Kamis, 03 Januari 2019

author photo
Jembatan Gentala Arasy Jambi - JejakBede

JejakBeDe - Meniti Jembatan Pedestrian Gentala Arasy Jambi. Kota Jambi merupakan kota yang dilalui oleh sebuah sungai besar yaitu Sungai Batanghari. Pusat kota dan konsentrasi pemukiman terletak di bagian selatan dari Sungai Batanghari.

Sementara bagian utara merupakan perluasan pemukiman yang merupakan perkembangan dari Kota Jambi, yang dikenal juga sebagai Jambi Kota Seberang.

Antara pusat kota utama Jambi dengan Jambi Kota Seberang dihubungkan oleh dua jembatan umum dan satu jembatan pedestrian, yang hanya bisa dilalui pejalan kaki. Jembatan pedestrian ini dikenal dengan nama Jembatan Gentala Arasy Jambi.

Karena desainnya yang unik dan menarik, Jembatan Gentala Arasy Jambi tidak hanya menjadi jembatan pejalan kaki biasa tetapi berkembang menjadi salah satu objek wisata unggulan di Jambi.

Di awal tahun lalu saya berkesampatan berkunjung ke Jambi untuk menyelesaikan satu tugas negara rutin. Kegiatannya rutin namun tempat pelaksanaan selalu berganti tempat. Tentunya hal ini dimaksudkan untuk mengatasi kejenuhan kegiatan rutin dan menambah wawasan kami dengan berkunjung pada tempat-tempat yang berbeda. Tsaah !
Tugas negara lainnya :

Saat itu kami diinapkan oleh panitia di Hotel Swiss Bel Jambi yang terletah di Jalan Kolonel Abunjani. Dari hotel menuju  Jembatan Gentala Arasy Jambi hanya berkisar 3-4 km saja, ke arah timur. Jika berjalan kaki tentu jarak ini cukup jauh 😁.

Di Jambi sendiri sudah tersedia jasa transportasi online. Tentunya ini memudahkan kita jika ingin berkunjung ke Jembatan Gentala Arasy Jambi dari arah mana saja. Jika kita tiba di Jambi melalui pesawat, jarak ke  Jembatan Gentala Arasy Jambi hanya sekitar 8 km dari Bandara Sultan Thaha Jambi.

Jarak demikian hanya akan kita tempuh dalam waktu 20 menit. Jangan bayangkan seperti di Jakarta yah 😊😊😊.


Waktu Terbaik Meniti Jembatan Gentala Arasy Jambi ?


Wisata di sela-sela tugas negara tentunya paling bisa pada malam hari, karena siangnya harus menyelesaikan tugas utama. So jadilah saya dan teman-teman bisa ke  Jembatan Gentala Arasy Jambi pada malam harinya. Ternyata memang lebih asyik meniti Jembatan Gentala Arasy Jambi  pada malam hari, karena kita akan melihat kerlap kerlip lampu hias jembatan yang indah. 

Kata kawan yang mengantar kami, memang Jembatan Gentala Arasy Jambi mulai ramai dikunjungi wisatawan pada sore hingga malam hari. Selain untuk menikmati Jembatan Gentala Arasy, juga karena pada bagian tepi sungai Batanghari dekat jembatan tersebut banyak kedai atau kafe untuk bersantai.

Dan pada malam hari Jembatan Gentala Arasy akan dipenuhi cahaya lampu-lampu yang menambah eksotisme Kota Jambi.


Berapa panjang Jembatan Gentala Arasy Jambi ? 


Saya menggunakan bantuan Google Earth untuk menaksir panjang jembatan pedestrian Jambi ini. Sebenarnya dengan gugling saja pasti kita mendapatkan informasi panjang Jembatan Gentala Arasy Jambi. Tapi tak apakan yah kita menggunakan cara lain ✌✌✌.

Jika kita tarik garis lurus dari tepi ke tepi seberang Sungai Batanghari di bawah Jembatan Gentala Arasy Jambi, lebarnya kurang lebih 416 meter. Dengan cara yang sama, menggunakan menu poliline, kita dapat mengukur panjang Jembatan Gentala Arasy Jambi. Hasil yang saya dapat sekitar 500 meter.

Jembatan Gentala Arasy Jambi
Mengukur panjang Jembatan Gentala Arasy Jambi 


Keunikan Jembatan Gentala Arasy Jambi


Seperti terlihat pada gambar hasil Google Earth di atas, Jembatan Gentala Arasy Jambi berbentuk S. Meski lebih lebar dari ukuran mobil, jembatan ini khusus untuk pejalan kaki. Sehingga disebut juga sebagai Jembatan Pedestrian Jambi. Dikedua ujung Jembatan Gentala Arasy Jambi dibuat tangga untuk naik, yang katanya juga untuk mencegah agar kendaraan bermotor tidak bisa melewatinya.

Menurut DetikTravel, Penamaan Gentala Arasy  mengacu pada kependakan dari nama Gubernur Jambi periode 1990-2000 yaitu Bapak Genah Tanah Lahir Abdurrahman Sayuti. Disebutkan beliau memang lahir di Jambi.

Di antara Jembatan Gentala Arasy Jambi terdapat dua tiang menjulang tinggi menyerupai menara dengan desain yang unik dengan hiasan cahaya lampu yang menarik. Dari kedua tiang tersebut terbentang kabel baja ke bagian Jembatan Gentala Arasy Jambi.

Dua tiang tersebut menambah keindahan jembatan pedestrian Jambi ini. Jika kita melihatnya dari kejauhan maka keberadaan kedua tiang Jembatan Gentala Arasy Jambi akan terlihat menonjol.
Keberadaan makhluk ini agar kita bisa membayangkan tinggi menara pada Jembatan Pedestrian Gentala Arasy Jambi😁 


Jika kita sampai pada tiang kedua,  Jembatan Gentala Arasy Jambi akan melengkung ke kanan kemudian sampai di seberang. Karena lengkungan ke kanan ini, pada sisi kiri Jembatan Gentala Arasy kita bisa melihat tulisan Jambi Kota Seberang dalam bentuk cahaya neon box yang berwarna warni. Sayangnya agak susah untuk berfoto selfie pada titik ini. 

Jembatan Gentala Arasy Jambi
Jambi Kota Seberang dari arah Jembatan Pedestrian Jambi


Sampai di ujung Jembatan Gentala Arasy Jambi di bagian "Jambi Kota Seberang" terdapat sebuah menara. Sayangnya di menara ini minim pencahayaan, sehingga membuat suasana terasa kurang nyaman. Menurut kawan yang mengantar kami, awalnya di menara ujung Jembatan Gentala Arasy Jambi cukup penuh lampu, entah kenapa sudah tidak menyala lagi.

Bagi kita yang ingin mencari oleh-oleh dan juga ingin bersantai melewatkan malam, tempatnya ada di tepi sungai dekat tangga naik Jembatan Gentala Arasy Jambi dari arah kota Jambi. Pada sisi kanan terletak kafe-kafe tempat nongrong yang disebut dengan nama Ancol. Ancolnya Kota Jambi 😊.

Bagaimana sobat? tertarik meniti jembatan pedestrian Gentala Arasy Jambi ? Masukkan dalam list sobat untuk tujuan wisata 2019.

This post have 14 komentar

Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel yah. Mohon maaf spam dan link aktif akan dihapus.
Terima kasih sobat...👍👍👍

  1. Pengen ah kali2 wisata ke Jambi ya bang biar liat jembatan keren gtu euy... di bandung gada yang beginian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti minta ma walikota yang baru aja mba hehehe

      Hapus
  2. Aku belum pernah ke Jambi, paling lewat aja kalau mau ke Medan hihihi. Seneng ketika kota2 di Indonesia sudah semakin baik penataannya dengan tambahan jembatan kece begini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik juga tuh perjalanan lewat darat yah, bisa melihat2 beberapa kota

      Hapus
  3. Ado bang saya kalau berkunjung ke blog jejakbede, entah kenapa iri hehehee, selalu 'terbang' mengikuti arahan yang kata nyong yang satu ini disebut "tugas negara" boleh berkat yang luar biasa, kerja, mengabdi, sambil menjelajahi nusantra. Kemarin saya kemari baca tentang sumbawa, ale hari ini di ujung barat Indonesia Jambi dengan jembatannya yang mempesona, saya masih tunggu kapan ya bang day tulis tentang poso, NTT, Ambon, atau Papua, atau wilayah itu bukan area tugas abang?

    ups lupa bang selamat tahun baru ya,... semoga selalu menjadi lebih baik lagi ditahun ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat tahun baru juga Bapa Guru.

      Dulu pernah ada area tugas mencakup NTT tapi kebetulan belum ada kegiatan di sana. Saya dari Palu tapi kebetulan juga lom pernah sampai Poso hehehe.

      Seperti saya bilang dikomen yang lain Bapa Guru, ternyata arsip2 foto di hp saya cukup banyak, sayang cuman disimpan begitu saja

      Hapus
  4. Unik ya Bang Day jembatannya kayak huruf S. Cahaya tiangnya pun kekinian, warnanya RGB hihi
    Apakah ruas jalannya memang remang-remang begitu, ataukah karena kilatan flash sehingga kelihatannya gelap?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang Doel, jalannya agak reman2, mungkin biar lampu hiasnya terlihat dominan.

      Hapus
  5. jembatannya keren banget ya kak di malam hari, ada warna warni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, memang indahnya kalo pada malam hari

      Hapus
  6. Kok keren sih, belum pernah explore sumatera

    Bang day enak banget yaa tugas negara sekalian jalan jalan ni, plusnya bisa nulis blog deh hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mumpung ada kesempatan mba. Daripada foto2 di hape cmn disimpan begitu saja hehehe

      Hapus
  7. Akhir-akhir ini hampir setiap provinsi di Indonesia , jembatan menjadi ikon kota tsb. Kemarin pas di Ambon jg gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Kalo saya liat foto2 para traveler ada banyak jembatan yg jadi ikon wisata. Di Manado dan Palu jg ada. Sayang yang di Palu udh roboh kena gempa

      Hapus
Next article Next Post
Previous article Previous Post