Jumat, 01 Februari 2019

author photo
Hotel The Rich Yogyakarta

JejakBede - Pesona Nuansa Etnik Hotel The Rich Yogyakarta. Semasa kecil yang saya tahu tentang Yogyakarta adalah sebagai Kota Pendidikan. Beberapa kakak sepupu saya saat itu ada yang kuliah di sana. Dari mereka saya tahu Yogyakarta saat itu penuh dengan sepeda yang digunakan para pelajar dan mahasiswa.

Setelah saya merantau kuliah ke Jakarta, pada beberapa kesempatan saya bersama teman-teman kuliah menyempatkan liburan ke Yogyakarta. Saat itu sepeda sudah tidak terlihat lagi. Sudah berganti dengan sepeda motor. Dan pada saat itu lagu Yogyakarta dari Kla Project lagi hits. Jadi bisa ketebak usia kami saat ini 😁.

Hal lainnya saya jadi tahu kemudian Yogyakarta merupakan kota dengan budaya daerahnya yang khas. Sentuhan etnik nampak di mana-mana. Paling mudah dilihat adalah papan nama jalan. Selain dengan tulisan berbahasa Indonesia, juga menggunakan tulisan Jawa Kuno.

Pertengahan Januari kemaren saya mendapat tugas negara (tsaah) ke Yogyakarta. Tugas negara sekaligus menikmati (lagi) nuansa etnik khas Yogyakarta. Hanya empat hari sih. Sebelumnya tahun 2013 pernah mendapat tugas negara ke Yogyakarta selama enam pekan. enam pekan lo ! bukan 7 hari 😊😊😊. Praktis 42 hari tidak bertemu anak dan istri🀦‍♂️🀦‍♂️🀦‍♂️.


Tugas negara lainnya :



Nuansa Etnik Lobi Hotel The Rich Yogyakarta


Acara kami digelar di Hotel The Rich Yogyakarta. Jika hanya melihat dari luar, arsitektur Hotel The Rich Yogyakarta tidak bedanya dengan bangunan hotel-hotel lain. Nuansa etniknya mulai terasa saat kita memasuki bagian lobi hotel.

Meja resepsionis Hotel The Rich Yogyakarta seperti pada foto di atas sudah menunjukkan ornaman khas. Sentuhan entik makan terasa dengan adanya patung yang berpakaian khas Jawa di sisi kiri meja resepsionis tersebut. Terdapat latar logo Hotel The Rich Yogyakarta yang juga dengan desain etnik yang Yogya "banget" pada belakang meja resepsionis tersebut.
Hotel The Rich Yogyakarta
Meja resepsionis Hotel The Rich Yogyakarta

Lobi hotel ini tergolong luas terdapat beberapa set sofa bagi tamu untuk bersantai atau juga bertemu koleganya. Desain pilar gedung yang ada di lobi seperti arsitektur gedung jaman dulu. Pada beberapa bagian lobi Hotel The Rich Yogyakarta terdapat aksesoris dan patung yang unik. Benar-benar kita diberi sajian atmosfer suasana khas Yogya.
Hotel The Rich Yogyakarta
Lobi Hotel The Rich Yogyakarta

Patung ataupun aksesoris tersebut beralaskan panggung kayu dengan ukiran khas. Memberi kesan antik dan tradisional.
Hotel The Rich Yogyakarta
Salah satu patung pada lobi Hotel The Rich Yogyakarta

Pada sisi kiri dan kanan lobi terdapat tangga untuk mengakses beberapa ruang pertemuan. Tangga ini berfungsi juga sebagai tangga darurat namun dengan ornamen khas. Memperkuat nuansa etnik di sini.
Hotel The Rich Yogyakarta
Tangga darurat Hotel The Rich Yogyakarta

Nuansa etnik Hotel The Rich Yogyakarta akan kita temukan juga pada lorong-lorong hotel menuju ke lift dan area publik lainnya. Lorong yang kanan merupakan akses ke kolam renang, gym dan spa serta ke kamar hotel sampai dengan lantai 10. Adapun lorong ke kiri dari resepsionis merupakan akses ke beberapa meeting room dan kamar hotel mulai dari lantai 11.
Hotel The Rich Yogyakarta
Koridor menuju lift dan kolam renang Hotel The Rich Yogyakarta


Nuansa Etnik Kamar Hotel The Rich Yogyakarta


Saya mendapar kamar pada lantai 16, bersama dengan kolega saya yang kebetulan teman saat akademi dulu. Dan Kebetulannya lagi kami tiba di Yogyakarta dengan penerbangan yang sama, sehingga bisa meminta ditempatkan pada kamar yang sama pada panitia.
Baca juga :

Kamar tipe deluxe dengan twin bed cukup luas. Secara umum suasana kamar perpaduan desain modern yang kemudia diberi sentukan nuansa etnik khas Yogyakarta. Pada saat masuk ke kamar kita langsung merasakan sentukan etnik tersebut pada kain hiasan di atas tempat tidur. Terdapat 1 bantal  kecil juga dengan sarung bantalnya yang bermotif etnik.
Hotel The Rich Yogyakarta
Kamar twin bed pada Hotel The Rich Yogyakarta

Lampu tidur dan lampu baca pada meja kerja dalam kamar juga dengan desain khas yang memberi kesan eksotis. Terdapat 1 unit TV layar datar di atas meja kerja. Meski untuk tv saya tidak yakin apa sempat menontonnya. Seperti cerita saya di :

Meja kerja sendiri berbentuk minimalis yang berisi beberapa buku petunjuk, fasilitas dan menu tambahan yang dapat di pesan. Terdapat satu kotak tisu yang bermotif etnik dengan yang senada dengan nuansa etnik dominan di Hotel The Rich Yogyakarta.
Hotel The Rich Yogyakarta
Meja kerja di kamar Hotel The Rich Yogyakarta

Saat kita masuk ke dalam kamar, lemari pakaian terletak berhadapan dengan kamar mandi. Desain ini standar hotel lainnya sih. Di samping lemari tersebut terdapat rak kecil, bagian atasnya berisi 1 set compliment kopi dan teh sedang bagian bawahnya adalah sebuah kulkas kecil yang berfungsi sebagai minibar. Nuansa etniknya ada pada kotak compliment ini.
Hotel The Rich Yogyakarta
Compliment kopi dan teh di Hotel The Rich Yogyakarta

Bagaimana dengan kamar mandi pada Hotel The Rich Yogyakarta ini ? Secara umum desainnya adalah kamar mandi modern dengan sebuah closet duduk, wastafel dan sebuah bilik untuk shower. Nuansa etniknya berupa kotak perlengkapan mandi yang berisi 2 set sikat gigi, sabun, shampo dan lainnya.
Hotel The Rich Yogyakarta
Bilik shower di kamar Hotel The Rich Yogyakarta

Saya cukup beruntung mendapat kamar dengan jendela yang menghadap ke arah utara. Dari sini kita bisa melihat cityscape Yogyakarta hingga ke arah utara berupa Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Sayangnya kabut sering menutupi pemandangan ke arah gunung tersebut.
Hotel The Rich Yogyakarta
View dari kamar Hotel The Rich Yogyakarta, di kejauhan terlihat bayang Gunung Merapi dan Merbabu

Restoran untuk Sarapan


Untuk menikmati sarapan saat menginap di Hotel The Rich Yogyakarta, tempatnya di Peony Restaurant, pada lantai "MZ". Saat kita masuk, kita akan mendengar alunan dari alat musik khas Yogyakarta, yang disebut Demung. Pemainnya juga menggunakan baju khas sini.
Hotel The Rich Yogyakarta
Pemain musik Demung

Tempat sarapan terbagi dua, indoor dan outdoor. Untuk para perokok, maka pilihannya adalah menikmati sarapan di sisi luar.
Hotel The Rich Yogyakarta
Peony Restaurant pada Hotel The Rich Yogyakarta

Sebagaimana standar hotel lainnya, menu sarapan disajikan ala buffee. All you can eat. Kalo kuat yah😁😁😁. Yang menarik bagi saya adalah pojok yang menyediakan menu bubur ketan hitam dan sejenisnya. Sentuhan etnik yang sangat berkelas.
Hotel The Rich Yogyakarta
Salah satu menu sarapan di Hotel The Rich Yogyakarta


Fasilitas Pendukung pada Hotel The Rich Yogyakarta


Jika kita mengikuti sebuah workshop, training ataupun yang sejenisnya lainnya, pastinya merasakan kejenuhan duduk seharian dalam ruangan. Jangan khawatir  mengalaminya jika acara tersebut digelar di Hotel The Rich Yogyakarta. 

Di Hotel The Rich Yogyakarta tersedia kolam renang utama pada lantai 1 dan kolam renang ukuran menengah pada lantai 9. Spa, sauna dan fitnes center terletak pada  lantai 1 yang sama dengan tempat kolam renang utama.  
Hotel The Rich Yogyakarta
Ruang fitnes pada Hotel The Rich Yogyakarta

Untuk menuju ke kolam renang utama dan fasilitas lainnya tersebut, kita perlu turun ke lobi. Kemudian dari sisi kanan lobi kita jalan ke arah belakang. Pintu masuk akan terlihat dari lift yang ada di tempat tersebut
Hotel The Rich Yogyakarta
Kolam renang Hotel The Rich Yogyakarta

Di sebelah kanan kolam renang utama pada foto di atas terdapat sebuah kolam renang khusus anak-anak, dan tempat untuk bilas jika kita telah selesai berenang. Pada sisi kirinya terdapat tempat tidur untuk berjemur dan beberapa payung dengan kursi.

Fasilitas tersebut bisa kita nikmati mulai pukul 6 pagi hingga 10 malam. Namun untuk layanan spa dan sauna terdapat biaya tambahan untuk menikmati fasilitasnya. Oh iya satu fasilitas oke lainnya di Hotel The Rich Yogyakarta ini adalah paket londrinya yang murah meriah. Hanya dengan 35 ribu perak kita bisa mencucikan 5 buah pakaian. Menurut saya ini fantastis 😁😁😁. 

Kebayangkan pakaian kotor kita setelah fitnes atau sesudah berenang. Ditambah baju kotor selama mengikuti meeting. Daripada membawa pulang baju-baju kotor dan bau tersebut, mending dilondri di Hotel The Rich Yogyakarta saja.

Nah gimana sobat ? tertarik menikmati nuansa etnik pada Hotel The Rich Yogyakarta ? Masukkan dalam list andaπŸ‘πŸ˜Š.

This post have 34 komentar

Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel yah. Mohon maaf spam dan link aktif akan dihapus.
Terima kasih sobat...πŸ‘πŸ‘πŸ‘

  1. Coba kuingat-ingat yaaa .. kira-kira lagu Yogyakarta itu hitsnya tahun berapa ..., jadi bisa nebak usianya BD πŸ˜‰

    Bersih ya hotelnya.
    Suka ada pemain gamelannya ..., bisa ikut latihan main gamelan 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan2 kita seangkatan mas 😁

      Iya mas. Syahdu banget tuh pas sarapan diiringi alunan musik tradisional.

      Hapus
    2. Bukan cuma kayaknya kita seangkatan, tapiii ... , cuma beda selisih menit lahirnya ke bumi, Bd πŸ˜‰
      Kan kita kembaran πŸ˜…

      O, iya harga londri kelas hotel berbintang kayak gini kok ngebanderol harganya murmer ya πŸ€” ?.
      Apa karena murah banyu, eh# air disana ya .. ?.

      Hapus
    3. Hehe. Kembar tapi beda kakek nenek yah mas.

      Bisa jadi mas karna airnya murah. Atau mungkin mereka menggandeng usaha kecil. Gak ngerti juga sih

      Hapus
  2. Saya besar disaat Kla Project mulai redup, tapi tetap lagu Jogjakarta itu menjadi lagu yang saya suka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya sampe sekarang masih enak didengar Bang Doel hehe. Sepertinya kita beda generasi nih hehehe

      Hapus
  3. Lengkap sekali ulasan yang disampaikan oleh bang day. Saya baru tau ada kla project maklum saya dulu belum lahir hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah jangan2 malah generasi koes plus nih 😁😁😁

      Hapus
  4. masih di Jogja kah, saya Klaten mas ... tapi yo jaga warnet terus gak bis keluar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cuman 4 hari di sana mas. Acara kantor.

      Sip sip. Smg warnetnya lancar terus

      Hapus
  5. Wah jogja juga mas? saya juga jogja.. hehe
    btw jaman kla project wahh kayaknya ngga beda jauh jaman kita mas hahaha,,
    reviewnya lengkap mas, sapa tau bisa buat rekomendasi keluarga yg ke jogja buat nginep hehe
    nice sharing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cmn berkunjung acara kantor mas Aldhi.
      Lagu2 Kla emg asik yah. Tetap enak didenger hingga sekarang

      Hapus
  6. Musik demungnya keren, jarang-jarang ada musik seperti di hotel. Etnik sekali.. Patung ceweknya lucu juga, hhehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin untuk menghadirkan atmosfer Yogya dalam hotel yah

      Hapus
  7. Wkwkwk ketahuan umurnya bang day :D, yogyakarta emang wilayah indonesia yang tetap mempertahankan budaya keetnisannya walau perkembangan zaman sudah banyak mengubah semuanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pssst jangan sebut umur mas πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›.

      Setuju mas, Yogya cukup berhasil mertahankan kulturnya. Menjadi kekayaan khasanah nusantara kita. Tsaah

      Hapus
  8. Wah mantap..
    Paket komplit banget, desain boleh bernuansa etnik tapi kesan modern dan elegan tetep ada yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mba. Mereka berhasil memadukan etnik dan kontemporer

      Hapus
  9. Saya sering lewat depan hotel ini ,tapi belum pernah masuk atau menginap. Habis dari luarnya saja sudah bikin grogi, tidak terjangkau oleh diri ini. Restourannya keran juga ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mas. Klo gak dibayarin kantor mana sanggup nginap sini saya😁.

      Iya ada senandung lagu Jawa

      Hapus
  10. Wahhh boleh nih sekali kali ke hotelnya, sapa tau ada lombanya terus dapet voucher nginep gratis wuehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin mas. Smg bisa dapat vocer dari mana saja. Hehehe

      Hapus
  11. Hotelnya sangat mewah sekali. Sesuai dengan khas keraton jogja nya πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nuansa etnik khas Yogya memang terasa banget mba

      Hapus
  12. banyak sekarang hotel atau bandara yang menampilkan sentuhan etnik daerahnya masing-masing. karena memang unik da menarik. punya ciri khas tersendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... ciri khas ini yang akan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang berkunjung

      Hapus
  13. Balasan
    1. Klasik namun ada perpaduan modernnya mas

      Hapus
  14. Ada gamelannya,,,bagus nih,,,cuma saya kalo liat banyak patung patung gtu suka takut sendiri wkwkwk

    BalasHapus
  15. Enak sarapan bubur kacang hijau dicampur ketan hitam, aku suka sekali......nuansa etnik bikin betah tinggal di hotel ya bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah selera kita sama mas Aris. Iya mas, sentuhan etnik tuh rasanya bikin adem

      Hapus
  16. Keeren beut. Sesuai dengan namanya. The Rich Hotel. Ga salah nama :D

    BalasHapus
  17. Jujur, saya suka dengan yang unik dan antik, tapi takut juga kalau dibuat tempat nginap.
    Serasa serem aja liat barang2 antik kayak ada hantunya hahahaha

    BalasHapus
Next article Next Post
Previous article Previous Post