gadang ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controuler atau Sekretaris Kota di Bukittinggi. Mulai dibangun pada tahun 1926. Berarti usianya sudah mencapai 93 tahun.

-----000-----

Begitulah sobat kisah kami mengunjungi Menara Jam Gadang, menikmati keunikannya dan menikmati kesejukan kota wisata Bukittinggi di Sumatera Barat.

This post have 98 komentar

Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel yah. Mohon maaf spam dan link aktif akan dihapus.
Terima kasih sobat...👍👍👍

  1. Wui menara jam gadangnya keren banget ya bang day.. kapan coba saya kesana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo diniatin pasti terwujud mba hehehe

      Hapus
    2. Wahhh jadi pengen kesana jugaaa :D

      Hapus
  2. Benar. air mancurnya menakjubkan jika malam hari. Bukittinggi punya Menara Jam Gadang, jadinya tak kalah dengan menara lain di perkotaan besar, mana ada nilai sejarahnya.
    Kalau Korea punya Namsan Tower, kita punya Menara Jam Gadang, dan seharusnya kita bangga bahwa peninggalan sejarah yang terawat baik itu bisa menambah semarak suatu kehidupan di Bukittinggi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mba, ikon kota banyak tapi yang memiliki nilai historis hanya beberapa. Dan jam Gadang ini serupa dengan Big Ben di Inggris

      Hapus
  3. Teman saya pernab postjng foto disini benerapa taun lalu..pengen kesoni belum kesampaian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Temen apa temen mas hehehe. Insya Allah kelak bisa kesini mas Alfan. Aamiiin

      Hapus
  4. Wahhh iya bener banget tuh, ak dulu kira lokasi ini ada di padang ;D, ternyata setelah melihat foto hasil teman dan teringat lagi disini ternyata di bukittinggi wkwkw :D, kapan kapan pengen kesini huhuw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya bisa jadi karena disebut jam gadang ada di Sumbar, maka yang kepikiran adalah ibukotanya Padang

      Hapus
  5. Asyik jg ya gan traveling ke sumbar lihat jam bersama keluarga pasti sangat berkesan ya gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah mas dapat kesempatan di sini

      Hapus
  6. Senengnya bisa jalan jalan sekeluarga, semoga kelak kalau dah atau belum berkeluarga ku pun bisa seperti ini..

    BalasHapus
  7. Dulu tahu jam gadang dari novel-novel jadul. Ternyata bentuknya keren dan memiliki sejarah yang unik... Semoga suatu saat bisa berkunjung menikmati kota Bukittinggi.

    BalasHapus
  8. Wuuiihhh!! Jam Gadang Jadi kangen pengin ke Bukit Tinggi lagi....😄😄 Terakhir saya kesana tahun 2012 dan sangat ramai pengunjung baik siang dan malam. 😄😄

    Jam yang sudah ada sejak zaman belanda memang banyak memberi manfaat serta sejarah bagi kota Bukit tinggi..Mungkin bukan hanya Bukit Tinggi saja yaa!! Tetapi seluruh wilayah sumatra barat. Karena Jam tersebut sudah menjadi Icon kota Padang.😄😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah lama juga waktu ke sini yah mas. Sekarang jam Gadangnya makin cantik mas.

      Ya harus kita akui peninggalan penjajah ada juga yang bernilai positif, meski negatifnya dampak penjajahan jaauh lebih besar

      Hapus
    2. Intinya bisa jadi sejarah buat generasi penerus nanti yaa bang..Terutama warga bukit tinggi sumbar.😄😄

      Hapus
  9. saya malah belum pernah main kesini, klo lewat sering, tapi engak pernah mampir,

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah si abang dari mana hendak ke mana nih cuman lewat di Bukittinggi

      Hapus
  10. Hampir 1 abad ya usianya, makin lama makin bersejarah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan semoga menjadi catatan abadi untuk generasi berikut bahwa Belanda pernah menjajah kita hehehe

      Hapus
  11. Wow... Wow... Ternyata IIII juga untuk mengenang 4 pekerja yang jatuh pada saat membangun. :(
    Sedih tapi bersyukur merekq diingat dengan angka tersebut.

    Aku pengen sih ke sana. Tapi, belum kesampaian.
    Pengen lihat secara langsung bagaimana jam-nya.

    Terima kasih Kak sudah ajak aku jalan-jalan lewat artikelnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mba. Semoga terwujud bisa ke sini, melihat langsung angka IIII romawi 👍👍👍

      Hapus
    2. Aamiin... Terima kasih Kak.
      Oh ya, jam-nya nggak rusakkah setelah bertahun-tahun gitu atau selalu ada perbaikan gitu? Kan pasti jam-nya kena air dan panas setiap harinya Kak.

      Hapus
  12. 2015 akhir sy juga pernah sampai ke bukittinggi
    Ternyata suasananya adem bgt, mampir rumah bung hatta juga panorama lubang jepang
    Ke sananya liwat rute jalan panjang yang beneran puanjaaaang banget trus nemu aer terjun di pinggir jalan
    Rasanya ke sana pingin mengulangi lg
    Karena ternyata tanah sumatera, khususnya koto bukittinggi punya sejuta pemandangan yang indah indah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mba. Bukittinggi sangat indah.
      Ternyata si mba maennya udah jauh banget nih. Keren mba.

      Hapus
  13. katanya kalau ke bukittinggi belum sah kalau nggak foto di jam gadang ini. dan aku belum pernah ke sana, wkwkw

    BalasHapus
  14. Melihat jam gadang, saya jadi teringat film siti nurbaya waktu kecil dulu, bentuknya kini jadi lebih bagus dan terurus. :D bang day jadi datuk maringgih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah masa jadi datuk maringgih om hehehe.

      Hapus
  15. keren banget nih,,,sering lihat dikalender kalender hhhhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu lebih keren kalendernya ditandai trs beli tiket pada tanggal yang ditandai itu untuk hanimun mas hehhe

      Hapus
  16. Ramai pengunjung jam gadang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget mba.. hari biasa aja ramai apalagi pada saat wiken mba

      Hapus
  17. ini tempat yang bisa jadi list buat trip, soalnya tempatnya sejuk gitu minimal gak banyak keringat yang keluar karena harus foto-foto cantik di setiap spot.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dijamin sejuuuk mba. Make up gak bakal luntur selama jalan2 di sini hehehe

      Hapus
  18. Wagelaseeeeh ...
    *ikutan nulis kek gini biar kekinian 😅'

    ... Sekarang bagus banget yaaa sekitaran Jam Gadang dihujani lampu warna warni begitu ...

    Eiits, kenapa ya ..
    BeDe kalo berfoto pasti hampir sebagian besar fotonya ditampilin setengah wajah ..jangan-jangan punya pantangan kayak pesulap David Copperfield, ngga mau berfoto dari sebelah kanan ... wwwkkk
    Becanda loh, ya 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkw.. gak gitu mas. Foto setengah aja yang liat udah mual2, gmn ditampulin semuanya. Trafik blog bisa turun drastis 🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️

      Hapus
    2. Yaah .. kok gitu 😱?.

      Ya ndak loh yaaa ..
      Ntar siapa tau, kalau pasang foto full wajah mendadak malah jadi idola baru 😜

      Hapus
    3. puasa jangan ngehina orang mas wkwkwkwk

      Hapus
  19. Wah selfie ama keluarga hehehe

    BalasHapus
  20. Balasan
    1. Iya mas, satpol rajin berkeliling mengawasi sekitar

      Hapus
  21. Melarang ada bangunan tertinggi disekitar menara gadang. Saya sangat suka dan setuju sekali.
    Kalau saya kesana, inginnya ke museum bung hatta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya biar view menara jam gadang tidak terhalang bangunan lain. Ayo mas main ke sini.

      Hapus
  22. Mantaapp nih..
    selain udara yang mendukung buat berlama-lama, view yang disuguhkan juga bikin betah yak! Pantes tempat ini iconic banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar….adem cuacanya…. makanannyapun khas

      Hapus
    2. Sangat sejuk mba Zalfaaa

      Hapus
    3. mas @Tanza, musti inget umur klo soal makan hehehe

      Hapus
  23. Bukit tinggi, nama yang tidak asing... Sering disebut di buku-buku sejarah. Demikiqn juga dengan jam gadang. Baru tahu nama dan keelokannya dari berita. Semoga suatu saat dapat ke sana. Tfs... Menarik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, saya juga teringat pelajaran jaman SD tentang bung Hatta

      Hapus
  24. Wih jadi pengen liburan ke situ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Segera telpon agen travel mas hehehe

      Hapus
  25. Keren mas ya, cuma yang menjadi pertanyaan saya jam itu hidupnya pakai apa ya, mungkinkah pakai batu baterai, atau mungkin pakai listri atau mingkin pakai aki, atau mungkin otomatis ya, itu jamkan gede banget apa enggak rumit ngurusnya,...ha-ha 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mesinnya mekanik kayak arloji. Saya gak yakin soal daya penggeraknya

      Hapus
  26. Dan kalau mau main di tempat ir.soekarno diasingkan ditempat kami ada loh mas tempatnya,..yuk kesini, he-he,..namanya kota kapur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Bangka yah mas. Insya Allah bisa ke sana. Trims undangannya

      Hapus
  27. Dari dulu pengen banget mengunjungi kota padang dan bukit tinggi melihat jam gadang dan rumah adat yang cantik itu, mudah2an ada rezeki buat kesana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin. Semoga segera terwujud mba. Sejuk lo di sini

      Hapus
  28. Wow keren sekali Menara Jam Gadangnya apalagi dilihat pada malam hari dengan air mancur yg beraneka warna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesuai tuntutan jaman kali yah mas hehehe

      Hapus
  29. Ramainya pengunjung di Menara Jam Gadang. Sampai malam juga tetap ramai dan tampak menarik dengan air mancur warna-warni.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami juga heran mba, karena hari biasapun ramainya sama

      Hapus
  30. Alhamdulillah libur lebaran tahun lalu bisa main ke kota ini. Tp karena hari lebaran, kota padang dan bukittinggi padatnya luar biasa.
    Waktu main ke jam gadang juga sedikit kurang puas krn ramainya manusia yang berkumpul di sana.
    Selain itu, tahun lalu jam gadang jg blm diperindah, beda ketika Bang Day datang (udah ada air mancur warna-warni dll).
    Pingin ke sana lg, tp pinginnya pas bukan musim liburan, biar tidak terlalu padat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya gitu mas sebaiknya jangan pada hari libur karena pastinya padat banget. Mau parkir kendaraan aja susah.
      Kata teman2 air mancurnya emg baru aja.

      Hapus
  31. Meski bekas peninggalan belanda terapi jam gadang disumbar banyak membawa kenangan serta manfaat sejarah yang menarik untuk generasi penerus..��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, catatan sejarah yang bisa disaksikan oleh banyak generasi selanjutnya

      Hapus
  32. Oh iya... jam gadang Bukittinggi memang terkenal banget. Tapi yang paling saya kenang dari Bukittinggi adalah roti talua yang dibeli di dekat pasarnya. Enak banget!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sya belum nyicipin mba. Trims infonya

      Hapus
  33. Keren loh ya Jam Gadang ini. Indonesia patut bangga :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mas. Di dunia yang model dan mesinnya sama hanya di Inggris dan di Bukittinggi ini

      Hapus
  34. salah fokus kok malah mirip menara pisa ya
    hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menara pisa ngikut ngikut di Indonesia wkwkw

      Hapus
    2. hehehe... masa sih mirip

      Hapus
  35. Makin indah ya ketika malam hari
    Lampu menyala warna-warni
    Yang berkunjung pasti rindu ingin kembali

    :)

    BalasHapus
  36. Pada 2010 saya pernah baca tentang penggunaan angka romawi pada jam khususnya angka 4, ini kalau gak salah ya katanya memang pada zaman dulu penulisan angka romawi 4 itu IIII bukan IV, nah barulah pada zaman modern dirubah jadi IV tapi gak tau pastinya juga sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, saya nemu juga literatur demikian. Tapi ternyata lebih karena kebiasaan dulu untuk jam memang pake IIII, karena lebih mudah di pahami masyarkat saat itu yang katanya tidak semua paham angka romawi

      Hapus
  37. udah lama ngga mampir blogwalking ke tempat BangDay, tau-tau udah di jam gadang aja hehehe

    aku baru tahu kalo jam gadang sama big ben mesinnya samaan, kirain cuma mirip-miripan bentuk gitu! hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mba, setelah gugling baru tau juga saya. Yah mungkin sama kayak mobil, 1 di buat di Jepang dan 1 nya lagi di Indonesia tapi mesinnya sama2 t*yota

      Hapus
  38. menara jam ini tempat pertama akan saya tuju sebaik tiba nanti... oh ya, nak tanya. ada banyak tak toko souvenir berdekatan menara ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak bu, letaknya tepat di sisi utara dari Jam Gadang

      Hapus
  39. wah meriah sekali ya gan, dari pagi sampai malam banyak banget pengunjung nya untuk santai dan foto foto disana, cocok banget nih untuk ngabuburit di bulan ramadhan ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah belum ke sana lagi selama puasa ini mas.... lagi berburu takjil ke tempat2 lain hehehe

      Hapus
  40. Assalamualaikum. Salam kenal Bang Day. Jadi pengen jalan² ke Bukittinggi. Insha Allah, ada banyak cara biar bisa jalan² ke sana selain nabung dulu buat akomodasi nya. 😎😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal jg mb. Aamiiin. smg terwujud jalan2 ke sini

      Hapus
  41. Wah keren banget nih kak tempatnya. Penuh dengan sejarah. Saya pingin banget sih ke sana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mba segera hubungi agen travel terdekat. Senin harga naik lo

      Hapus
  42. wahhh salah satu bucket list yang belum kesampaian ini.. gak nyangka ternyata rame macam alun2 ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Jam Gadang mengalami perluasan halaman yg dijadikan taman dan area pedestrian.

      Buruan agen travel terdekat. Senin harga naik lo

      Hapus
  43. pengen banget ke jam gadang dan Padang sih khususnya hehehe..semoga suatu hari ada rejeki dan kesempatannya..aamiin
    makasih udah dapat cerita banyak ttg wisata ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah bisa terwujud mba bahkan lebih jauh lagi yah.. aamiiin

      Hapus
  44. cantik tempat2 di indonesia. I wish I can go there.
    Salam from Malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin. Insya Allah suatu ketika bisa berkunjung ke Indonesia. thank you for visiting

      Hapus
Next article Next Post
Previous article Previous Post