Minggu, 23 September 2018

author photo
Operasi pencarian tim SAR

Pengalaman Ikut Operasi Pencarian Bersama Tim SAR - SAR singkatan dari Search and Rescue dengan nama resmi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP), namun lebih dikenal dengan nama BASARNAS (Badan SAR Nasional).

Tugas utama Tim SAR adalah memberikan pertolongan dan penyelamatan terhadap personil, materil yang mengalami kecelakaan secara cepat, tepat dan aman. Pengalaman saya ikut dalam salah satu operasi SAR ini karena salah satu pegawai di kantor kami dilaporkan hilang saat melaut oleh keluarganya.

Kegiatan pencarian bersama tim SAR terjadi tahun lalu.  Bermula dengan kejadian hilangnya senior kami pada ramadhan 2017 tahun lalu, dan hingga kini belum ditemukan. Beliau memang sering memancing ke laut di muara Kapuas jika hari libur, dengan perahu miliknya sendiri.

Keluarga saat itu menceritakan, kamis 1 Juni 2017 yang merupakan hari libur nasional, lepas sahur dan sholat shubuh beliau pamit pergi memancing bersama rombongan nelayan setempat. Menurut salah satu nelayan yang ikut dalam rombongan tersebut, jarak perahu tiap nelayan saat mulai memancing sekitar 500-700 m saja.

Sampai pukul 10an pagi mereka masih melihat beliau di atas perahu. Kira-kira pukul 2 siang, cuaca berubah, angin kencang dan ombak besar tiba-tiba datang. Para nelayan langsung bergegas pulang untuk menghindari ombak makin besar.

Dari kejauhan mereka melihat perahu senior kami tersebut kosong. Salah satu perahu dengan dua nelayan di dalamnya bergegas menghampiri namun mereka tak menemukan senior kami. Karena ombak yang makin besar dan semakin membahayakan mereka segera pulang.


Operasi pencarian oleh tim SARMenjelang buka puasa, semua nelayan telah kembali, hanya senior kami tersebut yang tidak kembali.

Keluarga meminta kami untuk menghubungi tim SAR Pontianak guna memohon bantuan pencarian dan pertolongan.

Pukul 9 malam, lepas tarawih satu regu tim SAR tiba di salah satu rumah kerabat dari keluarga dan segera melakuan briefing sinkronisasi informasi dan ketersediaan fasilitas dimiliki warga. Tim SAR sendiri telah datang dengan perlengkapan standar mereka. Beberapa hal SOP tim SAR yang saya ingat :
  • Pencarian harus dengan perlengkapan keselamatan.
  • Pencarian orang hilang jangan sampai menambah orang hilang karena tidak dilengkapi perlengkapan.
  • Segera membuat posko SAR untuk pencarian

Karena kejadian hilangnya di laut, maka prosedur operasi SAR laut sebagai berikut :
  • Membuat perhitungan penentuan posisi yang tepat didasarkan metode navigasi laut.
  • Memperhatikan faktor keadaan/cuaca setempat yang mempengaruhi keadaan laut.
  • Mencari tahu keberadaan kapal-kapal lain disekitar lokasi celaka.
  • Membuat  pangkalan pendukung dan aju untuk SAR Laut.


Atas dukungan tokoh-tokoh masyarakat setempat, posko pencarian dibuat di dekat pantai yang masuk kawasan Jungkat Resort.

Hal ini karena pertimbangan akses ke laut lebih mudah, dan tersedia sarana milik Jungkat Resort yang diijinkan dimanfaatkan, seperti saung sebagai markas dan saran MCK.

Posko direncanakan berlangsung untuk tujuh hari ke depan. Malam itu juga dukungan dari beberapa instansi mulai berdatangan seperti Polairud Pontianak, kepolisan dan tentara, serta Badan Keamanan Laut dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah baik provinsi maupun kabupaten setempat.


Bagaimana pembiayaan operasi pencarian ? Menurut standar operasi dari BNPP atau badan SAR, kegiatan operasi pencarian sebagai berikut :
  • Operasi pencarian yang dibiayai negara adalah untuk tujuh hari.
  • Jika objek belum ditemukan, operasi dapat diperpanjang jika ditemukan bukti-bukti yang signifikan.
  • Jika tidak ada bukti-bukti baru namun keluarga menginginkan operasi dilanjutkan maka biaya operasional selanjutnya menjadi tanggungan pihak keluarga.

Operasi malam itu tidak dapat seketika dilaksanakan karena cuaca yang sangat tidak mendukung yang dapat membahayakan tim SAR dan personil lain yang ikut dalam pencarian. Kurang lebih pukul 11 malam satu tim yang terdiri dari personil SAR dan salah satu personil tentara armada kavaleri. mencoba untuk memulai pencarian.

Salut sekali melihat mereka, di tengah malam yang dingin, hujan deras dan mungkin rasa kantuk, mereka bekerja demi kemanusiaan.
Tim SAR yang pertama turun

Masyarakat setempat malam itu juga ikut melakukan pencarian dengan menurunkan beberapa armada perahu nelayan. Malam itu baik tim SAR dan para warga dan nelayan tidak dapat bergerak jauh karena laut yang masih bergelombang tinggi. Pukul 2 dini hari semua tim kembali ke posko. 

Tim SAR pada pagi hari di hari kedua
Tim SAR dengan perahu pada gambar di atas dalam 1 hari melakuan operasi 4-5 kali. Rute mereka menyisir semua tempat yang diduga tempat korban hilang dalam radius 50x 50 km. 

Lepas sholat shubuh pencarian bersama tim SAR dilanjutkan dan menemukan perahu milik korban. Para nelayan kemudian menyeret perahu tersebut ke tepi pantai.

Perahu korban ditemukan tim sar dan nelayan
Perahu korban yang ditemukan oleh tim SAR dan nelayan

Perahu milik korban ditemukan masih lengkap berisi perlengkapan memancing dan ikan-ikan hasil tangkapannya. Namun tidak ada tanda-tanda keberadaan korban.

Tim SAR dan instansi-instansi yang terlibat dalam pencarian.

Armada SAR dan perahu nelayan yang ikut mencari korban

Selama beberapa hari pencarian, kurang lebih dari warga dan juga nelayan yang terlibat pencarian mengerahkan hampir 30 perahu. Mereka mengatur waktu bergantian untuk ikut mencari dan juga yang tetap bekerja sebagai nelayan.
Salah satu perahu nelayan dan warga yang ikut melakukan pencarian

Hingga hari kelima pencarian tidak ada lagi tanda-tanda yang ditemukan.

Hari keenam, selasa pagi saya bersama seorang teman di kantor meminta izin pada ketua tim SAR untuk ikut ke laut untuk mencari. Pukul 8 kami bersama 4 anggota tim SAR lainnya mulai bergerak dengan perahu karet SAR dari muara Kapuas ke arah laut.

Peralatan navigasi milik SAR cukup canggih sehingga bisa menampilkan lintasan yang telah dilalui dan juga untuk membidik koordinat tertentu.

Kami memulai pencarian ke arah tengah, ke tempat yang di duga terakhir korban berada. Tempat tersebut telah ditandai oleh para nelayan dengan pelampung berbendera. Saat masih di dekat muara kapuas laju speedboat SAR cukup mulus, namun saat sampai pada tempat yang telah didominasi arus laut, speedboat mulai melompat-lompat di atas gelombang laut. Cukup membuat ciut nyali.

Tanda yang dibuat oleh para nelayan
Tanda tersebut menjadi penting, menurut penjelasan dari ketum tim SAR, berdasarkan titik tersebut akan diperhitungkan arah arus laut yang kemudian untuk menentukan area pencarian.

Kemudian berdasarkan pengalaman mereka, biasanya korban tenggelam akan muncul ke permukaan pada hari ke-3 hingga ke-5 sejak dinyatakan tenggelam. Maka pada hari tersebut biasanya pencarian akan dipusatkan pada sekitar tempat awal hilangnya.

Dukungan dari berbagai pihak terus berdatangan baik materil maupun dukungan moral. Bantuan logistik dari banyak pihak seperti  BPBD Kalbar dan BPBD Kab. Mempawah dan juga Danramil setempat sangat membantu operasional posko pencarian.

Sebenarnya tim SAR sendiri memiliki perbekalan logistik yang cukup untuk operasi mereka. Namun banyaknya pihak di luar tim SAR yang ikut dalam operasi pencarian, sehingga tim menerima bantuan logistik dari pihak-pihak tersebut.
Danramil Siantan menyampaikan bantuan logistik kepada tim SAR.

Sampai hari ketujuh, senior kami tidak ditemukan. Berbagai ikhtiar sudah dilakukan seperti para remaja yang melakukan pencarian di pesisir pantai hingga 10 km menyusur area yang berawa yang sulit ditembus. Dari arah lain, tim BPBD menyisir dengan perahu mereka menuju arah posko.

Takdir belum berpihak kepada kami dan keluarga beliau. Sesuai SOP tim SAR dan kesepakatan keluarga dan juga tokoh masyarakat setempat, Posko ditutup namum pencarian secara informal tetap dilanjutkan seperti meminta informasi pada kapal-kapal yang lewat untuk melaporkan jika terdapat tanda-tanda keberadaan korban. 
Briefing penutupan Posko SAR untuk pencarian senior kami.
Apresiasi kami dan keluarga kepada semua pihak yang telah terlibat dalam operasi pencarian senior kami yang hilang. Juga terima kasih kepada pimpinan kami di Jakarta dan sejawat UPT di Kalbar yang telah banyak membantu dukungan moril dan finansial dalam operasi pencarian tersebut.

This post have 10 komentar

Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel yah. Mohon maaf spam dan link aktif akan dihapus.
Terima kasih sobat...👍👍👍

  1. Saya selalu kagum orang-orang ini (TIM SAR), PMI, Wartawan, Dokter, dan Guru... bagi entah mengapa, rasanya sulit dijelaskan tetapi beberapa profesi dan relawan yang saya sebut di atas bagi saya selalu mengagumkan...Nice..Tim sar dan yang lainnya selalu memberi harapan bagi keluarga, kehadiran mereka selalu dinanti, dan perjuangan mereka penuh arti, melupakan diri demi membuat orang lain bahagia. Kagum dengan tim sar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Bang, hanya orang2 dengan dedikasi tinggi yang bisa melakukan hal-hal luar biasa seperti ini

      Hapus
  2. Mereka lebih terhormat daripada barisan manusia berdasi di DPR sana. Dedikasi dan loyalitasnya sangat mumpuni sekali orang-orang ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin yang di DPR sana cuman oknum saja yang kinerjanya jelek. Hehehe

      Hapus
  3. Wah mantap kang,,,timSAR orang orang yang selalu cepat tanggap terhadap bencana,,

    BalasHapus
  4. Tugas mulia para tim SAR. Salut dengan perjuangan dan dedikasi tim SAR.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba. Mereka orang2 yang sudah tidak memikirkan dirinya sendiri lagi

      Hapus
  5. Ikut prihatin dengan musibah yang terjadi pada senior bang Day.
    Menyimak sampai tulisan akhir, sampai di hari ke 7 belum juga diketemukan rasanya ikut trenyuh.
    Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih mas Himawan. Udah mau 2 tahun berlalu, masih belum ditemukan nih ☹☹☹

      Hapus
Next article Next Post
Previous article Previous Post