Jumat, 21 September 2018

author photo
Kunjungan ke Deltares Belanda

Mengelana sebulan di Belanda - Blog ini merupakan lanjutan cerita Mondok Sebulan di Wageningen - Belanda, berhubung dokumentasinya sangat banyak, so jadikan dua bagian. Sebulan training tidak  hanya sesi di kelas namun pada beberapa hari berupa ekskursi atau study tour berupa kunjungan ke instansi/lembaga yang terkait dengan tema training.

Titik utamanya tetap di Wageningen, dari sana lalu kami para peserta mengelana seantero Belanda. Tsaah.


Ekskursi ke Wageningen University and Research Centre



Senin minggu ke dua peserta berkunjung ke Wageningen University and Research Centre, khususnya melihat pengelolalan perpustakaan mereka.

Sebagaimana saya ceritakan pada bagian Mondok Sebulan di Wageningen - Belanda, Wageningen University and Research Centre, semacam IPBnya Belanda.

Hampir 40% penduduk Wageningen Belanda terkait dengan Wageningen University baik sebagai mahasiswa, pengajar atau pegawainya. Mahasiswa Wageningen University mencapai 12 ribu orang dengan 5ribuan tingkat S1, 5ribuan S2 dan selebihnya merupakan mahasiswa S3.

Jarak dari hotel ke Wageningen University sekitar 1,6 km yang kami tempuh dengan berjalan kaki saja, menyusuri jalan raya yang ada. Kami dipandu oleh bang Mousa untuk menuju ke kampus Wageningen University , seorang mahasiswa asal Mesir. Dia pula yang menunjukkan tempat untuk melaksanakan sholat Jumat bagi muslim di Wageningen.




Tour di Wageningen University lebih ditekankan pada fasilitas perpustakaan yang mereka miliki yang memang terlihat sangat besar dengan suasana yang sangat nyaman.





Belmonte Arboretum Wageningen




Belmonte Arboretum merupakan kebun raya di Wageningen. Menurut om Wiki, sebelumnya Belmonte Arboretum merupakan lahan perkebunan selama berabad-abad. Kemudian pada tahun 1951 dikelola menjadi kebun raya oleh Wageningen Agricultural College.

Kunjungan kami ke sana pada kamis sore di minggu kedua yang di pandu seorang instruktur training Ir. Fon Jasper, yang lebih suka disapa Jupri. Hehe. Jarak dari hotel sekitar 3.5 km, dengan berjalan kaki kami ke Belmonte Arboretum Wageningen tersebut.



Sekilas suasananya mirip kebun raya Bogor yah. Musim semi namun sebagian besar kami masih tetap mengenakan jaket.

Belmonte Arboretum Wageningen
Pose lengkap saat di Belmonte Arboretum Wageningen

Dari puncak Belmonte Arboretum Wageningen kita bisa melihat Sungai Rhein yang membelah Wageningen.

Sungai Rhein dari arah Belmonte Arboretum Wageningen
Sungai Rhein dari arah Belmonte Arboretum Wageningen (@Naomi)

Sebagaimana kebun raya lainnya, di Di Belmonte Arboretum Wageningen tersedia kursi untuk bersantai.

Hanya bisa bilang cieee


Ekskursi ke KNMI dan Cabauw Climate


KNMI singkatan dari Koninklijk Nederlands Meteorologisch Instituut atau The Royal Netherlands Meteorological Institute, BMKGnya Belandalah. KNMI terletak di Kota De Bilt Provinsi Utrech, sekitar 50 km ke arah barat Wageningen.


Perjalanan kurang lebih ditempuh dalam 1 jam dengan bus. Kunjungan ke KNMI merupakan agenda minggu ke dua training. KNMI sendiri selain sebagian lembaga penyedia layanan cuaca, iklim dan kegempaan di Belanda, juga merupakan lembaga riset iklim, perubahan iklim dan seismologi. 

Saat di KNMI kami lebih banyak arahkan ke bagian kegempaan KNMI. Mereka menunjukkan bagaimana mereka melakukan studi untuk mendeteksi gelombang kegempaan hingga pada kedalaman tertentu dalam tanah.  Kunjungan di sin berakhir saat makan siang. Kami ditunjukkan kebiasaan maka siang orang Belanda yang umumnya hanya berupa roti sandwich dan sepotong buah.
Mejeng @ KNMI Belanda (@Naomi)

Yang menarik adalah bus yang kami naiki saat ke KNMI, desain bagian dalamnya seperti ruang mini rapat dilengkapi dengan meja bar. Sesuatuhhh.

Yang depan bukan pramugari bus lo yaa. Empu foto ini @Naomi



Menara Iklim KNMI di Cabauw


Selepas makan siang, perjalanan dilanjutkan untuk mengunjungi salah satu instalasi milik KNMI yaitu Cabauw Climate. Instalasi ini berbentuk sebuah menara setinggi 200 yang dilengkapi sensor-sensor meteorologi pada masing-masing ketinggian. Untuk naik ke atasnya kita harus menggunakan lift yang hanya muat untuk 2 orang.

Berdasarkan penjelasan pihak KNMI, menara Cabauw Climate dirancang untuk observasi permukaan hingga atmosfer sampai ketinggian 200 m yang digunakan untuk mempelajari skema model atmosfer antara permukaan tanah dan atmosfer, verifikasi citra satelit cuaca, energi angin, studi tentang kabut dan klimatologi.

Sebagian hasil pengamatan dari menara iklim Cabauw ini digunakan untuk mendukung layanan cuaca di Belanda. Parameter yang tersedia meliputi arah dan kecepatan angin, suhu udara dan kelembapan, flux permukaan hujan, radiasi matahari dan unsur iklim lainnya.

Menara iklim Cabauw milik KNMI (@Naomi)

Ekskursi ke Zaandam dan Amsterdam


Zaanse Schan Belanda
Bisa dibilang  inilah puncak kami selama sebulan di Belanda. Pada sabtu diakhir pekan ke dua training kami di Wageningan Belanda, kami mendapat sesi untuk jalan-jalan ke dua tempat sekaligus yaitu Zaandam dan ke ibukota Belanda, Amsterdam.

Jarak Zaandam dari Wageningen sekitar 98 km ke arah barat. Dari Zaandam ke Dam Square Amsterdam sekitar 20an km ke arah selatannya.

Di Zaandam yang kami tuju adalah sebuah desa kecil bernama Zaanse Schans. Di sini kita akan memperoleh gambaran tentang kehidupan masyrakat  di Belanda pada abad ke-17 dan 18.

Di Zaanse Schans ini, kita akan ditunjukkan berbagai rumah otentik, kincir angin, pabrik produk timah, pabrik keju dan susu, serta produk kerajinan lainnya. Ciri khas kuno Belanda terlihatpada Zaanse Schans dari sudut mana pun.
Meski di sini pusat suvenir, namun harganya cukup mahal. Pilihan terbaik adalah berbelanja di toko-toko suvenir di Amsterdam
Momen terbaik kami di Zaanse Schan

Suasana Zaanse Scan

Noni Belanda sedang menjelaskan tentang pengolahan keju

Dam Square Amsterdam


Puas berkeliling di Zaanse Schan - Zaandam kami pun diangkut kembali dengan bis ke Amsterdam, tepatnya ke Dam Square Amsterdam.

Oleh pemandu dibuat perjanjian, kami bebas berkeliling sesuai keinginan masing-masing dan harus berkumpul kembali di Dam Square pukul 2 siang. Nah pada salah satu sisi Dam Square ini terletak museum Madame Tussaud. Beberapa teman memilih masuk ke sana.

Ke arah utara terdapat jalan kecil yang merupakan pertokoan pusat suvenir di Amsterdam. Jalan ini akan bermuara ke Red District, suatu wilayah industri (maaf) prostitusi terbesar di Belanda. Yang jelas di dalamnya terdapat dua rumah makan khas Indonesia ^_*. Apa mungkin ini mencerminkan siapa pengunjung terbanyak di sana. Hehe.

Pada saat itu sore harinya akan ada pertandingan sepak bola final liga Belanda yang mempertemukan musuh bebuyutan sepak bola di sana yaitu Ajax dan Twente. Jalan-jalan sudah dipenuhi fans Ajax Amsterdam yang akan menuju stadion "Arena".

Tak bisa berfoto dengan pemain Ajax, dengan fansnya pun tak apalah

Pusat suvenir di Dam Square Amsterdam

Wisata air Amsterdam



Setelah semua peserta berkumpul kembali, kamipun diajak menikmati pesona air di Amsterdam dengan sebuah perahu khusus menyusur kanal-kanal.

Perjalanan perahu yang disertai pemandu ini menawarkan pemandangan arsitektur Belanda berabad-abad lalu yang sangat mengagumkan seperti rumah-rumah dan monumen yang khas, di mana sebagian pondasinya berada perahu kapal, pemandu wisata aakan menyajikan informasi yang lengkap tentang latar belakang pemandangan yang kita lalui.

Terdapat juga jasa foto yang telah menunggu pada tempat-tempat tertentu untuk mengambil gambar kita dalam perahu. Sayangnya harga fotonya cukup mahal. Kami cukup puas dengan hasil foto dari kamera hape kami sendiri. Lebih irit tentunya hehehe.


Sepertinya ada yang tegang

Salah satu sudut kota Amsterdam dari arah kanal




To be continued - sesi minggu ketiga dan keempat akan diulas pada postingan berikut aja, meliputi kunjungan ke :

  • Deltares - Delft
  • Kinderdijk
  • Dordrecht
Demikian satu sesi cerita mengelana sebulan di Belanda untuk minggu kedua. Cerita pada minggu pertama dapat dibaca pada ulasan Mondok Sebulan di Wageningen - Belanda.

This post have 42 komentar

Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel yah. Mohon maaf spam dan link aktif akan dihapus.
Terima kasih sobat...πŸ‘πŸ‘πŸ‘

  1. Wah keren banget kakak satu ini mainannya uda ke Belanda aja.. Hihihi.. Semangat kakkk! Ntar kapan2 ajak temen2 blogger ya hehe

    BalasHapus
  2. Sering melihat Zannse itu di foto-foto tentang Balanda. Semacam desa adat jika di Indonesia ya.

    Suka dengan suasana kampusnya, hijau semarak. Pasti udaranya segar, πŸ˜€.

    Berharap bisa ke Belanda juga, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin mba. Smg tercapai.

      Iya. Suasana lingkungan kampus asri banget.

      Hapus
  3. Wah menarik banget cerita berkelananya, Bang Day. Lumayan detail pula menuliskannya.

    Perpustakaan di luar negeri keren-keren ya. Teman saya pernah posting, tapi lupa dia ke negara mana waktu itu, waah nyaman banget perpustakaannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin biar betah membaca makanya perpustakaan dibuat senyaman mungkin di sana yah

      Hapus
  4. waaa ditunggu cerita selanjutnyaaa mb! pasti makin seruuu berkelananya

    www.innaistantina.com

    BalasHapus
  5. Mupeng, kapan ya saya bisa jelong2 ke luar negeri. Negeri paman Sam...

    BalasHapus
  6. Jarak Arboretum dari hotel 3,5 km, dan ke sana jalan kaki? Lumayan juga ya, kira-kira jalan kaki satu jam? Tapi kalau udaranya segar sih, nggak masalah. Kalau di tengah Jakarta, bisa langsung radang paru-paru, tuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru ngeh jg jaraknya segitu.
      Karena rame2, terus melewati pemandangan yg menarik dan suhu dingin yg gak bikin keringetan jadi gak terasa jauhnya

      Hapus
  7. Salam kenal Bang Day, izin menyapa sekaligus ikut menghayal kapan saya bisa ke Belanda hehe...

    Satu hal menarik versi saya dari postingan ini adalah soal nonton bola. Hehehe bisakah dibahas satu tulisan soal sepak bola saja hehehe, barang kali masih ada ingatan yang tersimpan, pasca nonton pertandingan antara Ajak vs Twente. Seperti apakah sepak bola di Belanda itu...?

    Notes maaf baru berkunjung sudah meminta, salam hangat bang Day, terus berkarya. Blognya profesional dan elegan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih komen dan sarannya bang. Saat itu kami justru tidak nonton bola karena kata pemandu potensi rusuh sangat besar. Ajax vs Twente sama seperti persija vs persib

      Hapus
  8. Ampun bang, saya kira hanya Indonesia saja yang seperti itu. Ternayata presepsi saja salah... terima kasih bang, saya jadi tahu ternayata sportifitas hanyalah kata dan mengular hingga seantero jagat, sampai di negara kincir angin... salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang. Kelakuan supporter fanantik di mana2 sama aja. Hehehe.

      Hapus
  9. Waow maju banget yah disana. Kuliah disana pasti banyak membuka wawasan dan pemahaman baru terutama tentang budayanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Majunya karena modalnya dari negeri kita bang selama 350 tahun :)

      Hapus
  10. Wah, seru banget bang kisah perjalanannya...Btw penasaran sama kunjungannya ke KNMI, itu mendeteksi gelombang kegempaan sama kyk mendeteksi gempa bumi kah? mohon pencerahannya...

    Satu lagi nih, itu Jasper kenapa bisa dipanggil Jupri? kocak, hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya KNMI lebih fokus soal cuaca dan iklim saja. Kegempaan belum jadi kegiatan utama mereka.

      Mr Jasper karna fasih berbahasa Indonesia jadinya namanya di Indonesiakan juga... yang paling mirip jadi Jupri 😊

      Trims kunjungannya mas

      Hapus
  11. Nama topinya apa tuh yang dipake noni belanda ? kocak gw liatnya, wkwk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Topi itu ada di gambar susu cap nona jadul :)

      Hapus
  12. duh enak banget mas study tour sampai ke Belanda,,
    mbah rono nya Kmni siapa mas haha?

    BalasHapus
  13. Wahhh jalan-jalan keluar negeri rame rame,seru banget tuh... Tinggal nunggu oleh olehnyaa nih wuehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru mas, serasa bedol desa hehehe. Ole2 maap. anda belum beruntung hehehe

      Hapus
  14. Waduh..
    sebulan di belanda mas??
    mau banget..
    hahaha...

    enak ya, sambil kerja, jalan-jalan, terus dapat ide untuk postingan blog.. secara luar negeri tulisannya lebih menjual mas, lebih digemari..
    hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba gugling ttg short course Belanda. Siapa tau hoki.

      Sayangnya saya gak pandai menulis dalam bahasa Inggris hehehe

      Hapus
  15. wow wow wow... sebulan di Belanda, asik bgt tuh...
    Salut ama Bang Day nih, jln2 teruuuusss.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebulan bosan juga mas. Jauh dari keluarga. gak ada yang jualan bakso, sate dll hehehe

      Hapus
    2. haha, iya ya... berarti kalo ke Belanda nyambil jualan bakso ama sate aja ya enaknya Bang, pasti laris tuh, hehe :D

      Hapus
  16. wah keren juga wisata belanda ini, apalagi kincir anginnya sudah terkenal di seluruh dunia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mas dapat rejeki kursus di sana

      Hapus
  17. wah asyik juga ya bisa jalan jalan ke luar negeri,, tambah ilmu dan pengalaman, jadi pengen juga nih gan ane bisa ke belanda ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba aja gugling short course Stunned mas.. ada banyak tuh setiap tahun

      Hapus
  18. loh.. ke belanda toh?
    kok nggak ketemu??
    padahal minggu lalu saya ke rawa buaya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sayang banget, emg nunggu di sebelah mananya mas saat itu ? :D

      Hapus
  19. WAH KEREN SEKALI OM

    MANTAP

    BalasHapus
  20. ajakin aku ommm, pengen ikutan ke pabrik kejunyaaa, huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba gugling mba pake keyword shortcoure stunned

      Hapus
Next article Next Post
Previous article Previous Post