Sabtu, 10 November 2018

author photo
Wisata Istanbul Turki

Wisata Sekaligus Menyusuri Jejak Sejarah Istanbul Turki - Turki merupakan negara yang unik karena terhampar pada dua benua, Asia dan Eropa.  Istanbul adalah kota terbesar di Turki yang menjadi pusat perekonomian, budaya dan sejarah Turki. Wilayah Istanbul dan bagian utara Turki menjadi bagian benua Eropa.

Wilayah Turki lainnya berada di benua Asia, termasuk Ankara ibukota negaranya. Antara Istanbul di bagian Eropa dengan kota lain di bagian Asia dipisahkan oleh selat Bhosporus yang menghubungkan laut Marmara dengan Laut Hitam. Karenanya Istanbul disebut kota dua benua.
Baca juga :
Berkunjung ke Istanbul - Turki, Kota Dua Benua #Taksim Square

Berwisata ke Istanbul mengingatkan saya tentang sejarah Sang Penakluknya, anak muda yang berusia 20an tahun. Al Fathi, berhasil menaklukan penguasaan Romawi atas Konstantinopel pada tahun 1453 Masehi dan kemudian mengganti namanya menjadi Istanbul. Kisah ini menjadi bagian wisata Istanbul saat kita berkunjung ke bangunan-bangunan peninggalan Al Fathi.

Jauh sebelum Al Fathi menaklukkan Romawi, Istanbul sendiri merupakan sebuah kota penting dalam sejarah kekaisaran Yunani.  Istanbul kala itu menjadi ibukota dari Yunani kuno dengan nama Byzantium. pada sekitar 667 SM.

Setelah Romawi mengalahkan Yunani, Byzantium berganti nama menjadi Konstantinopel pada sekitar tahun 330. Jika kita hitung sejak awal mula bernama Byzantium maka usia Istanbul kurang lebih 2700an tahun. Tentunya wisata Istanbul menjadi wisata sejarah bagi kita yang berhasil berkunjung.

Wisata Istanbul dan menyusuri peninggalan sejarah yang ada di Istanbul hanya sempat saya nikmati dalam setengah hari. Tentunya tidak maksimal, hal ini karena saya hanya punya waktu setelah makan siang di hari Sabtu setelah acara training yang saya ikuti. Pada hari minggu, kata teman-teman orang Turki, beberapa tempat wisata Istanbul tutup.

Sesuai arahan teman-teman yang sudah sempat menikmati wisata Istanbul, saya bersama kawan dari Jakarta dan seorang kawan dari Malaysia (Pak Zaki) naik bus dari Taksim Square menuju Grand Bazaar Istanbul. Dari sana kata mereka, kita dapat berjalan kaki ke Hagia Sophia, Blue Mosque  dan Istana Topkapi.

Wisata Istanbul Turki
Rute perjalanan saya  ke beberapa lokasi wisata Istanbul

Berikut catatan saya pada beberapa destinasi wisata Istanbul yang akhirnya berhasil kami kunjungi dalam setengah hari.


Grand Bazaar 

Grand Bazaar sebenarnya menjadi tujuan utama wisata Istanbul kami, karena di sini pusat untuk membeli oleh-oleh beragam jenis. Mulai dari suvenir seperti gantungan kunci, magnet kulkas hingga kaos dan mantel musim dingin tersedia di sini.

Saya memborong sajadah di sini, karena desainnya yang ringan, sehingga tidak memberatkan bagasi jika membeli banyak. Tentunya saya mengecek bagian "made in Turki" terlebih dahulu.
Salah satu gerbang Grand Bazaar 

Berpose depan gerbang Grand Bazaar bukan sekedar untuk nampang๐Ÿ˜‹, tapi juga untuk mengenali arah kita saat masuk. Ada banyak gerbang di sana, jika kita nyasar maka susah bagi petugas menjelaskan kepada kita arah untuk kembali๐Ÿ˜€. 

Wisata Istanbul - Grand Bazaar
Koridor utama Grand Bazaar


















Perhatikan ornamen pada koridor Grand Bazaar, unik bukan. Itu merupakan warisan dari kekhalifahan Ottoman di Turki. Tidak berbelanjapun kita sudah cukup puas menikmati keunikan ornamen yang ada di Grand Bazaar.

Grand Bazaar artinya pasar besar. Hal yang paling menyenangkan adalah hampir semua pedagang di Grand Bazaar Istanbul bisa berbahasa Indonesia ! Dan di sini sebagian besar pedagang juga menerima rupiah. Wisata Istanbul dengan Grand Bazaar menjadikan kita nyaman karena para pedagang menyebut pengunjung dari Indonesia dan Malaysia sebagai "brother".

Dan kita akan mendapat harga khusus dari mereka. Di bawah adalah foto saya bersama pedagang di Grand Bazaar yang mahir berbahasa Indonesia. Mereka begitu bersemangat menceritakan bagaimana baiknya hubungan masyarakat Turki dengan Indonesia. Menurut mereka pengunjung dari Indonesia adalah yang paling royal jika berbelanja.
Wisata Istanbul - Grand Bazaar
Bersama pedagang pada salah satu kios di Grand Bazaar

Grand Bazaar menjadi daya tarik utama pengunjung yang ingin menikmati salah satu wisata Istanbul. Menurut catatan om Wiki Grand Bazaar adalah pasar tertua di dunia dan pasar dengan pengunjung terbaik di dunia pada 2014. Setiap harinya ada sekitar 250.000 - 400.000 wisatawan yang berkunjung ke Grand Bazaar.

Grand Bazaar didirikan pada sekitar tahun 1450 M. Berarti usianya sudah lebih dari 500 tahun. Bisa dibayangkan kita berada di pasar yang telah ratusan tahun menjadi tempat pertemuan para saudagar dari seluruh dunia. Bayangkan kita berada diantara para pedagang yang sangat menghargai kita sebagai saudara mereka.


Blue Mosque atau Masjid Sultan Ahmed

Tuntas membeli oleh-oleh, saya dan teman-teman bergerak menuju Blue Mosque atau Masjid Biru dengan berjalan kaki, kurang lebih 1,2 km ke arah selatan dari Grand Bazaar. Terasa lebih berat karena karena tas punggung sudah full dan tentengan ada kiri kanan.

Wisata Istanbul - Grand Bazaar
Abaikan yang depan saya ๐Ÿ˜‹

Blue Mosque atau Masjid Biru merupakan peninggalan Sultan Ahmed I, sehingga disebut juga Masjid Sulatan Ahmed. Didirikan pada sekitar tahun 1609-1616. Dinamakan Blue Mosque karena desain keramik yang menjadi ornamen dinding masjid berwarna biru, walaupun sekarang ornamen biru tersebut sudah dihilangkan.

Blue Mosque merupakan daya tarik lain dari wisata Istanbul Turki karena arsitekturnya dan juga karena sejarah yang ada di dalamnya.

Wisata Istanbul - Blue Mosque
Blue Mosque dari arah selatan

Pada sisi selatan Blue Mosque terdapat halaman luas dengan taman kecil di mana biasanya wisatawan mengambil foto-foto. Jika kita masuk, ornamen biru sudah terlihat tidak dominan lagi. Dari sini kita masih bisa merasakan jejak kemegahan Kesultanan Ottoman yang didirikan Al Fathi.
Wisata Istanbul - Blue Mosque
Bagian dalam Blue Mosque (Foto Pak Zaki)

Sebagaimana kebiasaan jaman dahulu, maka di kawasan masjid terdapat pula lokasi untuk makam para Sultan dan keluarganya, sekolah dan juga rumah sakit. Selama waktu sholat, para wisatawan tidak diperkenankan masuk. Dan karena tetap berfungsi sebagai masjia, maka terdapat aturan berpakaian bagi wisatawan yang hendak masuk ke Blue Mosque.


Hagia Sophia (Aya Sophia)

Hagia Sophia terletak sekitar 700 m ke arah timur dari Blue Mosque. Kawasan dari Grand Bazaar hingga Hagia Sophia memang dipenuhi bangunan-bangunan bersejarah karena dulunya kawasan ini adalah pusat kota Istanbul dan pusat kota dari kekaisaran Byzantium.
Wisata Istanbul - Hagia Sophia
Bangunan dengan menara di belakang kami adalah Hagia Sophia

Hagia Sophia berarti "Kebijaksanaan Suci" dalam bahasa Turki. Merupakan landmark Istanbul dan menjadi bagian penting sejarah Turki. Karenanya Hagia Sophia merupakan bagian wisata Istanbul yang wajib kita kunjungi jika ke Turki๐Ÿ˜Š.

Taman pada gambar di atas menjadi pembatas antara Hagia Sophia dengan Blue Mosque. Jadi jika kita berbalik belakang kita akan memandang Hagia Sophia dan membelakangi Blue Mosque, dan sebaliknya.
Wisata Istanbul - Hagia Sophia
Foto Hagia Sophia saya comot dari om Wiki

Hagia Sophia menurut om Wiki didirikan pada tahun 537 dan menjadi warisan terbesar kekaisaran Yunani. Pada awalnya Hagia Sophia berfungsi sebagai gereja. Setelah Istanbul dikuasai kesultanan Ottoman, Hagia Sophia dijadikan masjid. Setelah era sekularisme Turki, Hagia Sophia dijadikan museum.

Selain tiga situs di atas yang merupakan bagian wisata Istanbul, sebenarnya terdapat bangunan bersejarah lainnya yaitu Topkapi, istana para Sultan Turki.  Namun karena hari telah senja, kami tidak sempat berkunjung ke sana. Sekarang Topkapi berfungsi sebagai museum setelah era sekularisme Turki yang mengakhiri sekaligus menghapus Kesultanan Turki.
Wisata Istanbul - Hagia Sophia
Istana Topkapi, saksi sejarah kejayaan Kesultanan Ottoman (Gambar Pixabay)

Masih ada bangunan yang cukup unik dan bersejarah di sekitar kawasan Blue Mosque dan Hagia Sophia seperti Air Mancur Sultan Ahmed dan Air Mancur German.  Air Mancur Sultan Ahmed terletak tepat di belakang Hagia Sophia.
Wisata Istanbul - Sultan Ahmed Fountain
Sultan Ahmed III Fountain

Air Mancur German merupakan simbol dekatnya hubungan Kesultanan Turki dengan Jerman di awal abad 20. Air mancur tersebut dibangun pada tahun 1898 bersamaan kunjungan Kaisar Jerman.
Wisata Istanbul - German Fountain
German Fountain


Demikian sekelumit kisah saat berwisata ke Istanbul sekaligus menyusuri jejak sejarah kejayaan Kesultanan Ottoman. Referensi dikutip dari berbagai sumber, foto-foto selain yang disebut khusus merupakan koleksi pribadi saya. Semoga bermanfaat.

This post have 8 komentar

Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel yah. Mohon maaf spam dan link aktif akan dihapus.
Terima kasih sobat...๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

  1. Istanbul itu dulunya adalah konstantinopel kota kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium. Rupanya sebelumnya lagi adalah ibukota milik Yunani. Sejarah penuh dengan pergulatan, perang dan darah lalu kejayaan lagi.

    Tapi sangat menarik jalan jalan di istanbul masa kini sambil menyusuri relung waktu. Wow, wisata sekaligus study yang menakjubkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas. Dan katanya sejarah ditulis oleh pemenang. Hehe.

      Hapus
  2. kokoh dan megah bangunan bangunannya sebagai bukti Turki pernah jaya dengan Kerajaan Ottoman-nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Konspirasi global telah meruntuhkan kejayaan masa lalunya meski sekarang tetap menjadi negara yang disegani

      Hapus
  3. Walaupun cuma setengah hari, tapi pengalaman dan hikmahnya masyaaAllah ya Mas. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan taqwa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin mas. Terima kasih atas kunjungannya

      Hapus
  4. Daridulu turki terkenal indah ya.. bisa jadi tempat buat honeymoon atau jalan2 bersama keluarga.. kapan coba bisa kesana

    BalasHapus
Next article Next Post
Previous article Previous Post